
Stephen yang sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya karena ada proyek baru yang harus diselesaikan sesuai target. Namun tak pernah lupa untuk meluangkan waktu setiap hari minimal 30 menit untuk berkumpul bersama keluarga kecilnya.
Meski ada kalanya, Stephen melewatkan waktu kumpul bersama karena pekerjaannya yang tidak bisa ditunda sama sekali.
Waktu berlalu dan terus berlalu, hari-hari yang dilewati oleh Sophia bersama dengan Stephen suaminya dan Mateo putranya senantiasa dinaungi oleh suka cita, kegembiraan dan kebahagiaan. Keluarga kecil mereka layak disebut sebagai keluarga kecil bahagia.
Sophia benar-benar menjadi ibu yang bijaksana, penuh kelemah-lembutan, dan kasih sayang. Itulah sebabnya Mateo begitu dekat kepadanya. Tak ada jarak diantara mereka meski mereka tidak ada hubungan darah sama sekali.
Orang-orang asing yang melihat kedekatan antara mereka pastinya akan mengira jika mereka adalah anak dan ibu kandung.
Rutinitas mereka setiap pagi,
Sophia menyiapkan sarapan dan menyiapkan pakaian kantor untuk Stephen, sedangkan Stephen menyiapkan perlengkapan sekolah Mateo. Sebelah selesaį sarapan pagi bersama, Stephen mengantarkan Mateo ke sekolah setelahnya dia langsung berangkat ke kantor.
Setiap pagi tidak lupa dengan morning kiss. Sapaan manis dan cinta harus dibarengi dengan sentuhan kasih sayang. Dengan hal-hal kecil ini tidak hanya semakin mengintimkan cinta dan kasih sayang diantara mereka tetapi juga semakin memahami dan mengerti perasaan masing-masing pihak .
Cinta yang mereka miliki tidak hanya cinta biasa. Tetapi cinta yang berasal dari hati yang terdalam. Cinta yang tak bersyarat. Hingga mereka mampu melewati hari demi hari kebersamaan mereka dengan tawa, canda, kebahagiaan dan semangat.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, kenangan demi kenangan terbingkai dalam kehangatan kasih sayang yang tercipta dalam cerita cinta yang kadang tak selalu indah.
Tentu saja apa yang mereka rasakan dan terima saat ini adalah anugerah dari Tuhan.
Cinta dan kasih sayang selalu mereka tunjukkan dalam kebersamaan mereka.
Tapi, kerikil-kerikil kecil itu pasti ada. Tak sedikit wanita yang mencoba untuk mengganggu rumah tangga mereka. Dengan berbagai cara dan trik mereka berusaha mengusik keharmonisan rumah tangga Stephen dan Sophia.
Mulai dari menggoda dan merayu Stephen dengan nafsu *** dan kenikmatan lainnya. Mencoba menjebak Sophia dengan tuduhan perselingkuhan dengan pria bayaran.
Menyebarkan photo-photo editan Stephen bermain dengan perempuan-perempuan yang tak jelas.
Namun semua usaha tersebut hanyalah sia-sia. Stephen maupun Sophia tak terpengaruh sama sekali.
Bagi mereka kepercayaan satu sama lain itu yang utama.
Dan mereka selalu berusaha untuk saling terbuka dan berkomunikasi apapun yang sedang mereka lakukan dan apa yang hendak mereka akan lakukan.
Tapi, cinta sejati akan teruji jika telah berhasil menghadapi tantangan sesulit apapun.
__ADS_1
Dan sepertinya cinta sejati antara Stephen dan Sophia masih harus perlu diuji lagi.
Hari ini Stephen akan mengadakan kerja sama dengan sebuah perusahaan asing. Stephen belum pernah melakukan kerja sama dengan perusahaan ini sehingga Stephen belum mengenal kinerja dari perusahaan tersebut.
Meski Stephen sudah pernah mendengar nama perusahaan asing tersebut dari kolega-koleganya. Mereka terdengar berkomentar baik tentang perusahaan tersebut.
Sehingga Stephen mencoba untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan itu. Assisten Stephen menyampaikan tempat pertemuan tersebut di sebuah hotel bintang lima yang ada di kota itu.
Stephen bersama dengan assistennya segera meluncur ke tempat yang dimaksud.
15 menit kemudian Stephen sudah tiba di tempat tersebut. Dan ternyata kedatangannya sudah ditunggu oleh calon partner bisnisnya itu.
Seorang pelayan menghantar Stephen dan assisten ke ruangan yang sudah di reservasi dimana Stephen sudah ditunggu sejak beberapa menit yang lalu.
Stephen tak pernah membayangkan seperti apa sosok rekan bisnisnya kali ini.
Nampak seorang perempuan duduk membelakangi pintu masuk, sehingga ketika Stephen masuk dia tidak bisa melihat wajah pemilik tubuh itu. Hanya karena rambut panjangnya terurai lurus hitam sehingga kelihatan seperti perempuan maka Stephen menebak dalam pikirannya jika orang-orang tersebut adalah seorang wanita.
