Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 24


__ADS_3

drrrrt drrrrt drrrrt


Terdengar suara ponsel bergetar. Mama Nabila yang sedang asyik menyiram bunga-bunga mawarnya segera meraih handphone nya yang bergetar di atas meja dekat taman bunga.


" Halo jeng Anita " Sapanya pada teman di seberang telepon sambil mendudukkan tubuhnya di kursi taman.


" ya halo jeng Nabila, saya cuman mau ingetin, nanti sore jangan lupa ya arisan di rumah jeng Nelly ",


" Mana mungkin saya lupa jeng, pasti saya akan datang ", jawab mama Nabila sambil meletakkan selang yang tadi ia gunakan untuk menyiram tanamannya.


" Ok bagus kalau begitu, ya sudah sampai bertemu di rumah jeng Nelly " kata Anita mengakhiri obrolan.


Mama Nabila segera beranjak dari duduknya dan segera masuk ke rumah untuk bersiap-siap ke rumah teman arisannya.


.


.


Pukul tiga sore mama Nabila sudah sampai di rumah temannya yang bernama Nelly. Ia bergegas masuk ketika sang tuan rumah menyapa dan mempersilakannya masuk. Ternyata di sana peserta arisan sudah lengkap semua termasuk Anita. Mama Nabila mendudukkan pantatnya di kursi single yang menghadap Anita dan Nelly.


" Oh ya jeng, hari ini saya mau kasih undangan loh", kata Rebecca salah satu peserta arisan tersebut.


" wah undangan apa jeng ",


" Undangan pernikahan putra saya ", kata Rebecca tersenyum bangga.


Mereka pun menerima undangan satu-persatu. mereka semua berdecak kagum pada foto calon mempelai wanitanya.


" Wah cantik sekali calon mantu jeng becca. Kelihatannya pendidikannya juga tinggi ",


" jelas dong jeng, lihat gelarnya aja berjejer kaya antrian sembako ", kata Anita yang di sambut gelak tawa lainnya.

__ADS_1


" Calon mantu saya itu dokter spesialis kandungan. meski masih muda prestasinya luar biasa ", katanya dengan gaya pongahnya.


" Mantu saya juga dokter loh jeng, bahkan dia mau bangun klinik di dekat kantor suami saya ", balas Nelly sang pemilik rumah yang tidak mau kalah. Mama Nabila yang mendengar ocehan teman-temannya hanya diam merenung. Entah kenapa pikirannya melayang kemana-mana. ia membayangkan bagaimana jadinya jika anak-anaknya di goda pembantunya dan berakhir di pelaminan. Akankah ia akan mendapatkan cemoohan dari teman-temannya. Ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya guna mengusir pikiran yang tidak jelas itu.


" Eh jeng masih ingat gak sama jeng Sonya. Anaknya kemarin menikahi seorang pegawai kantin di perusahaan papanya loh. masak ganteng-ganteng kok dapatnya yang gak bermutu gitu ", kata salah satu dari mereka.


" Bikin malu keluarga saja, denger-denger jeng Sonya sampe gak mau Dateng loh ", tambahnya lagi.


" Ya jelaslah jeng, kita susah-susah besarin anak, eh yang dapetin cuman perempuan begitu yang rugilah kita ", kata Anita sambil tersenyum miring melirik Nabila. Sepertinya rencananya akan berjalan lancar.


Mama Nabila diam tidak menyahut. Kepalanya terasa pusing mendengar obrolan teman-temanya. Akhirnya ia pulang sebelum acara selesai dengan alasan tidak enak badan. Tadinya ia ingin menyegarkan pikiran nya dengan bertemu teman-temannya. Kenyataanya justru membuat pikirannya semakin kacau.


Dengan langkah letih mama Nabila memasuki rumahnya. Ia yang merasa haus berjalan ke arah dapur. Terlihat mbok Sumi yang sedang menangis sambil mengupas bawang.


" Mbok kenapa nangis ", tanya mama nabila kawatir.


" itu loh nyonya " kata mbok Sumi sambil menunjuk televisi di depannya. Ia sedang menonton sinetron ikan terbang.


Deg


Mendengar cerita sinetron dari mbok Sumi semakin membuat mama Nabila bertambah pusing. Tanpa bertanya lagi ia segera berbalik arah menuju tangga bergegas menuju kamarnya. Ingin sekali ia segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, berharap setelah bangun pikiran buruk di otaknya menghilang.


🌸🌸🌸🌸


Di dapur nampak Dewi membantu mbk Tina memasak tumis daging brokoli. Sedangkan mbok Sumi dan mbok Siti sibuk memasak menu berat lainnya.


Papa rehan yang baru pulang dari kantor tidak mendapati sang istri segera menghampiri para pembantunya.


" Mbok sum, istri saya kemana ",


" Nyonya ada di kamarnya tuan. Tadi sehabis pulang dari arisan beliau masuk ke kamar dan tidak keluar sampai sekarang " jelas mbok Sumi.

__ADS_1


" Ya sudah terima kasih mbok ", kata papa rehan sambil berlalu naik ke lantai atas.


kreeekkk


Manik mata papa rehan menangkap sosok istrinya yang tertidur di atas ranjang dengan pakaian yang sama saat arisan tadi. Ia berjalan mendekat dan mengelus lembut pipi istrinya. Mama Nabila yang mendapat sentuhan dari suaminya menggeliat dan terjingkat mendapati suminya sudah pulang. .


" Papa sudah pulang "


" Mama kenapa, dari kemarin sikap mama itu aneh sekali ", kata papa rehan kawatir.


" Gak apa-apa kok pah, mama baik-baikk saja ", kata mama Nabila seraya tersenyum pada sang suami.


" Ya sudah mama segera mandi dan turun untuk makan malam " , kata papa rehan yang di angguki mama Nabila.


.


.


Saat makan malam mata mama Nabila menangkap gelagat aneh dari putranya Devan. Biasanya sang putra jarang sekali makan malam di rumah, tapi kenapa akhir-akhir ini ia jadi rajin pulang sore. Bahkan selalu makan malam bersama seperti malam ini. Manik matanya semakin menyipit heran tatkala mendapati sang putra tersenyum samar. Ia mengikuti arah pandang dari putranya.


Deg


Jantungnya langsung berdebar-debar mendapati putranya sedang tersenyum ke arah Dewi pembantunya. Tubuhnya seketika lemas tidak berdaya.


Devan menatap sang kekasih dengan senyum mesumnya, membuat Dewi yang menata makanan penutup melengos menutupi rona pipinya. Saat mereka bertemu pandang lagi Devan mengedipkan salah satu matanya. Mama Nabila yang mendapati kelakuan putranya nyaris pingsan di tempat.


" Astaga " apakah dia masih putraku yang datar dan kaku batin mama Nabila shock berat.


Devan lagi bucin ma, sabar ya 😂😂


🌸like dan komen jangan lupa ya🌸

__ADS_1


__ADS_2