
Maya yang tiba-tiba datang membawa beberapa orang yang mengaku sebagai pejabat negara dari dinas sosial, bermaksud untuk membawa Mateo 'kembali ke rumah Ibu kandungnya. Selembar dokumen palsu menjadi bukti bahwa hak asuh Mateo dikembalikan kepada Ibu kandungnya.
Bu Maria yang kurang paham akan hukum tidak tahu harus mengomentari apa untuk membela dirinya. Apalagi dirinya hanya seorang diri ditempat itu. Sophia sedang ada di kantor bersama Stephen. Dan Kevin masih berada di luar kota.
Bu Maria pun segera menghubungi Sophia. Tapi entah mengapa nomornya tidak dapat dihubungi. Bu Maria bingung harus menghubungi siapa lagi.l
" Tolong, Nyonya panggil Mateo untuk datang ketempat ini! perintah salah seorang dari pejabat tersebut.
" Baik pak. Mohon tunggu sebentar.! Bu Maria pergi meninggalkan mereka dan mencari-cari Mateo.
Ketiga orang tersebut saling melirik dengan tatapan licik kemenangan.
Tidak berapa lama kemudian, Bu Maria bersama dengan Mateo memasuki ruangan itu. Mateo menggenggam erat tangan Bu Maria dengan kedua tangannya. Seakan-akan dia tidak mau melepaskannya. Apalagi setelah melihat wajah Maya, ada rasa tidak senang dalam hatinya.
Bu Maria lalu mengajak Mateo untuk duduk. Mateo tetap mengekori kemanapun Bu Maria melangkah.
Kemudian Bu Maria berkata kepada Mateo.
" Sayang, beri salam untuk mama kamu!
Mateo melirik ke wajah wanita itu. Wanita yang mengaku sebagai ibu kandungnya tetapi rela membuangnya. Mateo masih ingat dengan jelas wajah wanita didepannya itu. Dia masih ingat dengan jelas bagaimana perlakuan wanita itu kepadanya saat mereka masih tinggal bersama. Sedikitpun dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Selama 5 tahun dia tinggal bersama dengan wanita yang tidak pernah menghiraukannya walau hanya untuk sedetikpun.
Selama itu Mateo hanya hidup sebatang kara. Hanya seorang baby sister yang ditugaskan untuk merawat dan menjaganya. Dan baby sisternya itu pun memperlakukannya dengan tidak baik, hanya sekedar menjaganya karena digaji saja.
Mateo yang masih kecil yang seharusnya butuh perhatian dan kasih sayang malah diperlakukan tidak layak sebagaimana seorang anak. Karena itulah hatinya sangat benci tinggal di rumah itu. Dan ketika neneknya membawanya ke Panti asuhan hatinya sangat senang karena bisa terlepas dari keluarga itu.
Mateo hanya melihat wanita itu saja, tanpa reaksi sama sekali. Mateo tidak menurut apa yang di perintahkan oleh Bu Maria. Bukan karena dia anak yang nakal dan tidak penurut tetapi karena wanita yang ada dihadapannya itu adalah wanita yang tidak disukainya.
" Sayang, jadi anak yang baik dan sopan. Mama Sophia kan mengajarkan Mateo untuk jadi anak yang baik, Kalau mama Sophia tahu Mateo tidak menuruti apa yang diajarkan mama Sophia pasti mama Sophia hatinya sedih.! Bu maria berusaha untuk mendamaikan hati Mateo agar tidak ada dendam dihatinya.
Mendengar nasehat Bu Maria, Mateo pun segera menundukkan kepalanya dan memberi salam kepada Maya. Tanpa suara hanya anggukan kepala.
__ADS_1
Maya yang melihatnya sedikit tersinggung karena dia merasa tidak dianggap sama sekali oleh bocah itu. Bahkan ketika Bu Maria menyebut nama Mama Sophia ada rasa jengkel dalam hatinya.
" Kenapa wanita itu yang dipanggil dengan sebutan mama padahal aku yang melahirkan Mateo! Jengkel dan kesal memenuhi hati dan benaknya.
Tapi dia harus berpura-pura bersikap baik agar dia mendapat simpatik dari Mateo.
" Mateo sayang, maafkan mama jika selama ini mama tidak datang menjemput kamu! Selama ini mama sangat sedih dan sangat merindukan Mateo. Mama menyesal karena membiarkan nenekmu memisahkan kamu dari mama! Maya berakting layaknya ratu drama. Tapi sayangnya aktingnya sangat buruk. Anak kecil saja bisa melihat dengan lebih baik.
Kemudian salah seorang dari pegawai dinas sosial palsu itu menyampaikan sesuatu kepada Ibu Maria.
" Baiklah Nyonya. Berdasarkan surat keputusan dari pengadilan dan Dinas Sosial, maka Nyonya Maya sebagai ibu kandung dari anak Mateo memperoleh haknya untuk merawat dan membesarkan anaknya. Karena selama ini Nyonya Maya telah di tipu oleh ibunya sendiri dengan memisahkan ibu dan anak.!
