Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Sang Istri


__ADS_3

Stephen terbangun dari tidurnya. Tubuhnya masih terasa berat dan lelah. Saatnya netranya terbuka dan melihat wajah tidur Mateo di hadapannya, dia agak terkejut. Untuk sesaat dia lupa jikalau Mateo sudah tinggal bersamanya. Setelah sadar dan ingat kalau kemarin malam dia telah menikah dengan Sophia. Yang artinya mereka tentunya tinggal bersama sekarang. Sophia dan Mateo. Lalu dia mencari sosok Sophia di dalam kamar itu karena dia tidak melihatnya di atas tempat tidurnya.


Pagi-pagi sekali Sophia sudah bangun. Dia sama terkejutnya dengan Stephen ketika dia baru saja membukakan matanya. Dia heran mengapa Stephen ada di tempat tidur bersama dengannya. Setelah dia ingat dia baru sadar. Jika kini mereka adalah suami istri.


Dia pun bangkit dari peraduannya dan pergi menuju dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya itu.


Saat sibuk sendirian di dapur, ternyata Stephen malah menontonnya dari balik pintu. Mulai pagi ini akan ada suasana berbeda di rumah itu.


Bunyi penggorengan dari dapur akan terdengar setiap hari. Aroma masakan akan tercium dengan wanginya. Akan ada yang melayaninya setiap hari. Namun bukan melayani layaknya seorang pembantu. Akan tetapi bukan berarti Sophia jadi pelayan di rumah itu. Sebagai seorang istri dia harus melayani suaminya. Dan sebagai seorang ibu dia pun harus melayani anak-anaknya. Dan pelayanan itu dilakukan karena cinta.


Stephen merasa ada yang berbeda dengan suasana rumah pagi ini dan suasananya terasa sangat menyenangkan. Beginilah rasanya bila sudah menikah, mempunyai istri dan anak bahkan tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk menantikan kehadiran seorang anak. Karena mereka sudah punya Mateo.


Perlahan-lahan Stephen berjalan mendekati Sophia. Sophia yang sibuk membersihkan peralatan dapur yang digunakannya barusan, tidak menduga jika Stephen suaminya itu sedang melangkah di belakangnya.


Stephen pun langsung merangkul pinggangnya Sophia yang membuat Sophia sedikit terkejut karena menerima perlakuan mesra yang tiba-tiba dari suaminya itu. Stephen meletakkan kepalanya di atas bahu Sophia. Tanpa sepatah katapun Stephen hanya memandangi wajah sang istri. Ada sensasi tersendiri melihat wajah sang istri saat bangun dari tidur seperti ini.


Tanpa make up, polos dan alami nampak begitu menggairahkan baginya. Dengan wajah natural begitu, Stephen melihat kecantikan yang alami dari sang istri. Membuatnya semakin suka dan sayang.


Stephen yang bersikap manja pagi-pagi seperti ini memang sangat menggemaskan. Bahkan sepertinya lebih menggemaskan dari Mateo.


Membayangkan hal itu membuat Sophia senyum-senyum sendiri.


Melihat Sophia tersenyum manyun seperti itu membuat Stephen jadi penasaran.


" Kok senyum-senyum sih sayang? tanyanya dengan penasaran.


" Nggak papa kok Mas ! jawab Sophia berusaha mengalihkan pertanyaan suaminya itu.


" Sayang bohong kan ?


" Kok bohong sih. Aku nggk bohong loh Mas ! jawab Sophia.

__ADS_1


" Hemmmmm....!!


Sophia pun tertawa melihat tingkah lucu suaminya itu. Acara memasak pagi ini cukup terhibur dengan tingkah sang suami.


Mateo yang juga akhirnya terbangun dan mendapati tempat tidurnya kosong. Ayah dan mamanya tidak ada disana. Mateo pun turun dan mencari-cari keberadaan kedua orang tuanya itu.


Dan pada akhirnya Mateo melihat ayahnya dan mamanya sedang asyik berdua-duaan. Dan dirinya seakan terlupakan. Mateo pun berdiri mematung sambil melipat tangan di dadanya. Kemudian Mateo berkata kepada kedua insan manusia itu,


" Ayah... mama.... bisakah kita sarapan. Perut Mateo lapar nih!


Stephen dan Sophia sama-sama berbalik badan melihat ke arah Mateo.


" Anak mama sudah bangun ya !?


Stephen melepaskan rangkulannya dari Sophia, lalu mendekati Mateo. Diangkatnya tubuh kecil itu, dibawa kedalam pelukannya yang hangat.


" Anak ayah sudah bangun rupanya.! Diciuminya seluruh wajah Mateo berulang-ulang. Mateo pun berusaha menjauhkan wajahnya dari ciuman yang menggelikan baginya itu.


Sophia tertawa bahagia melihat kedua kesayangannya itu begitu dekat dan akrab. Mereka memang ayah dan anak kandung yang sudah terpisah selama bertahun-tahun. Tapi semua itu tidak membatasi rasa cinta dan kasih sayang diantar keduanya.


