
Setelah Maya sadar dan ingat semua kejadian yang terjadi tadi malam di kamar hotel itu bukannya membuat Maya menyesali apa yang telah terjadi. Dia malah kecewa karena tidak sempat mengenal pria ini lebih jauh. Bahkan nomornya ponselnya pun dia tidak tahu.
Bagaimana kelak dia bisa meminta pertanggungjawaban jika seandainya perbuatan mereka malam itu membuahkan janin di perutnya.?
Wajahnya pun dia tidak ingat sama sekali karena malam itu dia benar -benar mabuk sehingga tidak sadarkan diri. Kali ini memang keberuntungan tidak berpihak kepadanya. Kecewa. Benar-benar kecewa. Bukannya menyesali perbuatannya itu, Maya malah hanya kecewa karena tidak bisa menghubungi si pria itu lagi di masa depan.
Sophia sedang mempersiapkan Mateo yang hari ini akan masuk sekolah Elementary School. Bulan depan Mateo juga akan merayakan hari ulang tahun nya. Sophia sudah berencana akan merayakan ulang tahun Mateo bersama dengan teman-temannya di Panti asuhan. Stephen juga sangat setuju. Karena bagi mereka Panti tidak hanya sekedar sebuah tempat tinggal bagi anak-anak malang itu. Tetapi sudah seperti rumah bagi mereka terlebih lagi bagi Sophia dan Mateo. Karena di Panti itulah mereka pertama kali bertemu.
Mateo terlihat tampan dengannya seragam sekolah barunya.
Mateo Michael Wijaya
" Mama...!! panggil Mateo.
" Wahhhhh..... anak mama yang tampan! Sophia bahagia sekali melihat keceriaan di wajah Mateo.
Stephen yang sudah selesaį mengganti pakaian keluar dari kamar mandi ikut nimbrung bersama Ibu dan anak itu.
" Hanya anaknya aja yah yang tampan? Kalau ayahnya gimana nih? Stephen tidak mau kalah. Wajah tampan di tambah senyum yang manis.
Stephen Mark Diaz Wijaya
" Iya deh, ayah juga tampan. Keduanya sama-sama tampan. Dua jagoan mama semuanya tampan. Paling tampan sedunia.! puji Sophia.
Laudesta Vigilia Sophia
Mateo dan Stephen tertawa bahagia. Kemudian mereka saling bermain mata.
" Mama juga yang paling cantik sedunia! puji mereka kompak. Dan dengan kompak juga mereka mencium pipi Sophia. Satu di sebelah kanan dan satu lagi disebelah kiri. Mendapat ciuman sayang sungguh sangatlah istimewa. Sophia menutup kedua matanya merasakan dengan sepenuh hati kasih sayang dari dua orang pria yang telah mengisi hatinya.
Sophia begitu bahagianya. Kebahagiaan yang sempurna bersama dua orang yang sangat berharga dalam hidupnya.
Sejak pertemuan pertama hingga saat ini, Sophia bisa merasakan cinta yang tulus dari kedua insan ciptaan sang Pemilik Kehidupan ini.
Stephen duduk di belakang kemudi, Sophia yang ada disampingnya duduk dengan manis, lalu Mateo duduk di jok belakang. Sophia dan Stephen sudah sepakat akan selalu berusaha mengantar Mateo ke sekolah bersama-sama. Mereka ingin setiap waktu moment kebersamaan akan mereka hargai. Karena manusia tidak tahu kapan waktunya tiba akan datang perpisahan yang meski kita sendiri tidak menginginkannya.
__ADS_1
Karena itu harus bisa menggunakan waktu yang ada dengan sebaiknya. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.
Lima belas menit kemudian, Mateo tiba di sekolah. Sophia dan Stephen ikut menghantar Mateo sampai ke gerbang sekolah. Seorang Bu Guru sedang berjaga di depan gerbang menyambut murid-murid yang baru diantar oleh orang tua mereka masing-masing.
" Selamat pagi..... Mateo! Sapa Bu Guru setelah melihat name tag Mateo yang di tempel di dadanya.
" Selamat pagi Bu Guru ! Sapa Mateo balik.
Bu Guru menunduk menyapa Sophia dan Stephen dan langsung dibalas kemudian dengan kompak oleh mereka berdua.
Mateo pun masuk ke dalam gedung sekolah yang dibantu oleh guru yang lain yang juga berjaga disana menyambut murid-murid yang baru datang ke sekolah. Pandangan mereka berdua tak lepas dari Mateo. Hingga anak itu hilang dari pandangan mereka baru mereka beranjak.
Dan ketika baru saja Stephen berbalik badan dengan menggandeng lengan Sophia, netranya tanpa sengaja beradu pandang dengan seorang wanita yang sangat dikenalnya yang membuat dirinya sedikit terkejut. Bersamanya seorang gadis kecil yang manis. Wanita ini juga terlihat terkejut melihat sosok Stephen ada di tempat itu.
Sophia melihat keduanya yang saling menatap satu sama lain. Tatapan yang tak biasa. Sophia bisa melihat sorot mata wanita itu memancarkan sinar kerinduan.
"Stephen!? Sapa wanita itu ragu.
" Tiara? Balas Stephen.
Wanita itu adalah Tiara, mantan pacar Stephen.
Tanpa sengaja netranya melihat genggaman tangan Stephen dan Sophia yang begitu mesranya.
" Saya baru mengantar anak saya sekolah? jawab Stephen.
Tiara kaget mendengar Stephen berkata demikian.
