
Hari bahagia yang sangat di nanti-nanti Kevin akhirnya datang juga. Hari ini ia dan keluarganya akan datang ke rumah keluarga Aditama untuk melamar putri bungsu mereka yaitu Monica.
Nampak Kevin yang tengah bercermin menatap pantulan dirinya yang tengah mengenakan kemeja batik lengan panjang dan dipadukan celana bahan berwarna hitam.
Lelaki itu tampak begitu gagah dan tampan. Mama Yuni yang tengah berdiri di ambang pintu kamar putranya terlihat mengulas senyum bahagia. Ia tidak menyangka jika cita-citanya untuk menjodohkan putranya dengan putri sahabatnya sebentar lagi akan terwujud.
" Sudah ganteng Vin, jangan lama -lama ngacanya nanti kacanya minder lihat kegantengan kamu ", ledek mama Yuni sambil terkekeh.
Kevin yang mendengar itu hanya bisa garuk-garuk tengkuknya sambil tersenyum malu-malu.
" Ayo berangkat, nggak enak kalau calon mertuamu nanti menunggu terlalu lama ",
" iya mah ",
Mereka pun akhirnya berangkat menuju kediaman Aditama. Butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit perjalanan untuk sampai di sana. Setelah tiba di halaman rumah besar bergaya klasik modern itu Kevin bersama rombongan keluarganya segera turun.
Nampak Devan dan papa rehan yang tengah berdiri di teras menyambut kedatangan mereka. Bos tampannya yang dulu dingin dan kaku itu kini nampak lebih sering mengulas senyum di bibirnya.
Mama Yuni segera menggandeng putranya untuk segera masuk rumah besannya.
" Selamat datang tuan Mahendra dan nyonya yunika ", sapa papa rehan pada kedua sahabatnya. Papa Kevin tergelak mendengar candaan papa rehan yang merupakan sahabatnya dari semenjak SMA.
" Kenapa tidak kau panggil aku raja dan ratu saja ", kini papa rehan yang gantian tertawa.
Setelah puas saling lempar candaan papa rehan mempersilahkan semuanya untuk segera masuk ke dalam rumah.
Setelah semua berkumpul prosesi lamaran itu segera di laksanakan.
" Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas penyambutan yang di berikan keluarga bapak rehan untuk keluarga kami. Kedatangan saya hari kesini adalah untuk melamar putri bapak yang bernama Monica anindia Aditama untuk putra kami Kevin putra Setiawan. Kami harap niat baik keluarga kami ini bisa di terima ", kata papa Kevin penuh wibawa.
" Kami sekeluarga merasa sangat senang dengan niat baik bapak mahendra. Namun saya selaku orang tua dari Monica akan menyerahkan semua keputusan kepada putri kami tercinta. Bagaimana Monica apa kamu mau menerima lamaran dari nak Kevin ? ", tanya papa rehan pada putri bungsunya.
Monica yang sejak tadi menunduk mencoba mendongak menatap ke arah papanya. Dengan senyum malu-malu Monica menganggukkan kepalanya.
' Saya menerima lamaran kak Kevin pa ",
" Alhamdulillah ", ucap serempak para anggota keluarga.
Kevin yang mendengar itu nampak berbinar. Dia tidak menyangka akan segera menikah dengan adik bosnya sendiri. Devan yang duduk tidak jauh dari Kevin segera mengucapkan selamat.
" Selamat ya Vin, aku benar-benar tidak menyangka jika kamu akan menjadi adik ipar saya " kata Devan sambil menjabat tangan asistennya itu.
" Terima kasih bos ",jawab Kevin malu-malu.
" Saya titipkan adik saya sama kamu, bahagiakan dia dengan sepenuh hati kamu. Jangan pernah menyakitinya jika kamu tidak mau berhadapan dengan saya ",
" Pasti bos, saya akan menjaga dan membahagiakan Monica sepenuh hati saya ", jawab Kevin mantap.
__ADS_1
" Saya pegang janji kamu ",
Akhirnya acara lamaran itu di lanjutkan dengan memilih hari baik untuk pernikahan mereka. Dan telah di putuskan oleh kedua belah pihak keluarga jika pernikahan Kevin dan Monica akan dilaksanakan dua bulan setelah acara lamaran ini.
Sebenarnya mama Yuni menginginkan pernikahan itu di percepat. Namun mama Nabila tidak setuju sebab sebentar lagi ia akan pergi ke kampung halaman Dewi untuk melaksanakan acara tujuh bulanan (istilah jawanya tingkepan) menantunya itu.
