Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Jalan Cerita Cinta


__ADS_3

Jalan cerita cinta yang dialami oleh Sophia memang tidak seperti kisah percintaan anak muda zaman sekarang. Asmara, cinta, nafsu, kenikmatan, romantisme, materialistis, dan pada akhirnya akan berujung di pelaminan. Bagaimana dia bisa merasakan dan menikmati semua itu jika sosok yang dia puja tak pernah hadir menemuinya. Yang hadir malah sosok seorang pria kecil yang bahkan memanggilnya dengan sebutan mama. Dan sekalipun orang bertanya-tanya dengan nada menuduh dan mencurigainya, itu bukanlah sebuah cambuk yang menyakiti hati dan jiwanya.


Karena tujuan dari hidupnya lebih dari hanya sekedar menemukan pasangan hidup untuk kebahagiaannya. Ada tujuan hidup yang Ilahi yang sulit untuk dimengerti oleh mereka. Maka jangan pernah bertanya kapan cerita cintanya akan menjadi kenyataan.


Seperti hari biasanya, Sophia meninggalkan Mateo di Panti Asuhan bermain bersama dengan teman-temannya yang lain. Dan Sophia harus melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang asisten manager di sebuah perusahaan Desain Interior. Dengan keahlian yang dimilikinya Sophia cukup dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Banyak orang terkesan setiap kali dia menyampaikan ide-ide terbaiknya. Sebenarnya dia telah mendapatkan tawaran untuk menduduki jabatan sebagai salah satu manager, namun dengan berat hati terpaksa harus ditolaknya.


Karena dia tidak ingin terbebani oleh tanggung jawab yang sangat besar sehingga dia akan kehilangan waktunya untuk membantu di Panti Asuhan. Meski telah diiming-imingi dengan gaji yang besar tidak membuatnya menjadi rakus dan tamak oleh uang. Baginya kebahagiaan bukan diukur dari materi atau banyaknya uang yang dimilikinya. Melainkan suatu kepuasan dan kebahagiaan tersendiri baginya ketika dia membantu atau menolong orang lain khususnya disaat dia sedang bersama-sama dengan anak-anak Panti.


Saat memasuki ruang kantornya, tanpa sengaja Sophia menubruk tubuh seseorang yang baru saja keluar dari pintu yang sama di kantornya itu.


" Bughh."


" Aduhhhh... " Sophia terdorong beberapa langkah kebelakang. Tubuh itu lebih besar darinya, kekar dan athletis. Terasa sedikit sakit di dadanya.

__ADS_1


" Maaf, saya tidak memperhatikan anda! ucap sosok pria itu. Sophia mengangkat wajahnya dan memandang sosok itu. Dan siapa kira jika pria itu adalah si tampan di toko buku.


" Saya juga minta maaf, saya tergesa-gesa tadi." balas Sophia dengan suara hampir seperti sedang berbisik.


" Oh ya Tuan Stephen, maaf. Dia adalah Sophia asisten manager saya." Pak Robert salah satu manager di perusahaan ini sekaligus juga manager Sophia, berjalan dari belakang pria yang dipanggilnya Tuan Stephen itu. Lalu pria itu pun menatap ke arah Sophia. Dia merasa wajah itu begitu familiar. Sepertinya pernah dia temui disuatu tempat tapi dia sama sekali tidak ingat dimana dan kapan.


" Sophia, kenapa kamu terlambat pagi ini? Tanya Pak Robert mengalihkan pembicaraan.


" Maaf pak, tadi saya ada urusan sebentar." jawab Sophia beralasan.


Namun ada sesuatu dalam benaknya. Sebuah pertanyaan muncul di pikirannya.


" Kenapa pria itu tiba-tiba ada di kantor mereka? Pantas saja tadi saat dia lewat dari toko buku dia tidak melihat sosok itu disana. Pertanyaan itu terus merasuki pikirannya. Untuk saat ini dia memang belum menemukan jawabannya untuk memuaskan rasa penasaran dalam hati dan pikirannya itu.

__ADS_1


Mungkinkah ini adalah rencana semesta alam untuknya? Sosok yang dikaguminya akhir-akhir ini dengan diam-diam. Sosok yang bisa mencuri perhatiannya dan mengisi ruang hati pikirannya. Saat pikirannya sedang sibuk mengkhayalkan pria tampan itu, Pak Robert yang sudah berdiri disampingnya berbicara kepadanya.


" Sophia, mulai besok kamu ditugaskan untuk membantu Tuan Stephen ya! Mendengar suara Pak Robert, Sophia tersadar dari khayalannya.


" Maaf Pak. Maksudnya apa pak? Tanya nya dengan kebingungan.


" Mulai besok kamu bekerja mendampingi Tuan Stephen. " perjelas Pak Robert.


" Kenapa saya Pak? Sophia semakin bingung.


" Pak Stephen adalah CEO baru di perusahaan. Dia adalah ahli waris group perusahaan " Neo Future Art Interior Design ( Neo FAID)." CEO yang lama sudah pensiun dan sekarang digantikan oleh Tuan Muda Stephen."


" Selama ini Tuan Stephen menolak bekerja diperusahaan keluarga, karena sibuk dengan bisnisnya sendiri. Tapi karena Tuan Besar Wijaya sudah tua dan harus pensiun, mau tidak mau Tuan muda Stephen harus menggantikannya karena Tuan Stephen putra satu-satunya keluarga Wijaya. Selama ini Tuan Stephen tidak pernah muncul diperusahaan karena dia jarang pulang ke Indonesia." jelas Pak Robert dengan panjang lebar seolah-olah dia mengerti jika Sophia pasti bertanya-tanya akan kehadiran orang baru diperusahaan tersebut. Dan sebagai salah satu manager kepercayaan di perusahaan itu sudah sewajarnya dia mengetahui hal tersebut. Dan Sophia yang mendengarnya hanya manggut-manggut seperti boneka kucing kecil yang biasa dipajang di depan toko orang Tionghoa.

__ADS_1


" CEO baru kita itu bagaimana sih pak orangnya? tanya salah seorang karyawan yang dari tadi ikut mendengarkan percakapan antara Pak Robert dan Sophia. Sang manager itu berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut.


" Yang aku kenal selama ini Tuan Stephen orangnya tegas, dingin dan juga keras. Tapi hatinya baik kok.! Sophia terdiam seperti orang yang lagi berpikir. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Hanya satu yang pasti, dia akan menghabiskan banyak waktu dengan pria yang dikaguminya itu. Tak pernah terpikirkan olehnya jika semesta seakan mendukung dirinya mendekati sosok yang dulu hanya dipandanginya diam-diam dan itupun dari kejauhan agar tidak diketahui olehnya. Tugas baru kini menantinya dengan tangan terbuka. Tinggal menunggu suatu kesempatan yang tepat.


__ADS_2