
Sore itu akhirnya Devan dan Dewi sampai juga di kediaman keluarga Aditama. Kedatangan mereka di sambut hangat oleh mama Nabila. Mama Nabila memeluk Dewi untuk menyalurkan rasa rindunya pada menantunya.
Setelah melepas pelukannya pada sang menantu, mama Nabila berjalan mendekati putranya.
" Bagaimana pesenan mamah Van " bisik mama Nabila pada putranya.
" Beres mah, Devan sudah bekerja sangat keras. Semoga ada hasilnya ", jawab Devan yang juga berbisik di telinga sang mama.
" Aamiin ", lanjut mamanya.
Dewi menatap sepasang ibu dan anak itu dengan dahi mengkerut. Apa yang sedang di bicarakan mereka sampai berbisik-bisik begitu batin Dewi penasaran.
Devan yang sudah menjawab pertanyaan mamanya segera menghampiri Dewi dan merangkulnya untuk naik ke atas. Dewi yang di rangkul suaminya menoleh ke arah mertuanya.
" Dewi ke atas dulu ya mah ",
" Ok sayang ", jawab mama Nabila sumringah.
Dewi yang masih penasaran dengan apa yang di bicarakan suami dan mertuanya itu akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
" Tadi apa sih yang mas bicarakan sama mamah sampai bisik-bisik gitu ? ", tanya Dewi pada sang suami saat mereka tengah menaiki tangga.
" Mamah nanyain pesenannya ",
" Pesanan ? Pesanannya apa ? "
" Mamah pesan cucu ", bisik Devan di telinga sang istri sambil menggigit daun telinganya.
" Haahhh ",
Dewi di buat melongo dengan jawaban suaminya.
🌸🌸🌸🌸
Dua minggu telah berlalu setelah kunjungan Devan ke resort kemaren. Saat ini ia tengah di sibukkan kembali dengan pekerjaan di kantor. Banyak berkas-berkas yang harus ia tanda tangani hari ini.
Kevin yang tengah duduk di sofa ruangan bosnya nampak melamun sambil memegang berkas di tangannya. Devan yang melihat kevin tidak fokus, melempar bolpoint ke arah asistennya.
Klutaak
Kevin yang terkejut langsung celingukan mencari sesuatu yang jatuh tadi. Manik matanya mendapati bolpoint sang bos berada tepat di bawah kakinya. Ia mengambil bolpoin itu dan menatap ke arah bosnya yang juga tengah menatapnya.
Kevin yang ketahuan sedang melamun hanya mengulas senyum canggung sambil garuk-garuk kepala.
" Apa yang sedang kamu lamunkan Vin ? " tanya Devan sambil menopang dagunya.
" Hanya masalah kecil bos ", kilah Kevin.
__ADS_1
" kamu jangan membohongi saya Vin. Saya kenal kamu sudah lama. Kalau cuman masalah kecil tidak mungkin kamu sampai melamun begitu ", kata Devan mengintimidasi asistennya.
Kevin yang tidak bisa berkutik akhirnya mulai menceritakan masalahnya.
" Saya sedang bingung bos. mama saya tengah menjodohkan saya dengan Vira anak dari sahabatnya ",
" Lalu kamu menerimanya ", tanya Devan yang di angguki pelan oleh Kevin.
" lalu apa masalahnya ", tanya Devan lagi karena belum mengerti.
" Masalahnya saya tidak mencintai perempuan itu bos. Meski kami sudah mencoba saling mengenal selama dua bulan. Saya juga tidak tega jika harus menolak permintaan mama saya yang sangat mengharapkan saya segera menikah. Dan yang membuat saya semakin bingung, kemarin saya memergoki Vira tengah jalan dengan seorang pria. Dan mereka terlihat sangat mesra ", jawab Kevin yang terlihat lesu.
" Lalu apa yang kamu bingungkan, bukankah semakin mudah buat kamu membatalkan pertunangan itu. Kamu punya buktinya kan Vin ? ", tanya Devan yang kembali di angguki Kevin.
" Tapi saya tidak tega mengecewakan mamah saya bos. Persiapan pertunangan itu hampir selesai. Mamah juga sudah memberitahu semua keluarga dekat tentang acara pertunangan ini " , Kevin nampak menunduk frustasi.
Devan menghela nafas kasar menanggapi sikap asistennya. Ia belum mencoba kenapa sudah menyerah begitu saja.
