Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Mentari Esok Akan Bersinar Lagi.


__ADS_3

Mateo memang telah mengetahui semua kebenaran tentang dirinya, tentang siapa ayah kandungnya. Dan Mateo berusaha untuk menerima kenyataan itu dengan hati yang ikhlas. Karena dia telah mendapatkan kasih sayang yang lebih berharga dari harta apapun di dunia ini.


Hari ini, semuanya akan dimulai dengan awal yang baru.


Masa lalu biarlah menjadi kenangan. Stephen meminta Sophia untuk tinggal di rumahnya bersama dengan Mateo.


Setidaknya Stephen bisa menjaga mereka berdua dengan lebih dekat lagi. Stephen tidak ingin terjadi sesuatu hal buruk menimpa mereka.


Stephen lalu menghubungi sepupunya Harvey. Kali ini dia membutuhkan bantuan saudaranya itu.


" Har,.... Gue tunggu loe di rumah ya. Ada yang mau gue omongin! ucap Stephen lewat ponsel. Dan Harvey langsung menyanggupi permintaan saudaranya itu.


Harvey dan Stephen sedang duduk berhadapan di ruang kerja Stephen yang ada di rumahnya.


Stephen menyerahkan berkas-berkas penting kepada Harvey untuk diperiksanya.


" Har, gue minta tolong loe mengurus ini berkas-berkas. Surat akta lahir, kartu keluarga, dan surat-surat penting lainnya.! Harvey memeriksa surat-surat tersebut.


" Bulan depan Gue harus menikah dengan Sophia. Gue nggk mau menunda-nunda lagi bro! Stephen menegaskan keinginannya tersebut.


" Don't worry bro. Gue akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna. Gue akan jadikan pernikahan loe dengan Sophia adalah pernikahan yang istimewa dan akan bakal loe ingat seumur hidup loe.! ucap Harvey meyakinkan sepupunya itu.


" Terima kasih Har, loe memang bisa diandalkan! puji Stephen kepadanya sepupunya.


Harvey tersenyum bangga kepada saudaranya itu dan dia juga merasa tenang bisa membantu saudaranya itu.


Sophia dan Mateo sedang menikmati quality time bersama. Beberapa hari yang lalu saat mereka terpisah, hatinya begitu sakit dan perih. Mimpi buruk selalu menghantuinya membuatnya merasa ketakutan jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Mateo. Kini Mateo ada bersamanya. Hatinya sudah merasa tenang dan nyaman. Dipeluknya Mateo dalam pangkuannya. Rasanya tak ingin melepasnya. Seakan takut akan kehilangannya lagi.


Stephen kemudian muncul. Dia pun memeluk Sophia dan Mateo dari belakang. Dan dikecupnya pucuk kepala Sophia berulang-ulang. Rasa bahagia memuncah di dalam hatinya ketika melihat kedua kesayangannya itu.


Sophia menoleh melihat wajah Stephen, kesempatan itu tidak disia-siakan olehnya. Bibir itu langsung dikecupnya dengan lembut. Sophia yang sedikit kaget tak menolaknya. Diapun membiarkan bibir mereka saling mengecap dengan mesra. Mereka lupa jika Mateo ada diantara mereka saat ini.


Mateo yang melirik ke arah mereka sekilas dan menangkap adegan itu, berpura-pura batuk.

__ADS_1


" Eheemm... Eheemm...!!


Sophia tersadar lalu melepaskan ciumannya dan mengeratkan pelukannya sambil mengecup pucuk kepala Mateo.


" Anak mama sudah besar sekarang ya! ucap Sophia asal.


Mendengar itu Stephen jadi tersenyum lucu. Mateo malah menjawabnya,


" Meski Mateo sudah besar sekarang mama tapi Mateo kan belum bisa melihat adegan dewasa seperti itu!


Stephen pun akhirnya tertawa. Tak disangkanya Mateo yang memang mempunyai sifat yang lebih dewasa dari seusianya berkata seperti itu kepada Sophia.


Sophia pun tak dapat menahan tawanya. Dan mereka bertiga pun tertawa bersama.


Aktivitas Sophia kembali seperti semula. Bangun di pagi hari menyiapkan segala kebutuhan Mateo ke sekolah. Tapi kali ini bertambah lagi tugasnya menyiapkan kebutuhan Stephen. Karena kini mereka sudah tinggal bersama maka Sophia's merasakannya bertanggung jawab untuk itu.


