Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Kevin Nicholas


__ADS_3

Setelah kejadian waktu itu, Sophia menyimpan segala perkara dalam hatinya. Ingin bertanya namun takut ada ketidakjujuran disana. Karena baginya kejujuran adalah salah satu hal yang sangat utama dalam menjalin sebuah relasi.


Sophia hanya berusaha untuk tetap percaya kepada suaminya itu. Dia tidak ingin berprasangka buruk terlebih dahulu sebelum suaminya itupun mau menceritakan semuanya dengan sejelas-jelasnya.


Seperti biasanya, Sophia melakukan aktivitasnya sebagai istri dan ibu rumah tangga yang baik. Menyiapkan keperluan suami dan anaknya di pagi hari. Kemudian membersihkan rumah dan merapikannya. Orang-orang pastinya mengira jika Sophia itu hanyalah seorang asisten rumah tangga yang merangkap sebagai istri.


Sejak awal mereka menikah, Sophia sendiri yang memutuskan untuk fokus mengurus rumah tangga. Karena Stephen tidak keberatan seandainya Sophia memilih untuk tetap bekerja. Dan kini dia harus menjalani statusnya sebagai istri dan ibu. Stephen terlihat sama seperti biasanya. Seakan tidak terjadi sesuatu.


Meksi Sophia berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya tetap saja pikirannya terngiang dengan kejadian waktu itu. Masih ada keraguan di dalam hatinya tapi juga seakan ingin mempercayai apa yang dilihatnya itu. Ketika Sophia sedang sibuk menyiapkan bahan makanan di dapur, bunyi bel tiba-tiba terdengar.


Sophia bergegas membukakan pintu. Siapa gerangan yang datang berkunjung disaat seperti ini. Tak lama kemudian Sophia membukakan pintu dan betapa terkejutnya dirinya melihat siapa tamu yang datang disaat seperti ini.


" Kevin!? Melihat sosok Kevin yang muncul tiba-tiba dirumahnya membuat hati Sophia bahagia. Dengan spontan dipeluknya Kevin, seakan melepaskan kerinduan selama ini yang tertahan dalam hatinya.


Sudah begitu lama mereka tak saling bertemu dan menyapa. Karena memang sejak Sophia menikah Kevin belum pernah pulang sama sekali ke rumah orang tuanya. Dan kini dia malah muncul tanpa kabar berita.


" Apa kabar mu? tanya Kevin masih dalam pelukan Sophia.


" Kabar baik! balas Sophia.


Sophia lalu menarik tangan Kevin dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Wajah Sophia nampak sumringah. Terpancar gurat kebahagiaan disana.


Kevin memandang sekeliling rumah itu. Rumah yang cukup besar dan mewah. Seorang direktur perusahaan dan kaya raya tentu saja punya rumah sebagus itu. Dan Sophia pasti diperlakukan dengan baik melihat keadaannya yang tidak kekurangan sesuatu apapun.


Kevin terfokus pada photo weeding dan photo keluarga kecil Sophia yang dipajang di dinding rumah itu. Begitu serasi dan harmonis. Aura kebahagiaan benar-benar terpancar dari senyum dan wajah mereka.


Sophia nampak sangat cantik dan manis di photo itu. Tapi di mata Kevin Sophia selalu menjadi wanita yang cantik dan manis.


" Suamimu dan Mateo dimana? Tanya Kevin melihat suasana rumah sebesar itu begitu sepi.


" Stephen sedang dikantor dan Mateo masih disekolah.! jawab Sophia. Mendengar perkataan Sophia, Kevin hanya membalasnya dengan senyuman. Sophia pun balas tersenyum. Dan ketika melihat senyum Sophia, betapa berdebar-debar jantung Kevin. Sama seperti dulu, senyum Sophia selalu mendebarkan baginya. Senyum yang sangat disukainya sejak dulu.


Tapi kini pemilik senyum itu telah menjadi milik orang lain.


" Tapi kenapa kamu baru muncul sekarang? Kenapa kamu tidak pernah pulang ke rumah? Ibu bilang kamu sudah lama tidak pulang-pulang! protes Sophia.


" Aku sedang fokus dengan proyek baruku. Jadi sedikit lebih sibuk dari biasanya! ucap Kevin dengan sedikit berbohong. Karena itu bukan alasan yang sebenarnya.

__ADS_1


" Tapi kata ibu, kamu juga semakin jarang datang ke rumah. Dan anak-anak juga sangat merindukanmu! balas Kevin.


" Iya, aku juga sangat merindukan mereka. Hanya saja Stephen masih sibuk dikantor jadi belum sempat untuk datang ke rumah Ibu. Aku minta maaf!


" Hei, kenapa minta maaf! seru Kevin.


Sophia pun tersenyum tapi dengan rasa bersalah. Memang sejak menikah, bisa dihitung dengan jari sudah berapa kali mereka berkunjung ke rumah Ibu dan juga melihat anak-anak yang begitu bahagia. Dan entah mengapa selalu saja ada halangan jika Sophia berkeinginan untuk pergi mengunjungi Ibu Maria dan anak-anak.


" Tapi aku mau bertanya satu hal sama kamu. Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu ?


Pertanyaan yang cukup menohok. Kalau mau jujur selama ini Sophia merasa bahagia dengan pernikahannya. Stephen sangat mencintainya dan menyayanginya. Apalagi ada Mateo yang selalu memberinya kebahagiaan. Tapi belakangan ini semenjak kehadiran wanita itu, perasaan Sophia mulai diliputi kekhawatiran. Hatinya selalu merasa was-was dan tidak tenang.


