
Stephen fokus kembali dengan pekerjaannya. Mencoba mengalihkan perhatiannya agar tidak selalu membayangkan wajah Sophia. Saat sedang asyik dengan pekerjaannya tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang yang menepuk bahunya dengan cukup keras dan membuatnya terkejut.
" Hey bro, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai lupa cari istri! Suara pria itu tentu membuat Stephen kaget. Hampir saja dia ingin marah dan memaki orang tersebut, namun ketika dilihatnya wajah orang tersebut dia bukannya marah tapi malah tertawa gembira.
" Harvey..! panggilnya dengan suara keras dan kegirangan. Dia segera berdiri dan memeluk pria yang dipanggilnya dengan nama Harvey tersebut. Mereka berdua berpelukan sangat erat karena untuk sekian lama waktunya mereka berpisah dan baru bertemu kembali.
" Hey bro, kenapa kamu tidak kasih kabar kalau kamu akan kembali ke Indonesia hah? ucap Stephen dengan perasaan yang meluap-luap karena gembira.
Sophia yang sedikit terusik akibat ulah kedua orang tersebut memandang dengan tatapan aneh. Dilihatnya wajah asing yang jadi sumber keributan itu. Pria tampan dari mana ini yang muncul tiba-tiba. Sophia belum pernah melihatnya sebelumnya.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan keberadaan Sophia ditempat itu, Stephen dan Harvey melepaskan rasa rindu mereka yang selama ini mereka pendam karena terpisah oleh jarak yang sangat jauh. Sophia bertanya-tanya siapa gerangan pria ini? Kenapa mereka berdua terlihat sangat akrab sekali. Apalagi mereka berdua tidak pernah terlihat bersama sebelumnya. Apalagi pria itu terlihat cukup tampan tidak kalah dengan bossnya itu.
Melihat bossnya itu asyik dengan orang baru itu, Sophia kembali fokus dengan pekerjaannya. Meski dalam benaknya terlintas sebuah pertanyaan siapa gerangan pria itu ada hubungan apa mereka berdua karena mereka sangat akrab sekali.
Stephen Mark Diaz Wijaya dan William Harvey Atmaja, dua saudara sepupu yang sejak kecil selalu bersama-sama karena mereka tinggal satu atap. Mereka tumbuh dan besar bersama sampai saat Harvey memutuskan untuk tinggal di luar negeri dengan kedua orang tuanya. Separuh dari hidup mereka, mereka lewati bersama-sama. Sekolah sejak dari TK sampai kuliah selalu bareng. Mereka berdua saling menyayangi meski hanya sebagai saudara sepupu. Itulah sebabnya mereka sangat dekat dan akrab melebihi saudara kandung. Ibu Stephen adalah kakak dari ayah Harvey. Waktu mereka berumur 5 tahun perusahaan orang tua Harvey mengalami kebangkrutan. Sehingga harus kehilangan semua aset yang mereka miliki. Kedua keluarga itu memiliki hubungan yang sangat baik. Ketika keluarga Harvey mengalami musibah maka keluarga Stephen dengan tangan terbuka membantu mereka tanpa meminta balasan atau imbalan apapun. Itulah sebabnya Harvey harus tinggal di keluarga Wijaya. Harvey telah dianggap sebagai anak kedua bagi keluarga Wijaya. Tak ada yang dibedakan diantara mereka berdua. Keluarga Wijaya dengan setia selalu membantu keluarga Atmaja sampai pada akhirnya mereka berhasil bangkit dari keterpurukan. Pada saat ulang tahun mereka berdua yang ketujuh belas, keluarga Atmaja memutuskan untuk tinggal di Amerika. Namun Harvey memilih untuk tetap tinggal di Indonesia bersama-sama dengan Stephen melanjutkan kuliah hingga selesai.
Setelah mereka lulus kuliah Stephen mendirikan perusahan sendiri sedangkan Harvey memilih untuk kembali kepada orang tuanya di Amerika. Sejak saat itu mereka berpisah dan tidak pernah bertemu sama sekali karena sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Stephen mendirikan perusahaan sendiri karena dia ingin membuktikan kemampuannya agar tidak dianggap hanya sebagai anak yang menikmati kekayaan orang tuanya. Meski pada akhirnya dia harus kembali mengurus perusahaan keluarga karena Ayahnya yang sudah mulai menua dan tidak sanggup lagi menjalankan perusahaan seperti dulu lagi.
" Kenapa kamu tidak pernah memberi kabar sama sekali bro. Bahkan kamu kembali tidak juga kasih kabar ?! ucap Stephen dengan sedikit kesal. Harvey tersenyum kecil.
__ADS_1
" Maaf bro. Aku benar-benar sangat sibuk dan fokus dengan bisnisku disana. Lagi pula aku sengaja tidak beritahu kamu kalau aku mau balik ke Indo. Karena aku ingin beri surprise kepada my big brother! jawab Harvey santai.
" Gaya loe, surprise...surprise...! ejek Stephen.
" Iya dong, buktinya surprise ku berhasil. Kamu kaget aku datang tapi senangkan? ucapnya senang.
" Iya deh. SURPRISE!! ucap Stephen dengan gaya lucu.
Harvey pun tertawa menimpali perkataan sepupunya itu.
__ADS_1
Stephen dan Harvey akhirnya sibuk bernostalgia tanpa peduli dengan sekitarnya. Bahkan Sophia yang ada disana tidak dipedulikan sama sekali. Sepertinya Sophia dianggap tidak ada disana bersama dengan mereka. Tapi sebenarnya sebentar sebentar Harvey mencuri-curi pandang ke arah Sophia. Ekor matanya mencoba melirik ke arah Sophia untuk melihat sosok yang sejak tadi tidak berkutik dengan kehadiran mereka ditempat itu.
Akankah lirikan mata ini mengandung sesuatu atau hanya lirikan biasa saja. tunggu cerita selanjutnya.