
Malam yang ditunggupun tiba. Harvey dan Stephen bertemu di restaurant mahal di sebuah hotel mewah. Harvey yang sudah mengatur segalanya, dengan percaya diri yang tinggi yakin rencananya pasti akan berhasil. Meski dengan sedikit berat hati namun demi sepupu tersayangnya itu dia terpaksa datang juga ke tempat itu. Agar tidak mengecewakan Harvey, Stephen berpenampilan yang menarik layaknya seseorang yang akan mengikuti suatu acara resmi. Dengan pakaian formal, Stephen terlihat sangat tampan dan berwibawa. Gadis manapun yang melihat pasti akan langsung jatuh cinta kepadanya.
Harvey yang sudah menunggu sejak tadi langsung berdiri menyusul Stephen yang dilihatnya sudah datang seorang diri.
Melihat Harvey yang berjalan ke arahnya Stephen melambaikan tangannya. Harvey langsung mengajak sepupunya untuk duduk sambil menunggu tamu istimewa yang dijanjikannya itu.
" Sebenarnya kita mau bertemu siapa sih Har? tanya Stephen dengan tidak sabar dan juga penasaran.
" Sabar yaa, belum waktunya juga kan. Aku menyuruhnya datang 10 menit lagi. Jadi kamu duduk yang tenang dan nikmati malam ini. Oke! jawab Harvey yang membuat Stephen semakin penasaran.
Stephen lalu sibuk dengan ponselnya. Tak lama kemudian seorang gadis cantik memaki gaun merah sexy, lengan pendek, belahan dada rendah yang memperlihatkan dadanya yang putih dan mulus. Rambutnya hitam panjang lurus dibiarkan terurai menutupi punggungnya yang kecil dan juga mulus.
Stephen yang duduk membelakangi arah pintu sehingga tidak memperhatikan kedatangan gadis itu tidak sadar jika tamu istimewa yang dimaksudkan oleh Harvey sudah berdiri disampingnya.
Jarinya sibuk memainkan ponselnya itu, sampai gadis itu semakin mendekat dan membuat gerakan yang menarik perhatian. Stephen pun seperti merasakan jika ada bayangan seseorang yang sedang berdiri disampingnya. Kemudian dia menoleh ke arah sosok bayangan tersebut dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat siapa gerangan gadis itu. Wajah yang sangat dikenalnya dulu. Begitu melekat didalam pikirannya saat mereka masih remaja. Ya, gadis itu adalah Angela, teman satu kelasnya di SMA Nusantara. Harvey memang memberinya sebuah kejutan yang cukup mengagetkan. Tanpa sadar Stephen menggumam dan menyebut nama gadis itu.
" Angela! Ekspresi gadis itu terlihat senang ketika mendengar namanya disebut oleh Stephen.
" Jadi kamu masih ingat dengan diriku ya! ucapnya penuh kebanggaan.
__ADS_1
Gadis itu pun melihat ke arah tempat duduk, dan Harvey dengan sigap segera menarik kursi agar Angela bisa duduk dan persis dihadapan Stephen.
" Bagaimana mungkin Stephen bisa lupa dengan gadis secantik kamu Angel.! ucap Harvey sambil melirik Stephen.
" Apalagi dengan gadis yang dulu jadi cinta pertamanya! lanjut Harvey dengan sangat yakin merasa jika Stephen masih menyimpan rasa yang sama.
Stephen menatap Harvey dengan tatapan tajam dan menusuk seakan-akan berkata, " Awas kamu ya, tunggu pembalasan dari saya!
Sedangkan yang ditatap tidak mau tahu dan tidak peduli sama sekali. Dia malah tersenyum menggoda sepupunya itu.
" Bagaimana kabar kamu Steph? tanya Angela memulai percakapan. Karena Stephen hanya diam tidak bereaksi sama sekali.
Angela memperbaiki cara posisi duduknya agar terlihat sopan dan manis dihadapan Stephen. Ditambah karena pakaiannya yang terlalu ketat dan sexy, sehingga kelihatan kurang nyaman dalam pandangan Stephen. Namun bagi Angela itu hal yang biasa. Dia tidak peduli atau mungkin malah senang jika dirinya menjadi pusat perhatian. Dengan pakaian minim seperti itu tentu akan menjadi tontonan gratis bagi laki-laki hidung belang yang ada di lokasi tersebut.
