
Tak berapa lama kemudian Maya muncul dihadapan mereka. Meski wanita itu dilanda ketakutan, dengan sangat terpaksa diberanikannya dirinya untuk menemui orang-orang itu. Dalam keadaan genting seperti ini ternyata didalam hatinya masih ingat untuk berdoa kepada Tuhannya.
Maya melihat ke arah Stephen. Tatapan pria itu seakan hendak menerkamnya dan menelannya bulat-bulat. Maya pun melangkah sambil menundukkan kepalanya. Maya duduk di sofa yang masih kosong. Berusaha tegar tapi tubuh gemetaran.
" Nyonya Maya....! suara Stephen tegas dan berkarakter. Mendengar suara itu Maya ketakutan dan rasanya ingin menguburkan dirinya di dalam kubur saja.
" Kami tidak perlu menjelaskan apa maksud kedatangan kami kemari. Karena anda pastinya sudah tahu dan mengerti bukan? lanjut salah seorang dari antara orang suruhan Stephen itu.
" Dan kami berharap anda bersedia untuk diajak kerja sama! lanjutnya kemudian dengan tegas dan bernada ancaman.
" Saya tidak mengerti apa yang anda maksudkan? bantah Maya berpura-pura.
Dalam kondisi tegang dan menakutkan seperti ini, otaknya masih aja bekerja untuk berkata bohong.
" Anda tidak perlu berpura-pura tidak tahu apa yang kami maksudkan. Jelas-jelas anda sudah melakukan tindakan kriminal dengan membuat dokumen palsu.! Mendengar penjelasan dari suruhan Stephen membuat nyali Maya menjadi ciut.
" Sial..... dari mana mereka tahu jika dokumen itu palsu.? rutuk Maya dalam benaknya.
" Dokumen apa yang kalian maksud? bantah Maya berusaha untuk menutupi kebohongannya.
" Dokumen surat hak asuh Mateo yang anda bawa adalah palsu. Pejabat kami sudah memeriksanya di kantor pengadilan, surat itu sama sekali tidak pernah dikeluarkan oleh pengadilan. Yang artinya anda telah memalsukan dokumen tersebut.! ucap orang itu dengan sangat meyakinkan.
Wajah Maya menjadi pucat pasi karena ketakutan. Dia tidak pernah menyangka perbuatannya akan terbongkar secepat ini. Rencana yang masih dalam proses itu tidak akan pernah terjadi. Hanya akan menjadi tinggal rencana.
Terdengar bunyi pesan masuk di ponsel Stephen. Stephen segera memeriksanya. Pesan dari anak buahnya.
" Tuan, kami sudah menemukan anak itu. Aman di tangan kami!
Bunyi pesan tersebut.
" Bawa anak itu segera kemari! balas Stephen lewat ponselnya.
Lima menit kemudian muncul anak buah Stephen bersama dengan Mateo.
Anak itu terlihat pucat dan kurus. Sinar matanya tak secerah dulu saat bersama dengan Sophia.
__ADS_1
Melihat Stephen ada disana, Mateo segera berlari dan memeluk pria tampan itu.
Stephen pun membalas pelukan Mateo dengan hangat, lembut dan penuh kasih sayang. Mateo sangat merasa bahagia, merasa aman dan nyaman.
Melihat adegan mengharukan itu ternyata mampu mengusik hati Maya. Nampak netranya berkaca-kaca. Tapi rasa haru itu hanyalah sesaat. Sedetik kemudian...
" Ini kesempatan untukku! otak liciknya mulai bermain.
" Mateo sayang, apa kamu bahagia bertemu dengan Ayah kandungmu? Ibu senang kamu bisa bertemu lagi dengan ayah kandungmu. Maafkan ibu karena baru bisa mempertemukan kalian sekarang ! Sandiwara Maya memang begitu hebat dan apik. Entah terbuat dari apa otaknya itu sehingga mampu memikirkan ide barusan.
Stephen pun terkejut dengan ucapan wanita ular itu. Dia mampu membuat keadaan seolah berbalik kepadanya.