Penjelasan dari pegawai tersebut memang agak sedikit aneh, akan tetapi Bu Maria tidak tahu harus mengatakan apa. Sebagai orang yang awam tentang hukum-hukum di negeri ini, membuatnya tidak mampu untuk membela dirinya.
Dalam surat tersebut dengan jelas dan gamblang disebutkan jika Maya sebagai ibu kandung dari Mateo mempunyai hak dan kewajiban untuk merawat, mendidik dan membesarkan putranya Mateo. Karena Mateo masih dibawah umur dan hak asuh harus diserahkan kepada ibu kandungnya.
Tanpa memeriksa terlebih dahulu sebab musabab kenapa Mateo ada di Panti Asuhan, tiba-tiba muncul surat keputusan seperti itu, seolah-olah Maya adalah korban yang dirugikan karena peristiwa ini.
Bu Maria sangat terkejut. Karena keputusan ini terlalu mendadak. Bagaimana mungkin mereka datang lalu akan membawa Mateo begitu saja.
"Itu tidak benar sama sekali. Kalian tidak bisa melakukan hal ini dengan semena-mena. Anda semua datang dengan tiba-tiba dan ingin membawa Mateo begitu saja. Tentu saja kami tidak akan diam saja menerimanya.! Bu Maria mencoba untuk melawan dan mempertahankan Mateo.
" Dengan sangat saya menolak permintaan anda. Saya tidak peduli sekalipun anda membawa surat apapun itu namanya! tolak Bu Maria dengan tegas.
" Nyonya tidak bisa berbuat demikian karena itu adalah melanggar hukum. Nyonya bisa dituntut karena hal itu! ancam mereka.
Tapi Bu Maria tidak takut atau gentar sama sekali.
"Saya tidak takut dengan ancaman kalian. Mateo adalah anak saya, sebagai orang tua bagi Mateo saya tidak akan membiarkan Mateo jatuh kepada orang-orang jahat seperti kalian.!
Mereka bertiga nampak ciut. Tapi mereka berusaha tampil dengan lebih garang dan meyakinkan.
__ADS_1
" Apa anda tidak takut di penjara karena melawan hukum? ucap salah seorang dari mereka dengan keras dan kasar.
" Saya tidak takut. Lagipula anda belum bertanya kepada Mateo apakah dia bersedia ikut dengan kalian? Kalian tidak bisa mengabaikannya begitu saja karena Mateo juga punya hak untuk menentukan kepada siapa dia akan ikut! Bela Bu Maria mempertahankan Mateo.
" Mateo masih dibawah umur, jadi pendapatnya tidak dapat dijadikan sebagai suatu alasan atau keputusan.! ujar salah seorang dari pegawai palsu tersebut.
" Mateo memang masih kecil, tetapi dia sudah mampu untuk membuat sebuah keputusan bagi hidupnya sendiri.! Bu Maria masih tetap pada pendiriannya.
" Dan sebagai orang dewasa seharusnya anda sekalian harusnya juga mendengarkan apa pendapatnya! Bu Maria menatap ketiga orang itu dengan tatapan tajam.
Dengan percaya diri Maya pun berkata,
" Oke, anda benar. Mari kita tanyakan pendapat Mateo. Sebagai ibu kandungnya saya sangat yakin jika dia pasti memilih ibu kandungnya. Ibu yang sudah melahirkannya ke dunia ini! Wajah angkuhnya menunjukkan jika dia sebagai ibu kandung pasti akan memenangkan hati anak itu.
Bu Maria lalu menatap Mateo. Mateo pun balas menatap Bu Maria. Selama perbincangan tersebut dia hanya diam tetapi dia mengerti dengan jelas apa yang dibicarakan oleh orang-orang dewasa itu.
Bu Maria menangkup wajah Mateo dengan kedua tangannya.
" Mateo sayang, Ibu akan bertanya dan Mateo boleh jawab dengan sejujur-jujurnya apa yang ada dalam hatimu!
Mateo mengangguk pertanda ia mengerti.
Tiba-tiba Maya menyela pembicaraan Bu Maria dan Mateo.
"Maaf Nyonya, tapi sebelumnya saya ingin berbicara empat mata dengan Mateo!
Bu Maria merasa aneh dengan permintaan tersebut. Tapi dia juga tidak bisa menolaknya.
Dengan terpaksa Bu Maria mengiyakan permintaan wanita tersebut.
Bu Maria diikuti oleh kedua pria itu, keluar dari ruangan itu dan membiarkan ibu dan anak itu untuk berbicara..
__ADS_1
Meski perasaan Bu Maria tidak tenang, tapi dia percaya Mateo akan baik-baik saja. Tuhan tidak akan membiarkan anak itu dicelakai oleh wanita itu. Apalagi Mateo adalah anak yang pintar dan pemberani.