Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Hati Yang Berduka


__ADS_3

Maya dan ibunya merayakan keberhasilan mereka membawa Mateo kembali ke rumah itu. Satu langkah telah berhasil mereka lalui, sekarang menunggu langkah selanjutnya.


" Kamu memang hebat May...kamu benar-benar putri ibu." puji Ibu Maya dengan bangganya.


" Iya dong Bu. Masalah kecil seperti itu tidak ada apa-apanya! ujarnya dengan sombong.


" Selanjutnya rencana kamu apa? Tanya ibu tua itu dengan sangat antusias. Dia terlihat begitu penasaran sekali rencana apa yang akan dilakukan oleh putrinya yang licik itu.


" Ibu tenang saja, aku sudah siapkan rencana yang pastinya ibu akan lebih bangga lagi dengan putri ibu ini! Maya berkata sambil menepuk-nepuk dadanya dengan angkuh.


Ibu tua itu ikut merasa bangga dengan ucapan Maya. Padahal belum tentu rencananya itu akan berhasil.


Lalu mereka tertawa terbahak-bahak karena begitu bersemangat dan senang karena membayangkan hal-hal yang menyenangkan yang akan mereka peroleh nantinya. Mereka sendiri belum tahu berhadapan dengan siapa!


Dengan tidak sengaja mereka telah menggali lubang sendiri dan masuk ke dalam lubang singa yang kapan saja siap menerkam mereka dan mencabik-cabik tubuh mereka yang renta itu tanpa ada ampun.


Di kantor, Stephen yang masih sibuk dengan pekerjaannya tapi masih tetap juga memikirkan tentang Mateo dan Sophia. Dia tidak sanggup melihat Sophia sangat menderita karena kehilangan Mateo. Dan dia tahu apa yang harus dilakukannya. Sebagai seorang Tuan Muda yang memiliki banyak jaringan dan koneksi, pernah bekerja sama dengan beberapa organisasi mafia international, menyelesaikan hal kecil seperti ini tentu bukan hal yang sulit. Tapi tetap saja dia harus berhati-hati. Karena Sophia sama sekali belum mengetahui siapa dia sebenarnya.


Karena di mata Sophia dia hanyalah seorang CEO, seorang pemimpin di sebuah perusahaan besar dan ternama di kota itu. Tidak lebih dari itu.


Stephen lalu menghubungi seseorang.


" Galih, ada tugas penting untukmu......! Stephen pun menuturkan apa yang harus dilakukan oleh asisten pribadinya itu.


" Kamu mengerti kan apa yang harus kamu lakukan?

__ADS_1


" Mengerti Tuan muda! jawab dari seberang.


Stephen tersenyum puas. Mungkin selama ini dia lebih tenang dan santai karena berada diantara Sophia dan Mateo. Karena dia berusaha bersikap biasa saja agar tidak terlihat mencolok dan mencurigakan bagi Sophia. Tugas-tugasnya sebagai bos besar sementara waktu dipercayakannya kepada asistennya yang sudah dianggapnya sebagai tangan kanannya. Karena asistennya tersebut adalah orang-orang terpilih yang memiliki loyalitas yang sangat tinggi dan tak perlu diragukan lagi kredibilitasnya.


Sedangkan Sophia, karena masih shock berat hanya bisa menenangkan diri di panti ditemani oleh Bu Maria dan anak-anak panti lainnya.


Hatinya sangat sedih dan perih karena kehilangan Mateo yang begitu mendadak. Hatinya masih gelisah mengingat keberadaan Mateo yang tidak tahu seperti apa saat ini. Meski hanya baru 1 tahun mereka hidup bersama, tetapi hati mereka berdua telah menyatu. Ikatan antara mereka bukan karena ikatan darah, tetapi melebihi ikatan darah.


Yang membuat mereka sangat sulit untuk dipisahkan. Sehingga ketika saat ini mereka sedang terpisah, betapa sakit dan hancur perasaaan Sophia.


Seakan separuh dari hidupnya telah hilang.


Bu Maria hanya bisa melihat kedukaan dalam mata bening itu. Kedukaan yang begitu dalam dan menyakitkan. Bu Maria sangat menahanku perasaan yang dialami oleh Sophia karena dia juga adalah seorang ibu, yang pernah melahirkan anak kedunia ini. Bahkan dulu sekali Bu Maria pernah kehilangan seorang anak ketika masih kecil. Adik perempuan Kevin yang meninggal saat usia 3 tahun karena kecelakaan. Peristiwa itu sangat menyakitkan sekali bagi Bu Maria. Bahkan Bu Maria hampir saja ingin bunuh diri. Untunglah masih ada Kevin yang memberinya semangat hidup kembali sehingga masih bisa bertahan hingga saat ini.


Dan ketika Sophia mengalami peristiwa yang sama seperti saat ini, Bu Maria sangat mengerti dan memahaminya.