Dan Mateo yang tidak mengerti maksud perkataan ibunya itu mencoba memahaminya dalam otak kecilnya itu.
Maya kembali memulai aktingnya.
" Ibu sudah lama menunggu hari ini akan terjadi. Selama ini ibu selalu berusaha agar kamu bisa segera bertemu dengan Ayah kandungmu. Tetapi banyak rintangan yang harus ibu lalui. Selama ini ibu sangat menderita.! Maya menunjukkan senyum duka diwajahnya. Senyum kepalsuan.
Stephen menatap wajah itu dengan sorotan tajam. Ingin rasanya ia melenyapkan wanita yang ada dihadapannya itu. Mengapa dulu dia bisa berhubungan dengan wanita seperti dia?
Mateo melonggarkan pelukannya dari Stephen. Pandangannya beralih kepada Maya. Terlukis tanda tanya di wajahnya setelah mendengarkan ucapan ibunya itu.
" Apa maksud ibu? Siapa ayah kandung Mateo sebenarnya?
Maya tersenyum senang karena anaknya itu memanggilnya dengan sebutan ibu.
" Mateo sayang, pria yang ada dihadapanmu sekarang ini adalah ayah kandungmu. Tuan Stephen Wijaya, dia ayah kandungmu, Mateo Michael Wijaya.! Semua perkataan Maya itu memang benar adanya. Dalam hal ini dia tidak berbohong.
Mateo menatap wajah Stephen. Meminta penjelasan dari pihaknya.
Stephen menghela napasnya. Sebenarnya hatinya merasa bahagia karena mengetahui jika Mateo adalah anak kandungnya. Tapi ada yang mengganjal dihatinya karena kelahiran anak itu terjadi karena sebuah kesalahan. Bagaimana perasaan Mateo jika dia tahu yang sebenarnya? Mengapa dia ada di dunia ini.? Hadirnya bukan karena rasa cinta antara ayah dan ibunya. Tetapi karena hanya nafsu sesaat yang tidak diinginkan.
Seandainya Mateo bertanya apa yang sebenarnya terjadi, apa yang harus dijawab olehnya? Anak itu pasti akan terluka bathin.
Stephen meraih tubuh Mateo dan merangkulnya dalam pelukannya.
__ADS_1
"Mateo sayang, maafkan ayah karena selama ini membiarkan Mateo sendirian. Maafkan ayah tidak pernah ada untuk menjaga dan melindungi Mateo. Tapi Mateo harus tahu jika ayah sangat menyayangi Mateo. Ayah sangat menyayangi Mateo. Sama seperti Mama Sophia yang selalu menyayangi Mateo! Ucap Stephen mencoba memberi pengertian kepada bocah itu.
Mendengar nama Sophia yang disebutkan oleh Stephen, Maya menjadi marah dan tidak terima, karena ibu kandung Mateo adalah dia bukan Sophia. Dia yang mengandung Mateo selama 9 bulan dan melahirkannya dengan penuh perjuangan antara hidup dan mati.
" Aku Ibu kandungnya. Aku yang mengandung dan melahirkannya, kenapa Sophia yang harus menerima kehormatan itu.? Ekspresi Maya yang emosi dan marah.
" Kalau kamu adalah ibu yang baik, kamu tidak akan membuang anakmu sendiri.! Stephen mengingatkannya atas perbuatannya kepada Mateo selama ini.
"Aku tidak pernah membuang anakku. Itu perbuatan Ibuku. Bukan aku! Maya berusaha membela dirinya dengan melemparkan kesalahan kepada ibunya sendiri.