Sehingga tidak mungkin dalam satu bulan ia bisa mempersiapkan dua acara sekaligus. Apalagi dengan tenggat waktu yang lumayan dekat. Selain itu ia ingin mempersiapkan acara pernikahan putri bungsunya itu dengan mewah. Maklum anak perempuan satu-satunya.
Akhirnya mama Yuni menerima keputusan calon besannya itu. Ia memaklumi kerepotan yang akan di rasakan oleh sahabatnya itu.
.
.
Di taman belakang nampak Monica dan Kevin yang tengah duduk berdua. Mereka terlihat malu-malu untuk sekedar saling menatap.
" Terima kasih sudah mau menerima lamaran kakak ", kata Kevin sambil duduk menyamping memberanikan diri menatap calon istrinya itu.
" Kakak dari kemarin ngucapin makasih terus ", kesal Monica yang membuat Kevin mengulum senyumnya.
" jangan cemberut Monic, nanti kakak bisa khilaf. Melihat bibir kamu manyun begitu bikin kakak ingin menciummu ",
" Alasan, bilang aja kakak pengen ",
" Kalau kakak bilang pengen memang boleh "goda Kevin.
" Ih kak Kevin terus aja godain Monic ", Monica yang kesal itu memukul-mukul lengan kekasihny.
" Coba aja kalau berani ", kata Monica sambil mencubit paha calon suaminya.
" Auuu sakit Monic, kejam sekali calon istri kakak ini ",
" Biarin ", sewot Monica sambil bersidekap membelakangi kekasihnya. Kevin yang gemas dengan calon istrinya itu segera melayangkan kecupan singkat di pipi Monica. Kemudian dengan jurus langkah seribu segera berlari masuk ke dalam rumah.
" Kak Kevinnnn ", teriak Monica kesal sekaligus bahagia.
.
.
Setelah acara lamaran itu selesai dan keluarga Kevin sudah pulang, Dewi yang merasa lelah segera menuju kamarnya. Devan yang melihat Dewi berjalan menuju kamar segera menghampiri dan menuntunnya. Kehamilan Dewi yang sudah menginjak tujuh bulan, membuat wanita hamil itu mudah lelah.
Sesampainya di dalam kamar Devan membantu sang istri tiduran di ranjang. Devan yang melihat Dewi kelelahan segera memberikan pijatan lembut pada kaki istrinya.
" Nggak usah mas, Dewi gak apa-apa kok. Mas Devan kan juga lelah ",
" Mas gak capek yang, mas seneng kok mijitin istri mas. Kamu itu makin hari kok makin cantik aja sih yang ", kata Devan yang tangannya sudah merambat naik ke paha.
__ADS_1
" Modus ", jawab Dewi melengos.
Devan yang mendengar jawaban istrinya itu malah tertawa.
" Beneran yang, kamu semakin berisi dan semakin seksi. Apalagi ini kamu makin tambah besar ",Devan yang gemas langsung mencubit dada istrinya yang semakin besar.
" Au sakit mas ",
" Mas gemas yang. Tuh kan mas jadi pengen "
" Mas tiap hari juga pengen ", jawab Dewi menatap sebal suaminya.
Devan membalas tatapan istrinya dengan tersenyum mesum.
" Bentar aja yang, gak nambah deh ",
Dewi terlihat terdiam, ia sebenarnya juga tidak terlalu lelah akhirnya mengiyakan.
" Janji gak boleh nambah "
" Janji ",
" Baiklah ",
Devan yang girang langsung merambat naik mengungkung istrinya. Manik matanya menatap dalam wajah cantik Dewi yang semakin terpancar. Di ciuminya seluruh wajah sang istri dan berakhir mengulum bibir tipis itu dengan penuh gairah. Tangan Devan tidak tinggal diam, tangan nakal itu bergerak maju melepas kancing piyama istrinya.
Setelah terlepas semua, Devan melepas tautan bibirnya dan beralih menatap dada sang istri yang ternyata tidak memakai dalaman itu.
Mata Devan berbinar binar menatap dua gundukan kenyal sang istri yang semakin besar. dengan tidak sabaran ia segera melahap puncak dari buah kenyal itu bergantian. Kedua tangannya itu juga sibuk meremas dan satunya merayap masuk ke dalam celana Dewi. Hati Devan bersorak riang kala tangannya menyentuh sumber kenikmatan yang mulai basah itu. Saat ia hendak memasukkan jari tangan itu ke dalamnya.
Tok tok tok tok
" Van Devan, ini hape kamu ketinggalan di ruang tamu ",
mamah Nabila gangguin aja 😂😂
Kakak kakak minta dukungannya ya untuk novel author ini. Biar performa novel author bisa naik lagi🥺
Jangan lupa kasih
like
Komen
Bintang lima
Vote
__ADS_1
dan subscribe ya
Terima kasih