
Stephen tidak habis pikir jika ternyata ada seorang gadis yang berani menolak untuk menjadi kekasihya. Padahal selama ini banyak wanita diluar sana berlomba-lomba untuk menjadi kekasihya. Dengan berbagai daya upaya mereka lakukan demi mendapatkan cinta seorang Stephen.
Namun disaat dia sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi kekasihya Sophia, gadis itu malah menolaknya. Seorang pria sempurna seperti Stephen ditolak oleh seorang gadis bernama Sophia. Untung saat itu hanya ada mereka berdua sehingga Stephen tidak perlu merasa malu karena cintanya ditolak. Apa kata dunia jika sampai tahu dirinya telah ditolak gadis biasa saja.
Sedangkan Sophia sebenarnya hatinya tidak tenang. Perasaannya bercampur aduk. Kalau boleh jujur dia sangat terkejut dan tidak percaya jika Stephen memintanya untuk menjadi kekasihya. Baginya itu adalah suatu mimpi yang sangat indah. Tapi ini bukanlah mimpi. Ini kenyataan. Tapi kenyataan yang sangat sulit untuk diterimanya.
Sophia merasa dia tidak pantas untuk menjadi kekasih bagi Stephen. Pria itu terlalu sempurna bagi wanita biasa seperti dirinya. Dari pada nantinya dirinya hanya akan menjadi bahan bullyan dan makian dari orang-orang lebih baik dia memilih untuk menjauh.
Kejadian kemarin menjadi salah satu pengalaman baginya. Sedangkan disaat dia tidak melakukan apapun dengan Stephen dan tidak punya hubungan sama sekali dirinya sudah menerima tindakan yang tidak menyenangkan. Bagaimana jika nanti dia benar-benar menjadi kekasihya Stephen, maka hari hidupnya pasti akan lebih menderita lagi.
Maka tidak perlu berpikir panjang Sophia dengan tegas menolak permintaan Stephen.
Bukan karena dia tidak menyukai pria tampan itu tetapi dia lebih memilih untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin tak terduga datangnya.
Stephen terlihat gelisah di dalam ruangannya. Dirinya sungguh tidak bisa menerima penolakan tersebut. Tidak hanya sekedar demi harga dirinya tapi alasan yang mendasar adalah hatinya tidak bisa menerima. Jika Sophia menolaknya maka akan sulit baginya untuk mendapatkan hati perempuan itu. Ditambah lagi pria bernama Kevin yang juga menaruh hati kepada Sophia. Dan mereka berdua sangat begitu dekat. Stephen seakan tidak rela membiarkan Sophia bersama dengan pria lain.
__ADS_1
Tapi bagaimanapun caranya dia akan melakukan apa saja demi mendapatkan hati Sophia. Meski saat ini Sophia menolaknya dia tidak akan menyerah.
Dan sepertinya dia membutuhkan bantuan seseorang untuk menolongnya kali ini. Ternyata untuk urusan cinta Stephen harus memerlukan bantuan orang lain. Jika selama ini semua masalah pekerjaan dapat ditanganinya dengan baik meski hanya mengandalkan diri sendiri, untuk urusan yang satu ini dia bukanlah ahlinya.
Stephen membuka ponselnya, menghubungi sebuah nomor dan memanggilnya.
" Halo, Har, siang ini loe datang ke kantor gue ya. Ada yang mau gue omongin. Penting! Selesai berbicara Stephen langsung memutuskan pembicaraan dan mematikan ponselnya.
Dan orang yang dihubunginya itu tidak lain tidak bukan adalah Harvey, dengan spontan memaki sepupunya itu.
"*Ahhh.. sialan loe mah. Gue juga belum omong apa-apa sudah main matiin hp aja. Dasar loe. Untung loe masih saudara gue kalau tidak sudah aku geprek loe jadi daging geprek! Harvey marah-marah sambil melototin ponselnya. Seolah-olah dia sedang berbicara dan marah dengan ponselnya tersebut.
Setelah Stephen keluar dari rumah dengan terburu-buru pagi tadi, Angela ternyata langsung tiba. Dan dengan terpaksa Harvey yang harus menghadapinya.
Mau tidak mau dia harus melakukan sesuatu dengan wanita bar-bar ini. Sepertinya Angela memang butuh pelajaran agar tidak bertindak seenak udelnya dan bisa merugikan orang lain.
__ADS_1
Dan Harvey sudah menyiapkan kejutan istimewa kepada Angela sebagai bentuk pelajaran dan peringatan agar tidak bertindak sembarangan.
Angela memandang Harvey dengan sorotan tajam. Dia tahu jika yang baru saja bicara dengan Harvey di ponselnya tadi adalah Stephen.
" Ehh... Stephen bilang apa sih? Dia nanyain gue kan? Ucapnya dengan percaya diri.
" Banyak bacot loe! jawab Harvey.
" Loe jangan macam-macam ya. Gue masih belum selesai perhitungan dengan loe! ucapnya lagi.
Mendengarkan ancaman Harvey, nyalinya menjadi ciut. Wajah Harvey terlihat menakutkan baginya.
Meski wajah Harvey tidak kalah tampan dari Stephen, namun saat dia marah atau emosi aura menakutkan langsung terpancar dari tubuhnya. Dan itu cukup membuat gadis seperti Angela merasa ketakutan.
Stephen yang masih memikirkan bagaimana caranya untuk menaklukkan hati Sophia, terlihat duduk termenung di dalam kantornya. Tubuh dan raganya memang ada ditempat itu tapi hati dan pikirannya ada ditempat lain.
__ADS_1
Sebelum Harvey datang dan membantu dirinya untuk memikirkan masalah ini dia akan memikirkannya terlebih dahulu dan nanti akan menyampaikannya kepada Harvey jika dirinya sudah benar-benar merasa tepat.
Hatinya sudah berniat tidak akan melepaskan Sophia begitu saja. Gadis itu harus menjadi miliknya. Ya. Harus!