" Kamu tidak perlu membela dirimu dengan kebohongan. Siapapun pasti tahu kamu ibu seperti apa? Demi uang dan kemewahan kamu rela membuang anakmu sendiri yang kamu anggap hanya bisa merugikan dirimu.! ungkap Stephen. Lanjutnya lagi,
" Dan sekarang kamu berusaha untuk merebut Mateo dari Sophia setelah mengetahui kalau Mateo bisa menghasilkan uang yang banyak. Kamu berencana menggunaka Mateo untuk mendapatkan uang dariku. Karena kamu yakin jika aku pasti akan menerima Mateo sebagai anakku, karena Mateo adalah darah dagingku. Karena Keluarga Wijaya tidak akan pernah menolak darah dagingnya sendiri. Itu rencana kamu kan? Maya terdiam mendengarkan semua perkataan Stephen. Dia terdiam tak dapat berkata-kata lagi. Karena apa yang diucapkan oleh pria itu adalah kenyataan.
" Mateo sayang, sekarang kita pulang ya, Mama Sophia sangat rindu sama Mateo. Mama Sophia pasti senang sekali.! Stephen menggendongnya dan membawanya pergi dari sana. Maya hanya bisa terdiam. Tak berdaya sama sekali. Sedangkan orang-orang suruhan Stephen masih berada di sana.
Salah seorang dari mereka mengeluarkan sebuah cek dan langsung diserahkan kepada Maya. Tertulis di sana nominal sebesar seratus juta rupiah.
" Tuan Stephen tidak akan perhitungan lagi dengan anda. Anggap saja masalah ini sudah selesai. Dan anda tidak perlu khawatir karena anda sebagai ibu kandung Tuan Muda Mateo anda berhak untuk mendapatkannya!
Maya terbelalak melihat jumlah uang sebanyak itu. Dia tidak menyangka jika dia akan memperoleh uang sebanyak itu. Dia mengira dia tidak akan mendapatkan apapun. Tak disangka-sangka ternyata Stephen masih punya hati nurani.
Maya hanya diam memandangi cek yang ada ditangannya itu. Tapi sesungguhnya hatinya bersorak sorai karena mendapatkan uang yang sangat banyak. Tentu saja dia tidak menunjukkannya dihadapan mereka. Seserakah apapun dia, dia masih punya rasa malu.
Orang-orang itu pun mengundurkan diri dan meninggalkan Maya yang masih terdiam dalam pikirannya sendiri. Namun setelah beberapa saat, ketika orang-orang itu sudah tak terlihat lagi wujudnya disana, Maya langsung melonjak-lonjak kegirangan. Dia berlari kesana lemari sambil menari-nari seperti orang gila yang kehilangan kesadarannya.
Seandainya divideokan dan di share lewat media sosial pasti akan langsung viral dan jadi tranding topik.
Sedangkan Stephen dan Mateo yang kini sedang duduk di dalam mobil menuju ke rumah Stephen, duduk terdiam, hening tanpa ada perbincangan diantara mereka. Mereka seakan tidak tahu harus memulai pembicaran dari mana. Ayah dan anak itu memang memiliki sifat dan karakter yang hampir sama.
Entah kenapa seperti ada ketegangan dan segan dalam diri mereka. Setelah kebenaran sudah terungkap seperti ada yang mengganjal di hati mereka. Kaku dan bingung. Mungkin karena masih sedikit shock dengan kenyataan yang baru saja didengarnya. Orang yang selama ini ada didekatnya, yang sudah dianggapnya seperti Ayahnya sendiri karena rasa sayang yang ada di hatinya. Tapi setelah mengetahui kenyataannya jika pria itu sesungguhnya adalah ayah kandungnya terasa berbeda sekali.
Mungkin itu hanya perasaan sesaat saja karena merasa terkejut.
Stephen lalu meraih bahu Mateo dan membawanya mendekat kepadanya. Mateo menurut saja dengan tindakan ayahnya itu.
__ADS_1
Dibelainya kepala anak itu dengan kasih sayang. Mateo pun menikmati perlakuan ayahnya itu.
Karena dalam hati kecilnya yang paling terdalam, Mateo sangat bahagia mengetahui jika Stephen adalah ayah kandungnya. Namun dia tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa ayahnya itu pernah membiarkannya hidup dalam penderitaan. Dan dia membutuhkan penjelasan mengapa ayahnya itu pernah meninggalkannya?