" Lalu kamu akan meneruskan pertunangan itu dan berlanjut sampai pernikahan, begitu ? "
Kevin hanya diam tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaan bosnya itu.
" Apa kamu siap hidup selamanya dengan menutupi kebohongan istrimu nanti ? Apa kamu yakin bisa mencintainya jika kamu sudah tahu kebusukannya lebih dulu ? Bukankah mamahmu akan lebih kecewa dan terluka jika perjodohan yang ia lakukan membuat putranya menderita. Apa lagi sampai menghancurkan rumah tangga kamu nanti ",
Kevin tetap saja diam membisu sibuk dengan pikirannya. Namun kali ini ia diam untuk mencoba mencerna omongan bosnya barusan.
" Pikirkan baik-baik ucapan saya ",
Kevin menatap bosnya dengan sorot mata penuh haru. Bosnya itu sungguh telah banyak membantu dalam hidupnya.
" Terima kasih bos, saya akan memikirkannya lagi dengan sungguh-sungguh "
" Bagus. Sekarang fokuslah bekerja, karena masih banyak berkas yang harus saya cek hari ini "
" Siap bos ", jawab Kevin kembali bersemangat.
🌸🌸🌸🌸🌸
Di kediaman Aditama
Saat ini Dewi tengah membantu mbak Tina memasak di dapur bersama mbok Siti. Sore itu mereka sibuk memasak semur daging, capcay, oseng kangkung dan ayam goreng tepung untuk menu makan malam.
" Wi, kamu makin hari makin cantik aja ", goda Tina pada Dewi.
" Ya jelas dong tin, sekarang Dewi kan sering di ajak nyonya ke salon ", lanjut mbok Siti.
" Berarti kalau aku sering ke salon juga tambah cantik dong mbok ? " tanya Tina antusias.
__ADS_1
" Tergantung ",
" kok tergantung sih mbok ", tanya Tina tidak mengerti.
" Ya tergantung kamunya di salon ngapain. Kalau kamu ke salon cuma potong rambut sama cuci rambut ya gak nambah cantikmu tin tin ", jawab mbok Sumi yang membuat Tina mendengus kesal.
" Ya perawatan lah mbok masa cuma potong rambut doang ", sungut Tina tidak di terima.
" Memang ada dananya tiap hari perawatan ? ", ejek mbok Sumi.
" Hehehehe gak ada ", jawab Tina cengengesan yang membuat mbok Sumi geleng-geleng kepala.
Dewi hanya tersenyum menanggapi omongan absurd mereka. Tangannya terus sibuk menumis kangkung yang sudah hampir matang.
" Mbak Tina masih lanjut pacarannya " tanya Dewi mengalihkan pembicaraan.
" Sudah gak tak lanjut wi, capek aku. Aku mau nyari calon mertua yang mau nerima aku apa adanya aja ",
" Mudah-mudahan dapat yang lebih baik ya mbak Tina ",
" Aamiin. semoga juga ganteng dan kaya seperti suamimu ", kata Tina sambil senyum-senyum tidak jelas.
Dari arah tangga nampak Monica yang tengah berlari kecil menuju dapur menemui kakak iparnya.
" Mbk Dewi masak apa ", tanya Monica sambil melongokkan kepalanya.
" Nih ", jawab Dewi mengangkat sepiring tumis kangkung dan semangkok capcay.
" Wah enak nih kesukaan aku banget ", jawab Monica senang.
" Non monic sini belajar masak sama saya. Biar nanti kalau sudah nikah jadi istri yang jago masak ",
" Ih mbk Tina, akunya belum ingin nikah sekarang ", jawab Monica beralasan.
" Nikahnya nanti non kalau sudah ada calonnya. Sekarang belajar masak dulu ",
Monica yang mendengar omongan Tina menjadi teringat dengan Kevin yang akan bertunangan. Tiba-tiba suasana hatinya menjadi buruk. Ia yang sudah tidak mood melangkah pergi meninggalkan dapur menuju kamarnya kembali.
Tina dan Dewi di buat heran dengan perubahan sikap Monica.
" Aku salah ngomong ya wi ", tanya Tina bingung.
" Saya juga gak tahu mbak Tina ", jawab Dewi sambil menatap punggung adik iparnya yang berlalu naik kembali ke lantai atas.
Ada apa dengan Monica batin Dewi bertanya-tanya.
Like dan komennya ya kak
__ADS_1
terima kasih ☺️