Assiten Stephen pun menyapa orang itu dengan memberi salam.
" Selamat Siang. Maaf kalau anda sudah lama menunggu!
" Selamat siang. Selamat datang! Diulurkannya tangannya kepada Stephen untuk berjabat tangan.
Stephen yang seakan terkena sihir terpaku menatap wanita dihadapannya itu. Wanita itu memiliki paras yang menawan bagaikan dewi. Mata birunya seperti permata menatap dengan tajam dan sorotannya seakan menembus hingga ke jantung.
Seorang Stephen pun bisa terpana oleh kecantikan sang dewi yang turun dari khayangan.
" Haloo...! wanita itu membuyarkan khayalan Stephen.
Dengan tergagap dan sedikit malu, Stephen membalas jabat tangan wanita itu.
" Salam kenal. Stephen Mark Diaz Wijaya! Stephen memperkenalkan dirinya.
" Virginia Sophia Princesa ! Nama yang cantik persis seperti dengan pemiliknya.
Stephen agak terkejut mendengar wanita itu menyebut namanya. Nama wanita itu mempunyai nama yang sama persis dengan nama istrinya.
__ADS_1
Suatu kebetulan yang tak disengaja.
" Mari silahkan duduk! Wanita itu mempersilahkan Stephen untuk duduk dihadapannya.
Masih dengan perasaan yang terpesona oleh paras wanita cantik di hadapannya ini Stephen mencoba mengatur napasnya agar lebih tenang dan bisa mengontrol diri.
Sangat lumrah dan normal jika seorang pria akan terpesona dengan kecantikan seorang wanita seperti bidadari yang ada dihadapannya saat ini.
Siapapun takkan bisa menolak kenyataan jika wanita itu memang bak bidadari yang turun dari surga.
Mungkin saat Tuhan menciptakan wanita itu dalam kandungan ibunya, Tuhan sedang jatuh cinta dengan malaikatnya yang paling cantik sehingga terciptalah wanita secantik bidadari itu.
Selama pembicaraan bisnis dengan wanita itu, Stephen terkadang gagal fokus. Suaranya yang lembut dan merdu saat terdengar di telinga terasa sangat menggoda. Bagaikan suara malaikat surgawi. Sorotan matanya yang tajam kadang bagaikan tatapan mata Medusa yang membuat siapa saja yang menatapnya seperti membatu. Terhipnotis sehingga lupa dengan keadaan disekitarnya.
Assisten Stephen melihat akan ada terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Bossnya itu sekarang sedang tergoda oleh kecantikan seorang wanita bidadari. Jika dibandingkan dengan Nyonya Sophia, mungkin sangat jauh perbandingannya. Bagaikan langit dan bumi.
Meski bossnya itu bukanlah pria hidung belang atau seorang playboy, siapapun takkan bisa menolak kecantikannya. Atau jangan-jangan mungkin seorang biksu pun akan tergoda oleh kecantikannya.
Pertemuan yang cukup memakan waktu yang lama itu, ternyata bagi Stephen malah seperti cepat berlalu.
Entah kenapa ada keinginan dalam hatinya untuk berlama-lama disana. Memandangi wanita itu seperti telah menjadi candu baginya.
Dan tentu saja hal itu sangat berbahaya. Mengingat dirinya bukan lagi seorang lajang atau pria single. Dia adalah seorang suami dan juga seorang ayah.
Setelah sepakat untuk saling bekerja sama, mereka saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan.
Tangan lembut itu digenggamnya dengan erat dan seakan tak ingin melepaskannya.
Dan wanita itu pun seakan jugalah menikmatinya sehingga tidak menolak sama sekali. Senyumannya pun sangat menggoda. Bagai bius yang meracuni saraf-saraf sehingga tak berdaya untuk menghindarinya.
Stephen dan assistennya pun akhirnya pergi dari sana. Sepeninggalan Stephen, wanita itu tersenyum. Senyum yang sulit diartikan. Senyum yang menyimpan rahasia. Dan apapun rahasia itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang jelas-jelas nampak dalam senyuman ?itu, jika ternyata wanita itu pun sepertinya menyukai sosok Stephen. Ada rasa kagum dalam dirinya melihat pribadi Stephen. Sepertinya Stephen adalah tipe cowok ideal baginya. Dan dia pun menyadari jika Stephen telah terpesona akan dirinya.
Jadi takkan sulit baginya jika dia ingin menggaet pria tampan itu. Petualangan barunya akan dimulai lagi. Dan kali ini dia tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja.
Hanya saja dia belum mengetahui jika Stephen sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak. Apakah dia akan menyerah seandainya dia mengetahui kenyataannya? Ataukah ambisinya itu akan menjadi peluru baginya untuk terus menyerang tanpa menyerah.?
__ADS_1
Tapi semuanya itu tergantung kepada seorang Stephen. Mampukah dia mempertahankan hatinya untuk tidak tergoda dengan wanita lain? Ataukah dia kalah dan menyerah dengan godaan yang memabukkan itu?