Namun Sophia sadar jika urusan rumah tangganya adalah tanggung jawabnya. Apapun yang terjadi tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Isi dapur dalam rumah tangga jangan sampai diketahui oleh orang lain karena belum tentu mereka bisa membantu. Bahkan bisa saja campur tangan orang lain hanya akan menambah permasalahan dalam rumah tangga.


" Menurut kamu bagaimana? Seperti yang kamu lihat. Apa aku terlihat kurang bahagia? Penampilanku kurang meyakinkankah? Sophia balik bertanya.


Kevin tersenyum terenyuh. Memang terlihat dari luar, secara fisik Sophia nampak bahagia. Tak ada gurat kesedihan ataupun penderitaan. Dan seperti yang diketahuinya, Stephen sejak dulu sangat mencintai Sophia. Tak pernah sekalipun Stephen menyakiti hati Sophia atau mungkin membuatnya bersedih. Tak perlu ditanya sekalipun dia sudah tahu jawabannya.


" Oh iya, kamu pasti haus kan. Aku ambilkan air minum dulu ya! Atau kamu mau minum apa? Tanya Sophia berbasa basi sebagai bentuk sopan santun tuan rumah kepada tamunya.


" Air mineral saja. Kebetulan aku memang haus banget.! jujur Kevin.


Saat sedang fokus melihat photo kebersamaan mereka bertiga, Sophia lalu muncul dengan segelas air ditangannya.


" Minum dulu Vin! ajak Sophia.


Kevin menoleh kemudian kembali ke tempat duduknya.


" Makasih! Kevin langsung meminum air pemberian Sophia.


Setelah rasa hausnya terobati, Kevin kemudian berkata, " Sebenarnya kedatanganku kali ini karena permintaan Ibu!


"Oh ya,! Apakah terjadi sesuatu dengan Ibu ? tanya Sophia sedikit khawatir.


" Tidak. Ibu baik-baik saja. Ibu hanya sedang merindukan sesuatu!


" Merindukan sesuatu? Apa itu? Sophia terlihat penasaran.

__ADS_1


" Rindu punya menantu dan cucu! ucap Kevin sambil tersenyum


Sophia pun membalas dengan senyum lucu.


" Sepertinya itu harus kamu kabulkan. Secepatnya! propokasi Sophia mendukung kerinduan Ibu Maria.


" Kamu memang satu kubu dengan Ibu. Aku tidak terkejut mendengarnya.! ujar Kevin.


Sophia tertawa bahagia. Melihat tawa itu ada kebahagiaan yang menilisik dalam hati Kevin. Sudah cukup lama tawa itu menghilang dari pandangannya. Dan ini kali pertama dia bisa melihat tawa itu lagi.


Mereka berdua pun mulai saling bercerita. Berbagi kisah selama mereka hidup terpisah. Banyak peristiwa dan kejadian yang mereka alami masing-masing. Ada tawa, canda dan bahagia. Namun ada satu bagian kisah yang tidak dapat diceritakan oleh Kevin maupun Sophia. Selalu ada rahasia yang tak dapat diungkapkan.


Kevin dan Sophia sedang asyik berbagi cerita dan kemudian Mateo muncul baru pulang dari sekolah.


" Mama... aku pulang ! teriak Mateo sambil berlari ke arah Sophia. Dipeluknya ibunya itu dengan gembira. Mateo belum sadar jika ada orang lain disana selain ibunya.


" Wah, Mateo sudah semakin besar sekarang ya! ucap Kevin. Mateo sedikit kaget ketika mendengar suara asing di dalam rumahnya.


Mateo melirik ke arah sumber suara dan ketika dilihatnya siapa pemilik suara itu senyumnya mengembang lebar.


" Om Kevin! teriaknya girang. Mateo pun langsung menghambur ke dalam pelukan Kevin. Kevin pun membalas pelukan itu dengan erat. Tak disangkanya Mateo masih mengingatnya dengan begitu jelas.


" Om kemana saja. Kenapa selama ini Mateo nggk pernah lihat om lagi? cerocos Kevin saking bahagianya melihat kemunculan Kevin.


" Mateo rindu om ya?


" Iya dong, Mateo rindu sekali dengan om. Mateo pikir om sudah lupa dengan Mateo, makanya om nggk datang mengunjungi Mateo! ungkap hati Mateo.


" Maafkan om ya. Om sibuk banget. Banyak pekerjaan yang harus om selesaikan. Jadi nggk sempat kunjungi Mateo! jawab Kevin sedikit berbohong.


" Kenapa orang dewasa selalu beralasan sibuk dan sibuk sehingga melupakan orang lain! protesnya.


Sophia dan Kevin saling melirik. Menghadapi Mateo tidak sama seperti menghadapi anak kecil pada umumnya. Mateo termasuk anak yang sedikit istimewa. Harus bersikap hati-hati saat berbicara ataupun bertindak dihadapannya.


" Om betul-betul minta maaf. Tapi om memang sibuk sekali. Lain kali om janji akan lebih sering mengunjungi Mateo. Ok! janji Kevin kepada Mateo.


" Mateo pegang janji om.! balas Mateo layaknya seperti orang dewasa.

__ADS_1


Kevin mengangguk mengiyakannya.


__ADS_2