Stephen sendiri merasa agak risih dan sangat tidak nyaman dengan pemandangan yang ada dihadapannya itu. Meski dia adalah lelaki normal tetapi dia juga tahu batas-batas kesopanan. Ingin rasanya dia menegur Angela karena pakaiannya itu tapi dia merasa tidak enak hati dan bisa saja akan menyinggung hati wanita itu.
Sedangkan Harvey terlihat santai dan biasa saja, karena selama hidup di luar negeri hal-hal seperti itu adalah hal yang sangat biasa. Sangat lumrah baginya menyaksikan para wanita memakai pakaian yang sangat seksi atau pun hanya sekedar memakai bikini saja.
Dan kebetulan ditempat itu tidak hanya ada mereka. Ada beberapa pelanggan yang juga sedang menikmati makan malam ditempat itu. Kebanyakan dari mereka adalah kaum adam yang mungkin sedang melakukan meeting dengan kolega-koleganya atau ada juga yang hanya sekedar makan malam saja.
__ADS_1
Tampak mata mereka melirik-melirik ke arah Angela. Seakan tidak ingin menyia-nyiakan tontonan gratis.
Bagi Angela sepertinya itu adalah suatu kebanggaan menjadi pusat perhatian dan dikagumi olah kaum adam. Mungkin dia berpikir jika penampilannya itu bisa menarik semua perhatian siapa saja terlebih menarik perhatian Stephen yang menjadi fokusnya pada malam ini.
Dia masih mengira jika Stephen masih menyimpan perasaan yang dulu pernah diungkapkan oleh Stephen kepadanya. Perasaan suka antara seorang pria kepada seorang wanita.
Flashback...
Angela Wulandari, putri seorang pengusaha kaya raya di kota X. Ayahnya adalah seorang direktur di sebuah perusahaan besar yang Sudahlah memiliki berbagai cabang diseluruh kota. Sebagai seorang putri konglomerat hidupmu penuh dengan bergelimangan harta. Penampilannya selalu terbilang wow. Selain cantik dan kaya dia tergolong murid yang pintar di sekolah sehingga dia menjadi idola sekolah. Dia dinobatkan sebagai Ratu sekolah dan menjadi idaman murid-murid laki-laki di sekolah mereka bahkan juga anak murid laki-laki dari sekolah-sekolah lainnya.
Stephen kala itu juga adalah salah seorang murid di SMA Nusantara. Dan kebetulan satu kelas dengan Angela dan juga Harvey. Pada masa itulah masa dimana Stephen mengenal yang namanya cinta monyet. Dan sayangnya, cinta monyetnya jatuh kepada Angela.
Stephen juga tergolong dalam primadona sekolah. Selain berwajah tampan, pintar, bintang lapangan, juara umum dan ketua OSIS. Membuatnya juga banyak dikagumi oleh kaum hawa di sekolahnya. Namun entah kenapa hatinya malah terpikat dengan si Ratu sekolah. Mereka berdiri memang pantas jika dijodohkan sebagai pasangan. Sang wanitanya cantik dan sang prianya tampan.
Banyak yang mengira jika mereka berdua pasti berjodoh. Sama-sama sempurna. Tapi tak disangka-sangka Angela malah menolak Stephen mentah-mentah. Hal ini membuat Stephen begitu terpukul. Karena baginya ini sebagai cinta pertama yang tentu saja istimewa. Malu dan terpukul karena sebuah penolakan hampir membuat Stephen tidak ingin mencintai lagi.
Mungkin itu juga yang menyebabkan dirinya menjadi seorang pribadi yang dingin dan cuek. Karena sebuah penolakan Itu Stephen mulai berhati-hati dalam menaruh rasa. Karena dia tidak ingin terjadi kedua kalinya.
Sampai mereka berpisahpun dari sekolah mereka tidak saling mengucapkan salam. Masa sekolah yang seharusnya menjadi masa yang membahagiakan untuk dikenang. Tapi malah menjadi kenangan yang buruk untuk dikenangkan?
__ADS_1