
Wajah Mateo terlihat tidak asing dalam penglihatannya Stephen. Bagaimana tidak karena wajah itu seperti wajah Stephen ketika masih kecil. Bahkan sangat mirip. Sophia yang selama ini kurang memperhatikan, lambat laun mulai memperhatikan. Dilihatnya lamat-lamat wajah Mateo dan Stephen bergantian
Setelah sekian lama, dia baru ngeh jika wajah tampan kedua pria itu sangat mirip sekali. Garis wajah mereka terlihat sama persis, bentuk hidung dan bibirnya pun tak berbeda sama sekali. Sophia tidak percaya dengan penglihatannya itu. Dia berpikiran jika apa yang dilihatnya itu pasti salah. Bagaimana bisa mereka bisa terlihat sama? Mungkin jika Mateo dan Stephen disandingkan mereka akan terlihat seperti ayah dan anak. Stephen pun bertanya kepada Sophia, " Berapa usianya? Sophia menjawab, " Masih 4 tahun pak! Stephen pun langsung teringat sebuah peristiwa buruknya kurang lebih empat tahunan yang lalu.
Flashback.....
Malam itu Stephen mabuk berat saat Pesta ulang tahun sahabatnya Vincent. Dalam keadaan mabuk, Stephen tidak sadar jika ia telah melakukan sesuatu hal yang buruk diluar kendalinya. Akibat terlalu banyak minum alkohol, gairahnya pun terbangun dari tidurnya. Sehingga malam itu Stephen menghabiskan waktu sepanjang malam dengan seorang gadis. di dalam sebuah kamar di hotel tempat Pesta berlangsung. Dan ternyata gadis itu juga dalam keadaan mabuk sehingga mereka berdua menyatukan diri dalam gairah yang membara akibat pengaruh alkohol. Gadis itu adalah teman dari sepupunya Vincent yang juga hadir di malam Pesta saat itu. Entah siapa yang telah menyatukan mereka berdua dalam satu kamar hingga terjadilah cinta satu malam.
Setelah tersadar di pagi hari, dengan kondisi tubuhnya yang telanjang tanpa sehelai pakaian, Stephen sangat terkejut dan membuatnya sangat marah dan emosi. Dilihatnya ada seorang gadis didalam balik selimut. Keadaannya sama dengan Stephen tanpa memakai sehelai baju pun yang melekat di tubuhnya. Lalu si gadis pun membuka matanya, melihat sekelilingnya dan merasa ada yang aneh dalam dirinya. Diintipnya di dalam balik selimutnya itu .Dan betapa terkejutnya dirinya melihat apa yang disaksikannya. Lalu dia berteriak histeris dan menangis. Tentu saja Stephen tidak mau dianggap sebagai pria brengsek dan tidak bertanggung jawab. Dia lalu membasuh tubuhnya dan segera memakaikan pakaiannya. Diambilnya sebuah kartu nama dari dompetnya. Diserahkannya kartu nama itu kepada gadis itu. Lalu Ucapnya kepada gadis itu, "Ini kartu namaku, jika terjadi sesuatu kepadamu, kamu boleh datang dan menghubungi aku. Aku pasti bertanggung jawab. Tapi jika tidak terjadi apapun kepadamu, jangan pernah datang dihadapanku." Setelah berkata demikian Stephen langsung pergi meninggalkan si gadis itu. Sepeninggalan Stephen, gadis itu yang tadinya berwajah sedih dan muram tiba-tiba berubah senyum dengan seringai licik.
__ADS_1
Flashback off.....
Stephen tersadar dari bayangan masa lalunya. Entah mengapa bayangan itu muncul setelah dia melihat wajah Mateo. Tapi jika dipikir-pikir, Seandainya gadis itu hamil dan melahirkan anak pasti anak itu akan seumuran dengan Mateo. Stephen memukul-mukul kepalanya, "Ahhh.... apa yang kupikirkan!? ucap Stephen pada dirinya sendiri.
"Mungkin ini hanyalah kebetulan saja. Kata orang setiap manusia punya 7 kembaran."
Stephen kembali duduk. Kemudian bertanya kepada Sophia.
Sophia menjawab, " Mateo Michael Wijaya."
__ADS_1
Mendengar nama Wijaya, Stephen jadi terkejut. Kemudian dia bertanya, namun sedikit meragu.
"Kalau boleh tahu suami kamu namanya siapa? Dan dimana dia sekarang?
Meski sebenarnya Stephen sudah tahu sedikit ceritanya dari Pak Robert managernya itu. Mendengar pertanyaan itu Sophia tidak langsung menjawab. Dia terdiam sejenak.
Lalu Sophia berkata, " Saya akan menceritakannya kepada bapak, mungkin agak sedikit panjang dan membosankan!
Stephen pun mengangguk kecil. Sophia pun memulai kisah hidup dua orang anak manusia yang dipersatukan oleh sang Pencipta tanpa ada hubungan darah atau ikatan keluarga. Hanyalah dua insan yang dulunya tidak saling mengenal. Namun kini mereka telah terikat., dalam suatu hubungan yang tidak disengaja. Bahkan ikatan itu kini melebihi dari sebuah ikatan darah ataupun ikatan keluarga.
__ADS_1
Tanpa ada satupun yang terlewatkan, Sophia mengisahkan dengan begitu indahnya.
Mendengarkan kisah Sophia ada rasa haru dan juga ragu. Haru karena kisahnya begitu menyedihkan. Namun juga senang karena masih ada kebahagiaan disampaikan.