Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Menguji Hati


__ADS_3

Sophia sedang berbelanja di sebuah super market membeli kebutuhan dapur bulanan. Pagi tadi Stephen sudah menawarkan diri akan menemaninya belanja setelah pulang dari kantor. Namun karena terlalu lama menunggu hingga sore, Sophia memilih untuk pergi sendiri pagi ini. Lagipula Stephen pasti sangat sibuk seharian kerja dikantor dan akan kelelahan, kasihan jika harus menemaninya lagi belanja.


Sophia pun memilih untuk berbelanja sendiri saja. Tidak perlu merepotkan Stephen dengan hal kecil seperti ini.


Sedang asyik berbelanja, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang.


" Hei, kamu pegawai di Panti Asuhan itu kan? sapa seorang wanita cantik yang kini berdiri dihadapannya. Sophia melihat ke arah wanita itu.


Wajah wanita itu sepertinya tidak asing lagi baginya. Dimana dia pernah melihat wanita itu?


" Aku mamanya Mateo! ucap wanita itu seakan tahu apa yang sedang Sophia pikirkan tentang siapa dirinya.


Sophia agak terkejut mendengarnya, tapi dia berusaha bersikap biasa saja. Dia tidak menyangka akan bertemu wanita itu disini.


Namun setelah mendengar ucapan wanita itu, hati dan pikiran Sophia menjadi resah dan gelisah. Pikirannya seakan-akan melayang jauh, bagaimana jika selanjutnya wanita ini benar-benar akan merampas Mateo darinya? Tak terbayangkan olehnya.


Sophia yang tidak ingin merespon wanita itu dengan memilih untuk menghindarinya. Ditinggalkannya Maya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Melihat Sophia yang begitu cuek membuatnya kesal dan marah.


" Hei, sombong sekali kamu? Kamu pikir kamu itu siapa hah? teriak wanita itu dengan sangat kesal. Tapi Sophia lebih tidak peduli lagi. Dia pergi dari sana dan tidak menggubrisnya sama sekali.


Maya yang sangat gondok ingin rasanya melempar sepatunya ke arah Sophia, hanya saja Sophia sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya dimana.


Sophia pun kembali menyibukkan dirinya dengan belanjanya. Dengan harapan segera selesai sehingga dia bisa segera pergi dari sana. Melihat keranjang belanjanya sudah penuh dengan kebutuhan dapurnya, Sophia pun menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


Dan baru saja dia meletakkan belanjaannya didepan kasir, Maya muncul lagi.


" Ehh kamu, ketemu lagi. Sepertinya kamu dan aku ditakdirkan untuk terus bertemu ya?! seringainya dengan gaya sombongnya.


Sophia tahu sekarang bukannya saat untuk meladeni wanita itu. Sophia sibuk dengan belanjaannya. Setelah semua selesai Sophia segera mengangkat belanjaannya dan perginya dari sana.


Maya yang hendak mengoceh hanya bisa ternganga melihat Sophia yang begitu cuek pergi begitu saja.

__ADS_1


"Dasar, gadis kampung! maki Maya dalam hatinya.


Sore harinya,


Mateo asyik belajar sendiri, Sophia sibuk memasak di dapur. Tadi pagi Stephen bilang akan datang lagi sore ini ke rumah Sophia. Artinya pasti akan makan malam juga. Mana mau Stephen hanya sekedar datang saja tanpa melewatkan kesempatan yang lain.


Bunyi suara pintu terdengar. Itu pasti Stephen. Karena Stephen sudah hafal password rumah Sophia, dia bisa masuk kapan saja sehingga dia tidak perlu lagi bunyikan bel.


" Hi jagoan ! sapa Stephen kepada Mateo yang sedang belajar di ruang tamu.


"Hi ayah! balas Mateo dengan senyuman manisnya. Mateo langsung berdiri menyambut Stephen dan merangkulnya dengan erat.


"Mama kamu dimana? Tanya Stephen sambil melirik-melirik mencari sosok Sophia di setiap sudut ruangan itu.


" Mama lagi masak! Mateo menunjuk ke arah dapur. Stephen menganggukkan kepalanya.


Stephen menuju ke dapur. Dilihatnya Sophia yang sedang fokus memasak. Aroma masakannya menggugah selera. Diam-diam Stephen melangkah dan langsung merangkul Sophia dari belakang.


" Sore sayang, sibuk sekali hari ini! Goda Stephen. Sophia sedikit terkejut karena dipeluk tiba-tiba oleh Stephen.