Aroma masakan dari dapur tertiup sampai ke kamar Stephen membuatnya terbangun dari mimpinya. Stephen pun turun dari tempatnya tidur karena penasaran dengan aroma yang menggugah nafsu makannya di pagi ini.


Stephen menuju asal dari aroma itu. Dan nampaklah Sophia yang sibuk memasak di dapur. Ada sesuatu yang aneh. Kenapa pagi ini Sophia terlihat sexy dibalik piyamanya itu. Aahhhh.... ingin rasanya dia memeluk tubuh itu.


" Mas, kamu sudah bangun? Stephen berbalik kembali.


"Iya sayang.!


" Mas, boleh minta tolong bangunkan Mateo.? pinta Sophia.


" Baik sayang! Stephen tersenyum manis.


Sophia membalas senyuman itu dengan senyuman manis pula.


Stephen memandang Mateo yang masih terlelap dibalik selimutnya. Sepertinya dia masih lelap dalam mimpi indahnya terlihat ada senyuman tersungging dari bibir mungil itu. Ingin membangunkannya tapi rasanya tidak tega.


Perlahan Stephen mendekati Mateo, lalu menjamah tubuh mungil itu dengan belaian sayang. Yang ada Mateo malah akan semakin nyenyak jika diperlakukan seperti itu. Stephen lalu menepuk-nepuk bahu Mateo dengan lembut dan memanggilnya dengan suara pelan.

__ADS_1


Mateo menggeliat karena merasa ada yang mengganggu tidurnya. Beberapa detik kemudian netranya terbuka perlahan-lahan dan didapatinya wajah ayahnya memandanginya yang sedang tertidur.


" Pagi jagoan ayah ! sapa Stephen.


" Pagi ayah! balas Mateo.


" Bagaimana tidurnya malam ini ? Tanya Stephen menghangatkan suasana yang begitu dingin di pagi ini.


" Baik ayah. Mateo tidur nyenyak malam ini. Mateo senang.! nampak binar bahagia diwajah lugu dan polos itu.


" Yuuk.... kita sarapan dulu, Mama udah tungguin kita! Mateo bangkit dari peraduannya. Stephen merapikan tempat tidur itu agar terlihat rapi dan juga membantu Sophia merapikan tempat tidur agar terasa lebih nyaman dan indah dipandang mata.


Stephen menggandeng tangan Mateo menuju ruang makan tengah. Sophia sudah seleai memasak dan semua hidangan sudah tersedia di atas meja makan. Mereka lalu duduk di tempat-tempat mereka masing-masing.


Sophia melayani kedua laki-laki belahan jiwanya itu dengan sepenuh hati dan cinta.


Binar-binar kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah itu. Hanya dengan hal sederhana seperti ini pun mereka terlihat sangat bahagia. Karena dalam setiap tindak-tanduk, perkataan, pelayanan dan senyum sapa mereka terpancar cinta yang tulus di dalamnya. Karena hanya cinta yang tulus dapat bertahan ketika badai kehidupan datang melanda hidup mereka.


Mateo makan dengan begitu lahapnya. Masakan sang mama memang sangat istimewa. Tidak kalah dari chef-chef bintang lima.


Mateo sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi seorang putra yang bisa dibanggakan. Lagi pula dia tidak ingin menyia-nyiakan masakan sang Mama yang sudah bekerja keras untuk dirinya.


Melihat keduanya begitu lahap menikmati masakannya itu membuat hatinya bahagia dan haru. Moment seperti ini pantas untuk disyukuri. Syukur kepada-Nya yang tidak pernah meninggalkan mereka bahkan dalam keadaan apapun.


Karena rasa haru yang hadir kedua netranya nampak berkaca-kaca. Dan hanya doa terima kasih dan syukur yang dipanjatkan olehnya.


Mengalami peristiwa yang membahagiakan dalam hidupnya membuatnya untuk menjadi seseorang yang tidak akan menyia-nyiakan setiap detik hidupnya.


Sophia pun turut menikmati masakannya itu sendiri. Bukan bermaksud memuji diri sendiri tapi memang lidahnya begitu menikmati masakannya itu.


Lalu Stephen mengatakan sesuatu yang mengharukan,


" Terima kasih sayang, karena sudah memberikan cintamu kepada kami. Dan aku berjanji akan menjaga cinta kita seumur hidupku.!

__ADS_1


Mendengar kata-kata manis dari Stephen membuat hati Sophia berbunga-bunga dan sedikit malu. Pria itu memang selalu membuat hati Sophia selalu diliputi kebahagiaan.


__ADS_2