Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 29


__ADS_3

Semalaman Devan memikirkan rencananya untuk menyusul Dewi ke kampung halamannya. Ia sebenarnya tidak ingin melawan mamanya, namun ia sungguh tidak mampu membendung rasa rindu pada sang pembantu sekaligus kekasihnya itu. Pagi ini Devan berangkat kerja seperti biasa. Mama Nabila yang melihat putranya berangkat kerja berusaha melemparkan senyuman bahagia. Dengan sengaja Devan menyalami sang mama, agar mamanya itu tidak curiga dengan rencananya. ya meskipun dengan ekspresi wajar yang tetap datar. Mama Nabila begitu senang mendapati putranya tidak marah lagi padanya.


Di perjalanan menuju kantor Devan mengutarakan keinginannya pada sang asisten.


" Vin, apakah jadwal saya untuk dua hari ke depan padat ?"


" Tidak bos. Semua pertemuan dengan klien sudah terhandle Minggu lalu. Apa bos ingin mengambil cuti ?", tanya Kevin pada bosnya.


" Saya ingin ke kampung halaman Dewi ", jawab Devan yang tidak ingin menutup-nutupi lagi perasaannya pada sang pembantu.


" Saya minta tolong kamu handle perusahaan di sini selama saya tidak ada. Saya tidak bisa memastikan berapa lama saya berada di sana. Nanti kalau mama saya bertanya, bilang saja saya sedang mengurus proyek di Bandung.


" Baik tuan ", jawab Kevin sambil menatap bosnya dari spion.


" Nanti kamu siapkan beberapa baju saya untuk keperluan saya di sana. Dan juga belikan beberapa mainan anak perempuan, satu lagi sepatu roda untuk anak laki-laki usia remaja ", kata Devan yang membuat Kevin mengernyitkan dahinya bingung. Untuk apa tuannya membawa itu semua.


" Kemarin saya sudah berjanji pada adik-adik Dewi jika saya kembali berkunjung ke sana akan membawakan mainan untuk mereka ", kata Devan yang dapat menangkap ekspresi bingung sang asisten dari raut wajahnya. Kevinpun mengangguk paham.


" Baik bos ",


Setelah sampai di kantor, Devan segera menyelesaikan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. Meski berkas-berkas itu cukup banyak, namun tidak membuat surut semangat Devan untuk menyelesaikannya. ini semua demi sang kekasih hati yang sangat ia rindukan. Tepat pukul 12 siang, ia berhasil menyelesaikan semua berkas-berkas tadi.


" Vin, apa barang-barang yang saya butuhkan sudah kamu siapkan ?"


" Sudah bos. Semua sudah saya taruh di dalam mobil. mobil bos juga sudah saya cek ", jawab Kevin mantap.


" Bagus. saya akan langsung berangkat sekarang. Saya percayakan perusahaan di sini sama kamu ",


" Siap bos "


Devan pun beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam lift. setelah sampai di lantai dasar, ia berjalan menyusuri lorong menuju mobil dengan senyum di bibirnya. Masalah tentang restu sang mama sedikit terlupakan, yang terpenting sekarang adalah menemui Dewi dan melepas rasa rindu dengannya.


" Tunggu aku sayang ", batinnya dengan hati berbunga-bunga.


Sepanjang perjalanan menuju kampung halaman sang kekasih Devan terus memamerkan senyumnya. Dalam pikirannya Devan sudah merangkai banyak hal yang akan ia lakukan di sana. kemudian matanya melirik bangku samping kemudi yang terdapat banyak oleh-oleh untuk Ridwan, Rani dan si polos Amel. Ia tidak sabar melihat ekspresi senang dari calon adik-adik iparnya.

__ADS_1


Tadi ia juga sempat meminta elena untuk membeli beberapa kue kering. Rencananya kue tersebut akan di berikan pada calon mertuanya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, sampai juga Devan di depan rumah sang kekasih. Dewi yang sedang berjongkok memasukkan gabah yang sudah kering ke karung, mendongak menatap pada mobil yang berhenti di halaman rumahnya. Matanya membulat sempurna tatkala menatap pria yang turun dari dalam mobil itu.


" Tu tuan ", gumamnya tidak percaya.


🌸🌸🌸🌸


Di kediaman Aditama,


Di teras nampak mama Nabila yang tengah menanti kepulangan suaminya dari Lombok. Ia saat ini juga tengah kawatir, karena Devan belum juga pulang. Padahal jarum jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Ia segera menelepon putranya itu, namun hpnya sedang tidak aktif. Ia beralih menghubungi Kevin asisten putranya.


