
..."Membisu dalam riuhnya gejolak jiwa yang berteriak -teriak memekik kegelisahan. Gelombang amarahnya mengikat setiap gerak hati yang ingin memberontak dan mereformasi setiap sudut kehidupan yang telah lama terbelenggu. Langit tak lagi mengisahkan cerita di masa lalu yang haru biru, merah merona, bahkan hitam kelam. Hanya memandang sudut kosong tak bertuan. Ragaku berlari mengejar asa yang semakin jauh. tanpa berdaya aku merangkak, berguling dan terjatuh sampai tak bersisa daya dan upaya... jemari- jemari mungil menggerayangi membekaskan luka nan perih dan pedih. Simpul senyum mencoba mengurangi nyeri yang tak tertahan lagi..jawab apa yang mampu menghiburkan kesedihan jiwa ini???...
Hari yang di nanti penuh pengharapan dan kebahagiaan tiba sudah. Senja dengan gaun pengantin putih yang indah membalut di tubuhnya. Mahkota cantik menghias di kepalanya. Hari ini dia begitu cantik. Bahkan sangat cantik. Gaun putih itu sangat cocok di badannya.
Sophia memang pantas disebut sebagai seorang putri. Mereka berdua sangat cocok sekali, bila disandingkan. Sang pangeran dan sang putri. Hari ini semua mata terpaku kepada sepasang pengantin yang mengagumkan ini. Plus di tambah malaikat kecil yang mengawal keduanya menuju altar pernikahan. Imam yang memimpin pemberkatan pernikahan sudah menunggu di atas altar. Stephen dan Sophia melangkah menuju altar didampingi oleh Mateo dari belakang.
Upacara pemberkatan pun dimulai. Diawali dengan doa dari Imam yang menumpangkan berkat melalui tangannya di atas mereka berdua. Lalu Stephen mengucapkan janji nikahnya.
" Di hadapan Tuhan, di hadapan Imam, dan di hadapan saudara sekalian, saya Stephen Mark Diaz, menerima engkau Sophia Aurora menjadi istriku. Saya berjanji akan mencintai, melindungi dan menyayangi engkau seumur hidupku, dalam untung dan malang, dalam sakit dan sehat, dalam duka dan suka. Demikianlah janjiku semoga diberkati Tuhan. Amin!!
Akhirnya Stephen telah selesai mengucapkan janji sumpah pernikahannya dengan lantang dan tegas.
Kemudian dilanjutkan oleh Sophia yang mengucapkan janji nikahnya. Nampak netranya berkaca-kaca. Menahan rasa haru dihatinya.
" Di hadapan Tuhan, di hadapan Imam dan di hadapan saudara sekalian, saya Sophia Aurora, menerima engkau Stephen Mark Diaz sebagai suamiku. Saya berjanji akan mencintai, melindungi dan menyayangi engkau seumur hidupku, dalam untung dan malang, dalam sakit dan sehat, dalam duka dan suka. Demikianlah janjiku semoga diberkati Tuhan. Amin!!
Dan bulir air mata tak tertahankan lagi. Dia menetes bukan karena merasa sedih, tapi sebagai ungkapan kebahagiaan.
Stephen dengan lembut mengusap air mata itu dengan jemarinya dan tersungging senyum dari bibirnya.
Lalu Imam melanjutkan dengan berkata,
" Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Barang siapa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia.!!
Stephen memasukkan cincin ke jari manis Sophia dan demikian sebaliknya Sophia memasukkan cincin ke jari manis Stephen.
Dan kini mereka telah resmi menjadi suami istri. Dan sebagai tanda jika mereka telah resmi sebagai sepasang suami istri mereka berdua lalu berciuman.
Semua undangan yang hadir saat itu bertepuk tangan dan mendoakan mempelai agar selalu bahagia dan diberkati oleh Sang Pemberi Cinta.
Upacara pemberkatan pernikahan telah usai dan dilanjutkan dengan acara resepsi. Saat resepsi terdengar alunan lagu favorit Sophia.
...***Everything I Do. ( Bryan Adam )...
...Look into my eyes...
...You will see...
...What you mean to me...
...Search your heart...
...Search your soul...
...And when you find me there...
...You'll search no more...
...Don't tell me it's not worth tryin' for...
...You can't tell me it's not worth dyin' for...
...You know it's true...
...Everything I do...
...I do it for you...
...Look into your heart...
...You will find...
...There's nothin' there to hide...
...Take me as I am...
__ADS_1
...Take my life...
...I would give it all...
...I would sacrifice...
...Don't tell me it's not worth fightin' for...
...I can't help it, there's nothin' I want more...
...You know it's true...
...Everything I do...
...I do it for you...
...There's no love...
...Like your love...
...And no other...
...Could give more love...
...There's nowhere...
...Unless you're there...
...All the time...
...All the way, yeah...
...Look into your heart, baby...
...Oh, you can't tell me it's not worth tryin' for...
...I can't help it, there's nothin' I want more...
...I'd lie for you...
...Walk the wire for you...
...Yeah, I'd die for you...
...You know it's true...
...Everything I do...
...Oh...
...I do it for you...
...Everything I do, darling...
...And we'll see it through...
...Oh, we'll see it through...
...Oh yeah...
...Yeah...
...Search your heart...
...Search your soul...
__ADS_1
...You can't tell me it ain't worth dying for...
...Oh yeah...
...I'll be there, yeah...
...I'd walk the wire for you...
...I will die for you...
...Oh yeah...
...I would die for you...
...I'm going all the way, all they way, yeah***....