Bu Maria lalu meminta anak-anak yang lain untuk menghampiri Sophia dan menghiburnya agar tidak terlalu memikirkan Mateo yang dapat membuatnya stress dan bisa saja jatuh sakit. Dengan senang hati anak-anak itu melaksanakan permintaan Bu Maria.


Bu Maria tersenyum ketika melihat Sophia mulai tersenyum ketika anak-anak itu menghampiri Sophia dan mengajaknya untuk bermain bersama.


Sorenya, setelah selesai dengan pekerjaan di kantor, Stephen langsung pulang ke Panti asuhan untuk melihat keadaan Sophia. Karena dia sangat khawatir dengan keadaan Sophia akibat kepergian Mateo.


Ketika melihat keceriaan Sophia bersama dengan anak-anak yang lain ada kelegaan di dalam hatinya. Meski dia sangat tahu jika senyuman itu hanyalah sebuah kamuflase untuk menutupi kesedihan hatinya dihadapan bocah-bocah itu.


Sophia tidak ingin kesedihan di hatinya mempengaruhi anak-anak di panti. Karena mereka juga pasti sedih karena kehilangan Mateo. Dan Sophia tidak ingin menambah kesedihan mereka dengan sikapnya itu.

__ADS_1


" Halo semuanya! sapa Stephen mengalihkan perhatian mereka kepadanya.


" Halo om Stephen! jawab mereka bersamaan.


" Nih, Om bawa makanan ringan. Siapa yang mau? Stephen menunjukkan satu kantongan plastik berisi makanan-makanan ringan. Dan tentu saja hal ini adalah kesukaan para penghuni di panti itu.


" Saya mau...! jawab mereka bersahut-sahutan. Nampak binar kebahagiaan di wajah mereka.


Stephen tersenyum lebar. Melihat kegembiraan di wajah bocah-bocah malang ini menjadi kebahagiaan tersendiri dalam hati Stephen. Ada kepuasan bathin dalam dirinya ketika melihat bocah-bocah ini tertawa bahagia.


Stephen sama sekali tidak menyinggung soal Mateo. Dia tidak ingin kegembiraan ini menjadi rusak jika mengenang kembali peristiwa yang menyedihkan itu. Untuk saat ini biarlah mereka menikmati kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini.


Setelah cukup puas bermain dan bergembira dengan anak-anak itu, Stephen lalu mengajak Sophia ke tempat lain. Dia ingin menghibur hati wanitanya itu yang pastinya masih sedih dan terluka hingga saat ini.


Sophia mengikut saja ketika Stephen meraih tangannya dan membawanya pergi dari sana. Sedangkan anak-anak itu sibuk dengan permainan mereka sendiri.


Stephen membawa Sophia ke taman belakang panti. Disana cukup sepi dan anak-anak jarang pergi kesana jika hari sudah mulai gelap. Hanya ada lampu taman sebagai penerang sehingga suasana taman terlihat remang-remang.


Stephen dan Sophia duduk di bangku taman. Sophia yang hanya terdiam, dengan tatapan kosong membuat hati Stephen juga bersedih.


Diraihnya bahu Sophia dan dibawanya mendekat kepadanya. Disandarkannya kepala Sophia dibahunya yang kekar itu.


" Sayang, jangan sedih lagi ya. Aku pastikan Mateo akan kembali lagi kesini. Aku janji akan membawa Mateo pulang. Tapi kamu jangan bersedih seperti ini lagi ya, aku nggk tenang melihat air mata kesedihan di wajahmu! ujar Stephen sembari merangkul tubuh lemah Sophia. Tubuh itu bergetar karena menahan air mata kesedihan.


Dengan lembut dan hangat Stephen merangkulnya, menenangkannya agar Sophia terhibur. Dikecupnya pucuk kepala Sophia agar wanita itu dapat merasa lebih tenang dan nyaman.

__ADS_1


Stephen begitu menyayangi wanita ini. Hatinya yang lembut dan baik, sifatnya yang keibuan dan mengayomi juga tutur bahasanya yang tulus dan sopan memberi nilai positive dan plus di mata Stephen. Wajah yang memang tidak begitu cantik tetapi manis dan aura dalam jiwanya yang begitu mempesona sehingga mampu membuat pria yang memandangnya akan jatuh cinta kepadanya.


Stephen sangat bersyukur bisa mengenal Sophia dan menjadikannya belahan jiwanya. Stephen sangat yakin jika Sophia adalah wanita yang tepat untuk mendampingi hidupnya. Sophia adalah wanita yang akan menuntun langkahnya untuk berjalan pada jalan yang benar. Sesuai dengan namanya Sophia yang berarti bijaksana. Stephen meyakini jika Sophia akan menjadi penunjuk arah yang bijaksana dalam hidupnya.


__ADS_2