Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Hati Yang Mencinta


__ADS_3

Stephen yang tidak menyangka akan mendengarkan respon Sophia yang mendadak seperti itu sempat terdiam seakan tidak percaya. Dan beberapa saat kemudian dia tersadar dan mulai tersenyum.


Stephen pun bereaksi bukan dengan kata-kata. Dia langsung bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Sophia dalam dekapannya. Pelukan hangat, lembut dan penuh cinta. Sophia pun menyunggingkan senyum dibalik dada bidang Stephen.


Ya, akhirnya, dua insan itu saling mengungkapkan perasaannya masing-masing.


" Makasih ya, kamu sudah bersedia membuka hatimu untukku.! Stephen membelai rambut Sophia dengan mesranya.


Sophia yang sedang merasa bahagia dan haru biru karena jatuh cinta untuk pertama kalinya. Ternyata beginilah rasanya bila sedang jatuh cinta. Hati berbunga-bunga bahagia, dunia terasa cerah, semesta penuh warna pelangi indah dan menawan.


Betapa baiknya Sang Pemberi Hidup, yang telah menganugerahinya sebuah cinta dari seorang pria yang mau menerimanya dengan tulus dan apa adanya.


Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Sophia selalu saja tersenyum mengingat moment indah yang baru saja dia alami. Inilah cinta berjuta rasanya. Sophia senyum-senyum sendiri membuat orang-orang disekitarnya melihatnya dengan keheranan. Mereka mengira Sophia adalah gadis gila yang mungkin kabur dari rumah sakit jiwa.


Bahkan sampai di Panti Sophia tidak lepas dari senyumannya. Kevin yang melihatnya menjadi curiga. Gerangan apa yang terjadi sehingga membuat Sophia begitu bahagianya? Bahkan ketika Kevin memanggil namanya berulang-ulang, Sophia sama sekali tidak mendengarnya.


Mateo yang juga sedang duduk berdua dengan Kevin hanya memandangi mamanya itu dengan keheranan. Sophia terus saja berjalan tanpa peduli dengan sekitarnya. Kevin dan Mateo pun bagaikan tak terlihat sama sekali. Mereka berdua saling berpandangan dan seakan-akan saling bertanya " Apa yang sedang terjadi dengan wanita mereka itu?


Saat sudah berada di rumahnya, Sophia masih terbayang dengan kejadian di kantornya Stephen. Bahagia tapi merasa malu. Tidak disangkanya dia akan senekat itu. Entah kekuatan darimana muncul memberikannya keberanian untuk menghadapinya bossnya itu.


Mateo yang masih bingung melihat sikap mamanya itu hanya terdiam saja tidak tahu harus berkata apa. Sophia baru tersadar dari khayalannya setelah tangannya tersentuh kuali panas yang sedang berada di atas kompor.


"Ouch.! rintihnya kesakitan.


"Mama kenapa? tanya Mateo melihat mamanya itu meringis kesakitan karena merasa perih.

__ADS_1


"Ahh.. nggk papa kok sayang. Mama nggk sengaja sentuh kuali panas.!


" Ouhh. Mama lagi-lagi mikirin apa sih Ma? tanya Mateo penasaran.


" Nggk mikirin apa-apa kok sayang! elak Sophia. Nggk mungkin kan dia bilang sama Mateo kalau dirinya sedang jatuh cinta. Mateo pasti belum mengerti apa itu jatuh cinta.


" Baiklah.! Mateo mengangguk-anggukkan kepalanya tanda jika dia mengerti apa dimaksudkan oleh mamanya.


Stephen dan Harvey sedang merayakan kebahagiaannya Stephen yang kini sudah tidak jomblo lagi.


" Bro, malam ini kita harus merayakan kebahagiaan ini sampai mabuk. Karena ini adalah moment yang sangat penting dan berharga bagi loe! ucap Harvey dengan semangatnya.


Entah mengapa Harvey begitu bersemangat padahal yang sedang jatuh cinta kan Stephen. Tapi seolah-olah Harvey yang sedang jatuh cinta. Di satu pihak dia memang turut bahagia karena sepupunya itu akhirnya membuka hatinya untuk wanita lain. Dan dilain pihak ada sedikit rasa kecewa, kecewa karena tidak ada lagi kesempatan untuknya untuk bisa merebut hati Sophia.