" Halo Vin ",


" Ya nyonya, ada apa ?",


" Kamu sekarang di mana ? "


" Saya sedang perjalanan ke rumah nyonya ",


" Maksudmu pulang ke rumah saya ",


" Oh ya sudah ", kata mama Nabila sambil mematikan teleponnya. Sebenarnya ia tidak begitu saja percaya omongan Kevin barusan. Bisa saja ia berbohong demi menutupi Devan yang mungkin sedang pergi menemui Dewi. Saat mama Nabila sibuk dengan pikirannya, dari arah gerbang nampak mobil papa rehan memasuki halaman rumah. Mama Nabila segera menyambut kepulangan suaminya.


" Wah mama lagi nyambut papa ya, senangnya. Ini ada hadiah buat mama, oleh-oleh khas Lombok " kata papa rehan sambil merangkul istrinya dan berjalan masuk ke rumah. mama Nabila menerima oleh-oleh tersebut seraya tersenyum pada suaminya.


" Papa mandi dulu ya, nanti kalau makan malam sudah siap mama panggil ", kata sang istri yang di angguki papa rehan.


Tiga puluh menit kemudian papa rehan sudah turun dengan baju casualnya. Ia segera duduk di samping istrinya.


" Wah papa sudah pulang, mana oleh-oleh Monic pa ?", tanya Monica antusias.


" Sudah papa berikan semua sama mama kamu. Nanti kamu ambil sendiri di dalam kamar papa ", kata papa rehan yang di angguki putrinya.


" Devan mana ma, tumben gak ikut makan bersama ", tanya papa rehan yang membuat mama Nabila langsung tersedak.

__ADS_1


Uhuk uhuk


" pelan-pelan ma makannya ", kata papa rehan sambil menyodorkan segelas air putih.


" Tadi mama telepon Kevin, katanya lagi jalan ke Bandung karena proyek di sana ada sedikit masalah ", jawab mama Nabila setelah meneguk setengah gelas air. Papa rehan merasa heran dengan penjelasan istrinya. Pasalnya, semalam papa rehan menelepon sendiri Devan, katanya proyek di Bandung berjalan lancar. Bahkan tuan William yang puas dengan proses proyek tersebut, dengan senang hati menaikkan dana investasinya.


" Ya sudah biar nanti papa telepon Devan sendiri ", jawabnya sambil melanjutkan memakan sop daging di mangkoknya.


🌸🌸🌸🌸


" Assalamu'alsikum ", sapa Devan pada Dewi yang masih bengong menatapnya.


Pak Danu yang melihat putrinya diam saja segera menghampiri majikan putrinya.


" Wa'alaikum salam nak Devan ", balas pak Danu.


" Wah nak Devan datang kok gak kabar-kabar dulu, kami jadi tidak ada persiapan apa-apa ini ", kata pak Danu.


" Tidak perlu repot-repot pak ", jawab Devan seraya menyalami calon mertuanya.


" Wi kamu ngapain bengong di situ. Tuh ilermu sudah hampir seember. Cepat sini di sambut majikan kamu ", goda pak Danu pada putrinya.


" Ih bapak mana ada Dewi ngiler ", Dewi yang cemberut berjalan menghampiri tuannya.


" Ya sudah saya tinggal dulu ya nak Devan. Bapak mau lanjutin kasih makan bebek ", kata pak Danu yang di balas senyum oleh Devan. Pak Danu ingin memberi waktu untuk mereka berbicara atau sekedar melepas rasa rindu.


" Wi, ajak nak Devan masuk dan buatin minuman ",


" Iya pak ", jawab Dewi. Ia segera menarik tangan Devan untuk masuk ke dalam rumah.


" Astaga wi pelan-pelan, kamu sudah tidak sabar ya mau kangen-kangenan sama saya ", goda Devan yang langsung mendapat pelototan dari Dewi.


" Ya ampun calon istriku kok jadi galak sih ", godanya lagi sambil merengkuh tubuh sang kekasih ke dalam pelukan.


Cup

__ADS_1


Satu kecupan mendarat dipipi dewi yang membuat sang kekasih mendelik seketika.


🌸 like dan komennya di tunggu kakak. di bonusin bintang 5 juga boleh 😁🌸


__ADS_2