" Anak kamu? Tanya Tiara meragu dan tidak percaya dengannya apa yang didengarnya.
" Iya, anak saya. Oh ya kenalkan juga. Ini istri saya, Sophia ! Stephen dengan percaya diri dan tanpa ragu memperkenalkan Sophia kepada Tiara .
" Sayang, kenalkan dia Tiara, teman saya !
Sophia mengulurkan tangannya.
" Sophia !
Tiara pun menyambut uluran tangan itu dengan sedikit berat hati.
" Tiara !
__ADS_1
" Kalau begitu, kami pamit dulu ya. Permisi ! Tanpa menunggu berlama-lama, Stephen pun meninggalkan Tiara . Digandengnya Sophia dengan mesra. Entah sengaja atau tidak, dia tanpa malu dan segan menunjukkan kemesraannya bersama Sophia dihadapan Tiara. Melihatnya Tiara terlihat tidak suka. Dibuangnya pandangannya ke tempat lain tapi ekor matanya seakan masih ingin melihat walau hatinya benci.
" Stephen berubah sekali. Bahkan dia tidak bertanya sedikitpun tentang kabarku. Seolah-olah kami hanyalah sekedar teman biasa. ? Tanya Tiara pada dirinya sendiri. Hatinya diliputi berbagai pertanyaannya yang ingin sekali mendapatkan jawabannya.
Dan sangat diragukan memang. Bagaimana mungkin cinta yang dulu begitu dalam diantara mereka bisa hilang dalam sekejap saja. Apalagi dulu Stephen yang terkenal bucin kepada Tiara. Bahkan Stephen yang tidak bisa menerima ketika Tiara meminta break darinya. Namun setelah kehadiran Angela, mampu menggantikan cinta Tiara dihatinya.
Stephen jatuh hati kepada Angela karena sebenarnya memiliki kesamaan dengan Tiara. Stephen menganggap jika Angela adalah pengganti Tiara di hatinya.
Tapi kini yang ada dihadapannya jauh dari bayangannya. Pria itu bahkan sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Tiara pun penasaran siapa anak Stephen.? Dan satu sekolah dengan keponakannya yang cantik itu. Tiara harus tahu itu.
Tiara pun menghantarkan keponakannya itu kepada Bu Guru, lalu segera pergi dari sana.
Di dalam mobil Stephen.
" Mas, tadi itu teman sekolah mas dulu ya ? Tanya Sophia sedikit penasaran.
Stephen yang tiba-tiba diberondong pertanyaan seperti itu oleh Sophia tidak langsung menjawabnya. Dia berpikiran sejenak. Jangan sampai memberi jawaban yang salah yang dapat mengundang kesalah pahaman pada istrinya itu dan menyakiti perasaannya.
" Sebenarnya dia itu, mantan aku dulu sayang.! jawab Stephen berusaha untuk jujur.
" Ouhh... cantik ya! ucap Sophia santai.
Stephen pun bingung mendengar ucapan istrinya itu. Apa maksud dari perkataannya itu ?
" Tapi istriku lebih cantik kok ! Ucap Stephen mencoba menghangatkan suasana.
" Iya dong. Kalau aku tidak cantik kamu tidak mungkin meninggalkannya dan menikah sama aku! ujar Sophia diluar dugaan.
Stephen pun sangat terkejut. Dia tidak menyangka jika Sophia akan mengucapkan kata-kata seperti itu. Karena sepengetahuannya Sophia bukanlah tipe gadis yang suka memuji dirinya sendiri.
Tapi kemudian Stephen malah tersenyum. Dia senang karena istrinya itu mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Dia semakin kagum dan mencintai wanita yang sangat istimewa itu. Baginya kini Sophia adalah wanita sempurna dalam hidupnya.
" Kamu benar sayang. Kamu lebih cantik dari wanita manapun. Tapi aku mencintaimu dan menikah denganmu bukan karena kecantikan fisik. Tapi karena aku tahu hatimu yang sangat cantik. Aku suka itu.! Pujian dari Stephen bisa saja membuat Sophia menjadi sombong dan angkuh. Tapi bagi Sophia pujian itu adalah sebuah kata-kata yang memberinya rasa percaya diri untuk mengingatkan dirinya agar mencintai dan menghargai diri sendiri.
" Terima kasih sayang pujiannya. Tapi aku hanya wanita biasa yang suatu waktu juga bisa merasakan sakit, terluka dan marah. Hatiku juga bisa rapuh dan hancur.!
Stephen meraih tangan kiri Sophia, menggenggamnya hangat dan membelainya lembut.
" Bagiku dirimu selamanya akan menjadi wanitaku yang sempurna sayang. Dan aku berjanji semoga bisa menjaga dan mencintaimu seumur hidupku. Aku ingin menghabiskan seluruh waktu hidupku di dunia ini bersamamu dan juga Mateo. Menua bersama sampai rambut kita memutih, bermain menikmati hari tua bersama-sama cucu-cucu kita kelak. Betapa bahagianya hatiku membayangkan semua itu ! Ucap Stephen membayangkan hal-hal membahagiakan dalam hidupnya bersama Sophia kelak.
Mendengar penuturan Stephen, hati Sophia pun ikut bahagia. Hatinya bisa merasakan semua yang dikatakan oleh prianya itu. Bibirnya tersenyum manis mendengarkan sekaligus membayangkannya.
__ADS_1
" Semoga saja impian indah itu terkabul ! doanya dalam hati