" Bentar lagi ya, aku selesaikan dulu masaknya. Mateo pasti sudah kelaparan tuh! ucap Sophia untuk menghentikan aksi Stephen yang tidak akan berhenti jika tidak dihentikan segera.


" Baiklah sayang. Aku akan temani Mateo belajar ! Dikecupnya pipi Sophia sekali lagi setelah itu baru pergi dari sana.


Sophia melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi.


Stephen menemani Mateo belajar. Mereka berdua terlihat akrab dan kompak. Sophia yang melihat kedekatan mereka berdua begitu bahagia. Lalu terlintas dibenaknya,


"Apakah moment seperti ini akan selalu mereka rasakan? Mengingat mama kandungnya Mateo yang sudah kembali dan ingin merebut Mateo dari mereka. Sophia mendesah.


Untuk saat ini biarkan mereka menikmatinya dulu. Apa yang akan terjadi esok biarlah mereka akan menghadapinya bersama-sama.

__ADS_1


Makan malam sudah terhidang diatas meja. Saatnya untuk menikmatinya.


" Sayang, makan yuk, sudah lapar kan nungguin mama masak! Sophia berseru memanggil kedua insan yang disayanginya itu.


Kini mereka bertiga duduk manis melingkari meja makan dan menyantap hidangan lezat hasil karya sang Mama tercinta. Keluarga kecil yang bahagia. Sebutan itu cocok disematkan untuk mereka.


Sedangkan Maya, dia sibuk memikirkan cara untuk mendapatkan kembali hak asuh Mateo.


Mateo adalah salah satu senjatanya untuk mendapatkan perhatian dari Stephen. Ada sedikit penyesalan kenapa dulu dia tidak kepikiran untuk mencari Stephen dan meminta pertanggungjawaban darinya.? Dan mengapa dia setuju saja ketika ibunya menyarankan dirinya untuk mengirim Mateo ke Panti asuhan saja. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Semua telah terjadi. Tapi setidaknya untuk saat ini dia merasa masih ada cara lain untuk memperbaiki semuanya. Meski dia sendiri kurang yakin apakah rencananya tersebut akan berhasil. Mendapatkan Mateo kembali serta mendapatkan Stephen menjadi miliknya.


Membayangkannya saja membuatnya sangat bahagia. Khayalan tingkat tinggi.


Keesokan paginya, Maya sudah bersiap-siap untuk mengunjungi Mateo di Panti. Ditangannya ada sebuah dokumen surat pengalihan hak asuh anak atas nama Mateo. Tapi dokumen itu hanyalah dokumen palsu. Semalaman dia bekerja keras menghubungi seseorang untuk membantunya membuatkan dokumen palsu. Dia juga menghubungi seseorang untuk menyamar menjadi seorang aparatur sipil negara yang akan membantunya untuk bersandiwara.


Seperti biasanya Sophia menghantarkan Mateo ke Panti lalu dia berangkat ke kantor bersama dengan Stephen. Tidak ada firasat sama sekali jika sesuatu yang buruk akan terjadi kepada Mateo.


Maya dan pejabat palsunya sudah sampai di kompleks panti. Ditemani dua Petugas keamanan gadungan. Mereka segera masuk ke dalam panti dan mencari Ibu kepala Panti Ibu Maria.


Ibu Maria sedikit terkejut melihat kedatangan Maya yang ditemani oleh orang-orang yang tidak dikenalinya.


" Maaf, ada apa ya? Kok tiba-tiba datang ke tempat kami tanpa ijin? Bu Maria berusaha tenang dan tidak panik meski hatinya tetap was-was dan khawatir.


" Maaf, Ibu kepala. Tapi saya datang untuk membawa putra saya kembali bersama saya! Maya langsung to the point tanpa ada basa-basi sedikitpun.


Ibu Maria yang masih bingung, mencoba menelaah kata-kata yang diucapkan oleh Maya.


" Saya sudah membawa dokumen asli surat pengalihan hak asuh anak atas nama Mateo." Anda tidak bisa mengelak karena ini adalah surat asli dari pengadilan.! Maya bersikap seolah-olah semuanya yang diucapkannya adalah benar.


" Saya masih tidak mengerti apa maksudnya! Bu Maria terlihat bingung dan was-was. Apa gerangan yang sedang terjadi. " benak bu Maria.


Lalu bu Maria menghubungi seseorang lewat pesan singkat.

__ADS_1


" Maaf ya bu, tapi saya tidak bisa lama-lama di sini. Saya harus bertemu dengan Mateo! Maya berpura-pura.


Dalam kebingungan Bu Maria berusaha untuk tetap bersikap tegar agar tidak terlihat sedang was-was.


__ADS_2