Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Apakah Itu Cinta


__ADS_3

...APAKAH ITU CINTA?...


...Bila telapak tanganmu berkeringat,...


...Hatimu dag dig dug,...


...Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,...


...Itu bukan cinta, tetapi SUKA....


...Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya,...


...Itu bukan cinta tetapi BERAHI....


...Bila kamu menginginkannya karena tahu...


...Ia akan selalu berada di sampingmu,...


...Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN....


...Bila kamu menerima pernyataan cintanya...


...Karena kamu tak mau menyakiti hatinya,...


...Itu bukan cinta tetapi KASIHAN....


...Bila kamu bersedia memberikan semua...


...Yang kamu sukai demi dia,...


...Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI....


...Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya...


...Kepada semua orang,...


...Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN....


...Bila kamu mengatakan padanya bahwa ia adalah...


...Satu-satunya hal yang kamu pikirkan,...


...Itu bukan cinta tetapi GOMBAL....


...Kamu MENCINTAINYA,...


...Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA,...


...Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya....


...Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU;...


...Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH,...


...dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA;...


...Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA...


...Biarpun ia cukup tegar menghadapinya;...

__ADS_1


...Ketika kamu tertarik kepada orang lain...


...Tetapi kamu masih SETIA bersamanya....


...CINTA adalah PENGORBANAN;...


...MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI....


...CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan EGOSENTRISME....


...Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar......


...Untuk sebuah CINTA......


...Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi...


...Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi...


...dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan....


...Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan...


...di dalam dia....


..."Anonim"...


Stephen sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Tak ingat waktu karena begitu sibuknya. Bahkan pesan dari Sophia yang dikirim sejak pagi tadi lewat wa sama sekali belum diperiksanya.


Melihat bossnya yang sibuk hingga lupa waktu membuat asistennya memikirkan sebuah ide. Dihubunginya Sophia untuk datang membawakan makanan. Mungkin sudah terlambat untuk makan siang tetapi itu lebih baik dari pada tidak makan sama sekali.


Menerima pesan dari asistennya suaminya itu, membuat Sophia sedikit khawatir dan cemas. Jangan sampai Stephen jatuh sakit karena lupa merawat dirinya hanya karena lebih mementingkan pekerjaannya.


Stephen yang masih sibuk dengan pekerjaannya tidak sadar ketika asistennya mengetuk-ngetuk pintu kantornya. Dan tanpa permisi lagi asistennya itu masuk saja namun tak sendirian. Ada seorang wanita berjalan di belakangnya.


Wanita itu adalah Virginia. Partner bisnisnya yang baru. Wanita itu langsung masuk dan mendahului asisten pribadinya Stephen. Ada sesuatu di tangannya. Sepertinya bungkusan makanan.


Setelah wanita itu masuk, dia langsung menyuruh asisten Stephen untuk keluar dari ruangan tersebut. Awalnya asisten itu merasa keberatan karena wanita itu bersikap seolah-olah dia adalah boss di kantor itu.


Namun karena dia hanya seorang asisten biasa jadi tidak bisa membantah apalagi wanita itu adalah partner besar bossnya. Dia tidak boleh bersikap tidak baik.


Stephen yang masih fokus dengan kerjaannya tidak menyadari kehadiran Virginia di kantornya.


" Kalau kamu sedang bekerja bisa lupa dengan dunia sekitarmu ya, bahkan kamu tidak sadar jika ada orang lain berdiri dihadapanmu saat ini. Benar-benar seorang pekerja keras.!


Stephen kaget mendengar suara seseorang dalam kantornya. Dan lebih kaget lagi ketika dilihatnya pemilik suara tersebut.


" Kamu ? Disini? Ucap Stephen terkejut. Dia tidak percaya wanita itu ada di hadapannya.


"Nih, aku bawa makanan enak untuk kamu. Kamu pasti lapar karena terlalu sibuk sehingga lupa makan! Wanita itu meletakkan kotak makanan di atas meja Stephen.


Stephen semakin kaget. Bisa-bisanya wanita itu tahu jika dia belum makan seharian. Hatinya semakin kagum dengan sosok wanita itu.


Stephen berdiri dari tempat duduknya. Diambilnya kotak makanan itu. Di pandanginya wajah wanita cantik itu sambil tersenyum manis.


" Terima kasih atas perhatiannya. Saya sangat tersentuh.! ucap Stephen dengan hati yang berdebar-debar.


Wanita itu membalas dengan senyuman indah di wajahnya yang begitu cantik dan mempesona. Stephen melangkah menuju sofa berencana untuk menyantap makanan yang dibawa oleh wanita itu. Wanita itu pun turut melangkah mengikut Stephen dari belakang namun entah kenapa kakinya bisa tersandung sehingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Stephen yang melihatnya dengan sigap segera menolong wanita itu dengan menangkap tubuhnya dengan posisi setengah memeluk.


Dan disaat yang bersamaan, Sophia masuk dengan rantangan di tangan kirinya. Netranya tanpa sengaja melihat pemandangan yang kurang mengenakkan. Sayangnya Stephen tidak menyadari kehadiran Sophia di sana. Sedangkan wanita itu ketika melihat Sophia dengan ekor matanya malah bertingkah manja dan genit. Dia berpura-pura kesakitan untuk mendapat perhatian dari Stephen.