Sedangkan di tempat lain.


Maya terbangun dari tidur panjangnya di sebuah kamar hotel berbintang. Kepalanya sangat pusing sekali. Semalaman dia minum-minuman sampai mabuk dan lupa apa yang terjadi selanjutnya.


Sedangkan yang terjadi pagi ini adalah dirinya bangun dengan kondisi badan telanjang tanpa sehelai benang melekat di tubuhnya. Benar-benar polos. Antara sadar dan tidak sadar Maya melihat keselilingnya, tiada seorangpun ada disana. Hanya dirinya sendiri.


Maya pun mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam. Dia sedang menikmati alkohol di sebuah club seorang diri. Hampir setiap malam Maya pergi ke tempat seperti itu. Baginya minum alkohol adalah sesuatu hal yang begitu menyenangkan. Memberi kesenangan tersendiri baginya.


Apalagi saat ini dirinya merasa sebagai orang kaya dan punya banyak uang.


Saat sedang menikmati minumannya, seorang pria dewasa dan tampan mendekat ke arahnya.

__ADS_1


" Bolehkah saya ikut bergabung ? Sapa pria tampan itu.


Maya melirik ke arah sumber suara itu. Ditatapnya pria tampan itu. Dan hanya dengan mengangguk tatapan mata pria itu langsung mengerti.


Pria itu langsung duduk sangat dekat disamping Maya . Dan memesan minuman favoritnya kepada waitress. Sungguh malam ini yang diiringi dengan musik membuatnya semakin terhanyut ditambah pikirannya yang sudah mulai melayang kemana-mana.


Si pria tampan yang juga terlihat sangat aktif, setiap kali ada kesempatan dia berusaha untuk menyentuh tubuh Maya yang memang sangat menggoda.


"Maya pun terlihat menikmatinya sehingga semakin menunjukkan gerakan-gerakan yang semakin mengundang orang-orang yang melihatnya untuk tergoda kepadanya.


Dan pria tampan disampingnya itu ternyata cukup mudah untuk ditaklukkan sehingga dia semakin merapat dan tubuh mereka saling menyentuh dan merindukan belaian sayang.


Tak butuh waktu yang lama bagi mereka berdua untuk saling memahami maksud perkataan mereka masing-masing. Setelah gelas berisi alkohol itu mulai habis, mereka berdua pun beranjak dari sana.


Mereka saling bergandengan tangan, kemudian saling merangkul. Pria itu dalam setiap kesempatan mengecup kepala Maya dengan romantis sekali. Dan dibalas dengan ciuman pipi oleh Maya.


Dan akhirnya tempat yang mereka inginkan adalah sebuah kamar hotel. Dalam kondisi yang sebenarnya tidak sadar lagi karena pengaruh alkohol,,


Setelah menyewa satu kamar hotel mewah, Maya dan pria tampan itupun tidak sabaran lagi untuk sampai dikamar yang mereka pesan. Hasrat mereka sepertinya sudah mulai membara dan tak tertahankan lagi. Bahkan di dalam lift menuju lantai atas tempat kamar yang akan mereka tempati, Maya dan pria itu saling berpelukan mesra. Tangan pria tampan itu tak henti-hentinya meraba-raba seluruh tubuh Maya. Sedangkan Maya membalasnya dengan senyuman nakal dan manja. Tangannya juga sibuk membelai wajah tampan yang ada dihadapannya itu.


Pintu lift terbuka, mereka berdua lalu keluar dan mencari nomor kamar yang telah mereka pesan.


Tak butuh waktu lama, pria tampan itu segera membuka pintu kamar mereka. Mereka berdua langsung masuk kedalam kamar. Dan baru saja pintu di tutup, pria ini langsung menyerbu bibir ranum milik Maya. Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi ingin merasakan nikmatnya bibir wanita cantik itu, Maya sang Janda kembang.


Maya pun tak membiarkan pria tampan itu bermain sendiri. Dengan kemampuan dan pengalamannya, Mayapun membalas setiap ciuman panas yang dilancarkan oleh pria itu.


Dan akhirnya yang terjadi malam itu adalah adegan panas yang tidak lulus sensor. Tidak layak dipertontonkan untuk anak dibawah umur.


Maya yang telah lama tidak menikmati kenikmatan duniawi tentunya merasakan kerinduan yang amat sangat dalam dirinya. Dan ketika sebuah kesempatan seperti ini datang tentu takkan disia-siakannya.


Toh mereka berdua sama-sama menginginkannya. Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Malam yang panjang..untuk dua insan yang sama-sama merindukannya. Malam yang dinodai dengan banjir keringat dan ******* kelelahan dari keduanya.

__ADS_1


Hingga pertahanan itu akhirnya jebol. Sungguh malam yang menyenangkan.


Sepertinya di malam ini, Maya telah melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya dalam hidupnya. Tanpa dia sadari dia telah menjerumuskan dirinya sendiri.


__ADS_2