
Stephen mencari keberadaan Sophia yang pagi-pagi sekali sudah menghilang dari tempat tidur mereka. Tentu saja Stephen merasa cemas hanya saja sedikit berlebihan. Mungkin karena baru pertama sekali benar-benar merasakan gimana rasanya menjadi seorang ayah yang menyambut kehadiran seorang anak. Meski dia telah mempunyai seorang putra yaitu Kevin. Namun saat Kevin hadir kedunia ini Stephen tidak ada disisinya sama sekali. Jadi Stephen tidak tahu bagaimana rasanya menantikan kehadiran sang anak di dalam kehidupannya.
Dengan hati yang khawatir dan cemas Stephen mencari kesetiap ruangan di dalam rumah itu. Bahkan di dalam kamar Kevin, Stephen tidak menemukan Sophia istrinya itu.
" Ayah kenapa? Tanya Kevin melihat kegelisahan diwajah ayahnya itu.
" Ayah mencari Mama Sophia. Tadi Mama Sophia datang ke kamar Kevin nggak? Tanya Stephen menjawab Kevin.
"Tidak. Mama tidak ada datang ke kamar Kevin. Kevin aja baru bangun! Jawab Kevin.
" Memang Mama kenapa? Tanya Kevin lagi.
" Nggak papa, ayah hanya tanya aja! Jawab Stephen tidak mau membuat Kevin ikut khawatir. " Ya udah, Kevin langsung mandi aja ya, nanti ayah bantu siapkan seragam sekolahnya! Lanjut Stephen.
" Baik Yah! Jawab Kevin dengan patuh. Kevin bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Stephen segera keluar dan mencari lagi keberadaan Sophia. Stephen teringat jika ada satu ruangan lagi yang dia lupakan. Dapur.
" Oh iya, dapur. Kenapa saya tidak kepikiran. Kebiasaan pagi Sophia sebelum hamil kan menyiapkan sarapan untuk kami! Ucap Stephen dalam benaknya. Stephen bergegas menuju ke ruang dapur. Dan benar saja Sophia sudah sibuk menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya.
Melihat sosok istri nya itu, ada rasa lega dalam hatinya.
" Sayang, apa yang kamu lakukan? Aku kan sudah bilang kamu tidak boleh kerja berat. Ingat kamu lagi hamil! Ucap Stephen menasehati Sophia. Melihat suaminya itu sedikit cerewet dan berlebihan Sophia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Sayang, aku kan hanya menyiapkan sarapan untuk kita. Dan itu nggak ada berat-berat nya kok.! Jawab Sophia mencoba menjelaskan pada suaminya itu.
__ADS_1
" Pokoknya tidak bisa. Memasak itu kan capek sayang. Kamu tidak boleh terlalu capek. Ingat kata dokter kandungan sayang agak lemah harus dijaga dengan hati-hati. Tidak boleh kerja berat. Istirahat total! Ucap Stephen dengan tekanan suara dibuat sedemikian tegas agar istrinya itu mau mendengarkan dirinya.
Melihat kekhawatiran suaminya itu yang sebenarnya untuk kebaikan dirinya dan kandungannya, Sophia sangat terharu namun sedikit aneh dan lucu juga. Bagaimana mungkin dia tidak boleh melakukan aktivitas apapun? Rasanya pasti membosankan. Stephen meraih apa saja yang ada di tangan Sophia. Lalu menyuruhnya untuk duduk.
" Kamu duduk manis di sini biar aku yang menyiapkan sarapan untuk kita. Oke! Stephen mengangkat tangannya dan membuat tanda oke. Sophia sangat mengerti akan sifat suaminya itu. Jika dia sudah berkata tidak boleh, ya tidak boleh sama sekali. Maka Sophia membiarkan suaminya itu mengambil alih tugasnya itu.
Sophia duduk manis menonton sang suami menunjukkan keahliannya yang selama ini disembunyikannya. Ternyata suaminya itu jago juga meracik bumbu di atas kompor. Rasa cinta dan kagumnya semakin bertambah kepada suaminya itu. Tidak perlu menunggu lama, sarapan pagi ala chef Stephen sudah tersaji diatas meja makan. Sophia terlihat tergiur ingin segera menikmati hasil karya sang suami. Kevin yang sudah rapi berpakaian seragam sekolah juga duduk manis ingin segera menyantap hidangan lezat dihadapannya itu. .
Dengan telaten Stephen melayani istri dan putranya itu. Dia memperlakukan keduanya seperti raja dan ratu. Sungguh pelayanan yang benar-benar tulus dari hati seorang ayah.
" Ayah, kenapa baru sekarang ayah memasak untuk kita? Kevin kira ayah tidak bisa memasak. Ternyata ayah jagonya! Puji Kevin. Stephen agak sedikit berbangga hati karena mendapat pujian dari sang anak. Tapi dia masih menunggu satu pujian lagi dari sang istri. Baru dia boleh bersombong diri sedikit. Dan Sophia tahu kalau suaminya itu sedang menunggu komentar dan pujian darinya.