__ADS_1


" Kamu tidak apa-apa? Tanya Stephen dengan begitu khawatir. Kotak makanan yang ditangannya sudah jatuh di atas lantai.


" Pergelangan kakiku sakit, sepertinya terkilir! Ucapnya sambil berpura-pura meringis kesakitan.


Dengan spontan Stephen menggendongnya ala bridal. Dan ketika dia berbalik hendak meletakkan wanita itu di atas sofa, dilihatnya Sophia yang sedang berdiri mematung di sana sambil memegang rantang makanan di tangannya.


Dan tentu saja, Stephen sangat terkejut sekali. Melihat istrinya yang tiba-tiba sudah ada disana.


" Sa..sa....yang! Ucapnya terbata. " Kamu kenapa ada disini.? Suaranya terdengar tidak senang Sophia datang ke kantornya disaat seperti ini. Tapi posisinya masih menggendong wanita itu.


" Aku hanya ingin mengantar makanan untuk kamu saja. Karena asisten kamu telvon kalau kamu seharian ini belum istirahat dan sampai lupa makan.! Ucap Sophia dengan berusaha tetap tenang dan tegar.


Dalam situasi seperti ini Sophia masih berusaha untuk tetap tenang dan berpikiran positif. Dia tidak ingin bertindak gegabah dan bersikap terlalu over possesif yang bisa menimbulkan konflik di antara mereka.


Jika wanita lain yang berada di posisinya sekarang ini pasti akan langsung marah-marah karena tidak dapat menahan emosinya melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain bahkan menggendongnya seperti itu.


Sophia meletakkan rantang makanan di atas meja, lalu segera pamit pulang kepada suaminya itu.


" Mas, jangan lupa makanannya segera di makan, mumpung masih panas. Aku pamit pulang. Mateo masih menunggu di luar.! Selesai berkata demikian Sophia langsung keluar dari kantor suaminya itu. Meski wajahnya terlihat tenang dan biasa saja, namun sebenarnya hatinya perih dan sakit.


Bagaimana mungkin tidak sakit jika orang yang dicintainya sedang bersama dengan wanita lain.


Mateo yang sedang bermain dengan asisten ayahnya, terheran melihat ibunya sudah keluar dari kantor Ayahnya. Mateo bisa melihat dan merasakan ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di dalam sana.


" Ibu, kenapa ibu sudah keluar dari kantor ayah? Apa ayah sudah selesai makannya? Kok cepat sekali! Pertanyaan Mateo beruntun seperti kereta api.


" Ayah masih banyak pekerjaan sayang. Jangan diganggu. Yuk kita pulang dulu.! Ajak Sophia. Dia tidak ingin Mateo melihat wanita lain sedang bersama dengan Ayahnya saat ini. Jangan sampai anak itu berpikiran buruk jika melihat kejadian tersebut.


Tapi Mateo bukanlah anak kecil yang bisa dibohongi begitu saja.


Dia bisa melihat dengan jelas dari raut wajah dan sorot mata sang ibu ada kesedihan disana.


Tanpa banyak bertanya lagi Mateo langsung melangkah dengan begitu cepat masuk ke dalam kantor ayahnya. Dilihatnya sang ayah sedang duduk berdua di sofa dengan seorang wanita, begitu dekatnya.


Stephen bahkan tak menyadari kehadiran Mateo disana. Dia mengira Sophia telah membawa Mateo pergi dari sana.


Melihat pemandangan yang tidak mengenakkan itu, anak sekecil Mateo bisa terlihat marah dan emosi. Diteriakinya Ayahnya itu dengan suara kencang.


" AYAH...! APA yang ayah lakukan bersama dengan wanita itu?


Mendengar teriakan Mateo, Stephen terkejut lalu menoleh ke sumber suara tersebut.


" Mateo! Seru Stephen dengan ekspresi yang kurang menyenangkan.


Dia tidak menyangka Mateo masih ada di kantornya. Dan anak itu pasti akan berpikir buruk tentang hal ini.


Stephen bangkit dari tempat duduknya lalu di dekatinya Mateo.


" Mateo sayang, ayah kira kalian sudah pulang.! Ucap Stephen berusaha lembut.


" Kalau kami masih disini kenapa rupanya Ayahnya? Apa ayah terganggu jika kami masih ada di kantor ayah! Mateo berusaha bersikap lebih tenang.


" Tentu saja bukan begitu sayang. Ayah senang melihat Mateo dan mama Sophia datang ke kantor ayah! Stephen berusaha menenangkan putranya itu.


" Mateo kecewa dengan Ayah, karena hari ini ayah sudah membuat Mama Sophia sedih dan sakit hati.! Selesai berkata demikian Mateo segera keluar dari sana meninggalkan ayahnya yang terdiam seribu bahasa.


Kata-kata Mateo mengena di hatinya. Seharusnya dia mencari Sophia dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka.


Tapi yang terjadi dia malah membiarkan Sophia pergi dan memilih untuk menjaga wanita asing dihadapannya itu.

__ADS_1


Stephen pun segera melangkah keluar dari kantornya untuk menjumpai Sophia dan Mateo. Dia akan menjelaskan semuanya dengan sejelas-jelasnya. Agar istri tercintanya itu tidak sedih dan merasa sakit hati..


__ADS_2