Sepanjang hari ini mereka bagaikan raja dan ratu yang menjadi pusat perhatian para undangan. Tak ketinggalan si ganteng Mateo. Pria kecil imut
ini menjadi pusat perhatian khususnya bagi kaum ibu-ibu.
Sophia nampak lelah sekali. Sepanjang hari ini menyalami para tamu undangan, menemani Stephen menemui para kolega-koleganya dan memperkenalkan dirinya sebagai Nyonya Wijaya.
Sedangkan Mateo yang sudah sangat kelelahan, tak dapat lagi menahan kantuknya sehingga dia memilih untuk istirahat terlebih dahulu.
Sophia pun memilih untuk istirahat lebih awal. Setelah melepas semua atribut pernikahan, dia membersihkan dirinya di kamar mandi. Rasanya sepanjang hari ini hidupnya bagai dikekang. Tidak bisa kemana-mana. Untung Stephen masih setia juga menemaninya.
Stephen merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur menunggu Sophia selesai membersihkan diri terlebih dahulu. Tak lama kemudian, Sophia keluar dengan dress tidur selutut bertali satu berwarna putih. Dia terlihat seksi dengan rambut yang masih basah sehabis keramas.
Sophia sedikit gugup ketika berada di dalam kamar itu berdua dengan Stephen dengan pakaian mini seperti itu. Meski mereka sekarang adalah suami istri yang sah. Tapi karena ini adalah pengalaman yang pertama kalinya bagi mereka berdua tentunya masih ada rasa canggung dan gugup.
Stephen menyadari jika Sophia terlihat gugup. Stephen bangkit dari duduknya, didekatinya Sophia lalu dirangkulnya istrinya itu.
" Kenapa sayang? Kenapa kamu merasa gugup?
" Eee..... mungkin karena belum terbiasa jadi aku merasa sedikit gugup.!
Stephen mengecup pipi Sophia. Tangannya yang memeluk perut Sophia, ditariknya semakin erat. Wajahnya dibenamkannya di bahu Sophia yang terbuka dan kulitnya terasa halus sekali. Aroma tubuh Sophia yang wangi membuat Stephen betah berlama-lama memeluk Sophia.
" Mas, mandi dulu gih. Bau acem..! Canda Sophia sambil pura-pura menutup hidungnya dengan dua jarinya.
" Bau acem ya? Tapi suka kan? Balas Stephen sambil mencubit pipi halus Sophia yang sedikit tembem itu.
Mereka berdua tertawa lepas.
Lalu terdengar bunyi suara ketukan dari balik pintu kamar. Stephen melangkah hendak membuka pintu, ingin melihat siapa yang sudah mengganggu kesenangannya di malam pertama ini.
Saat pintu terbuka, tubuh kecil itu langsung menerobos masuk dan mencari mamanya.
" Mama! panggilnya manja.
Sophia tersenyum senang karena Mateo datang menyelamatkannya malam ini. Dipeluknya bocah tampan itu. Stephen hanya mematung di samping pintu yang terbuka tanpa berkata apa-apa. Karena dia tahu apa yang akan menjadi malam ini. Kemudian pintu itu ditutupnya kembali dan dia ikut bergabung bersama Sophia dan Mateo yang masih saling merangkul.
" Mateo sayang, kok ada disini sih? Tanya Stephen. Mateo yang ditanya demikian merasa aneh. Ditatapnya ayahnya itu.
" Kenapa Mateo tidak boleh disini? Ini kan kamar ayah dan ibu, berarti kamar Mateo juga dong!? jawab anak itu dengan polosnya.
" Tapi kan Mateo sudah besar, sudah ada kamar sendiri. Jadi Mateo tidur dikamar sendiri dong! jawab Stephen dengan bergaya seperti anak-anak.
" Nggk ah, Mateo mau tidur sama mama dan ayah. Kita kan belum pernah tidur bersama? Iya kan Ma! Mateo meminta dukungan dari mamanya itu.
Sophia lalu mengangguk-angguk mengiyakan perkataan Mateo. Stephen sebenarnya sedikit kesel tetapi dia tidak ingin membuat anaknya itu bersedih. Diapun menyetujui keinginan putranya itu. Dia mengingat jika dia sudah membuang waktu yang cukup lama jauh dari Mateo. Selama ini dia telah mengabaikan Mateo sehingga anak itu kekurangan kasih sayang dari orang tua kandung nya. Perasaan bersalah itu menyeruak dalam hatinya. Biarlah malam ini dia akan membayar kasih sayang yang dulu tidak diberikannya kepada Mateo.
Dia pun meraih tubuh Mateo dan membawanya dalam pelukannya.
" Maafkan ayah sayang. Selama ini ayah telah mengabaikan kamu. Membuat hidupmu menderita. Ayah telah meninggalkanmu sehingga kamu selalu disakiti. Maafkan ayah! sesal Stephen dari lubuk hatinya yang terdalam.
__ADS_1
Sophia pun merangkul kedua pria yang dicintainya itu. Ini adalah hadiah yang paling berharga dalam hidupnya yang telah Tuhan berikan kepadanya. Dua pria yang dicintainya dengan sepenuhnya hatinya. Dua pria yang terikat karena sebuah hubungan darah, tapi yang dipersatukan oleh cintanya.
Mereka bertiga melewatkan malam ini dengan rasa cinta dan bahagia. Tak peduli dengan lelah selama pesta pernikahan tadi. Bagi mereka yang terpenting adalah kegembiraan dan kebahagiaan bersama. Mereka bermain dan bercanda hingga lelah menghampiri dan mereka akhirnya terlelap dengan senyum manis yang terpancar dari setiap sudut bibir mereka.