" Hemmm... Bolehlah ya kalau tugas untuk menyiapkan kita sarapan, makan siang dan makan malam itu jadi tanggungjawab nya ayah. Sepertinya masakan ayah tidak kalah lezat dari masakan chef di restaurant terkenal deh! Puji Sophia akhirnya. Dengan wajah berakting berlagak sombong dan pamer, Stephen mengangkat kepalanya sedikit ke atas dan kedua tangan terlipat di dadanya. Stephen membusungkan dadanya lalu berkata pada isterinya itu,
Sophia dan Kevin tertawa lucu namun bahagia melihat tingkah Stephen yang terlihat sedikit kekanak-kanakan.
" Ayah memang yang terbaik! Sophia mengangkat kedua jempolnya ke arah Stephen dan Kevin memberikan tepukan tangan sebagai tanda akan kekagumannya kepada ayahnya itu.
Mereka bertiga pun menikmati sarapan pagi bersama yang penuh kehangatan dan kasih sayang. Nikmatnya hidangan menambah suasana hangat yang diselingi dengan tawa dan canda. Dengan penuh kemesraan dan cinta, Stephen menyuapi Sophia dan Kevin bergantian. Bahkan alam pun turut merayakan kebahagiaan yang sedang menghuni insan Tuhan ini, terlihat cuaca pagi ini begitu indah dan cerah. Rasa cemas dan khawatir yang sesaat tadi memenuhi hati dan pikiran Stephen tiba-tiba lenyap tak berbekas.
Wajahnya tak lagi menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan yang merasukinya tadi. Melihat kebahagiaan di wajah ayahnya itu, Kevin pun memberi komentar kepada sang ayah.
" Ayah, sekarang ayah tidak khawatir lagi kan? Ayah terlihat sangat bahagia sekali!
__ADS_1
" Memang ayah kenapa? Tanya Sophia penasaran.
" Bangun pagi tadi ayah mencari-cari Mama dengan khawatir karena Ayah tidak melihat Mama waktu bangun pagi tadi.! Jawab Kevin.
" Khawatir kenapa? Sophia menjadi bingung.
" Ayah kira Mama hilang diculik alien! Jawab Kevin asal.
" Huusss.... Kevin tidak bisa jaga rahasia! Protes Stephen.
" Hehehehe... Habis wajah Ayah lucu kalau lagi bingung begitu.! Ucap Kevin.
" Hahahaha....! Sophia turut tertawa mendengar candaan Kevin yang seakan sedang mengejek ayahnya itu.
" Okey, jadi Kevin dengan Mama bersekutu ya. Okey..okey... Okey! Ucap Stephen sambil manggut-manggut.
Kemudian mereka bertiga tertawa bersama. Betapa bahagianya keluarga kecil Stephen. Hanya dengan hal sederhana mereka tetap menikmati kebahagiaan. Tentunya karena ada cinta dan kasih sayang yang bersemayam dalam hati mereka. Cinta yang tulus dan sejati akan terlihat dari tindakan nyata, tidak hanya sekedar kata saja.
Sophia menatap lekat suami dan putranya itu dengan begitu dalam. Hatinya tersentuh dengan suasana indah di pagi hari ini. Dan hanya rasa syukur yang dapat diucapkannya dalam hatinya karena semua kebahagiaan dan suka cita yang dirasakan olehnya saat ini adalah wujud nyata anugerah yang terindah yang diterimanya dari Tuhan. Betapa beruntungnya dirinya memperoleh berkat yang sangat berlimpah dalam hidupnya.
Sophia yakin dan percaya jika Tuhan yang telah menganugerahinya rahmat yang begitu indah dan berharga ini. Maka Sophia pun berdoa kepada Sang Pemberi Rahmat dalam hatinya agar kebahagiaan ini tidak hanya untuk saat ini tapi tetap ada untuk selamanya. Meski manusia tidak pernah tahu akan masa depan apa yang dikehendakinya. Rasa haru, bahagia, suka cita dan syukur adalah kata-kata yang sudah layak dan sepantasnya untuk diucapkan.
Stephen pun merasakan hal yang sama. Keduanya nampak sehati karena memang hati mereka telah menyatu satu sama lain. Tidak hanya sikap dan tingkah mereka yang terlihat sama, tapi hati mereka juga semakin menyatu. Mungkin takkan bisa terpisahkan lagi.
__ADS_1
Lihatlah matahari bersinar cerah dan indah serta penuh kehangatan menyinari alam semesta dengan sinarnya yang menghidupkan. Burung-burung dan binatang kecil lainnya turut bernyanyi riang di antara rerimbunan ranting-ranting pepohonan yang segar diterpa hujan tadi malam. Sungguh indah pada waktunya.