Tidak mungkin baginya untuk mendapatkan hati Sophia lagi atau bahkan merebutnya.


" Bro, aku mau bilang sama loe. Dan loe mesti dengarkan.! Harvey berbicara layaknya orang tua.


" Hemmmmm.! gumam Sthepen.


" Begini bro, Jujur gue bahagia karena loe kelihatan bahagia sekali. Aku ingin mengingatkan Kamu. Sekarang kan kamu udah jadian sama Sophia, maka gue harap loe tidak menyakiti hatinya! ingatkan Harvey kepada Stephen.


" Iyaaa, Gue tahu itu bro. Apa aku pernah menyakiti hati perempuan? Tidak pernah sama sekali kan!? bantah Grego.


Harvey ikut merasa bangga dengan ucapan saudaranya. Memang benar, seumur hidupnya Stephen tidak pernah berniat untuk menyakiti hati siapapun apalagi dengan sengaja. Baginya wanita adalah makhluk Tuhan yang sangat sempurna.

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita nikmati malam ini, meski aku tahu kalau loe bukan tipe cowok yang suka minum alkohol. Tapi khusus malam ini loe nggk bisa menolak apapun yang aku berikan. Loe nggk usah khawatir aku nggk mungkin kasih loe narkoba atau heroin. Loe kan tahu kita sama-sama haramkan itu barang laknat.! Ucap Harvey meyakinkan sepupunya itu. Meski ada kesan sedikit memaksa.


Stephen tertawa kecil sambil mengangguk slow motion merespon kata-kata sepupunya itu.


Keesokan paginya.


Stephen tidak masuk kantor. Sepanjang malam mereka berdua dengan Harvey menghabiskan waktu dengan minum lebih dari puas. Mabuk sampai lupa jalan untuk pulang. Karena Stephen bukanlah peminum akibatnya kepalanya begitu berat sekali. Pusing dan mual-mual melanda tubuhnya yang gagah itu. Dan keesokan paginya badannya susah untuk diajak kompromi.


Dengan terpaksa Stephen harus lebih memilih untuk istirahat seharian dari pada memaksa diri untuk pergi ke kantor dengan kondisi badan yang tidak fit.


Sophia yang sedikit bingung dan bertanya-tanya mengapa Stephen tidak masuk kantor dan tidak ada pemberitahuan sama sekali, membuatnya sedikit khawatir.


Stephenkan punya nomor Sophia di ponselnya, setidaknya dia bisa menghubungi Sophia sekedar memberitahukan kabar berita.


Karena jika dia yang menghubungi terlebih dahulu, Sophia masih merasa canggung. Dia tidak ingin dianggap terlalu possesif atau ingin tahu. Meski mereka sudah resmi pacaran baru satu hari, Sophia masih berusaha menjaga wibawanya. Sekalipun dia juga merasa ragu, apakah sikapnya ini baik atau buruk.?


Meski dalam hati terdalamnya ada rasa perhatian dan ingin mengetahui keadaan Stephen, sedang apa?, lagi dimana?. Karena dalam hatinya ternyata telah muncul rasa rindu padahal baru satu hari saja mereka tidak bertemu.


Memang jatuh cinta berjuta rasanya. Warnanya seindah pelangi. Saat jauh ingin terus dekat. Saat bersama tak ingin berpisah. Saat rindu ingin segera berjumpa. Saat berdua tak peduli dengan yang lain. Saat tak memandang wajahnya walau hanya dalam sehari, hati tak tenang ingin segera bertemu.


Sophia tak henti-hentinya melirik ponselnya berharap ada panggilan dari Stephen memberitahukan bagaimana kabarnya atau sekedar menanyakan kabarnya. Setidaknya mengirimkan SMS meski hanya satu atau dua kata.


Sophia memang sedang dilanda syndrome jatuh cinta. Resah, gelisah, khawatir, rindu dan penasaran. Hal inilah yang kini sedang dialami olehnya.


Tak sabar lagi rasanya waktu cepat berlalu, agar dia segera kembali pulang, bertemu dengan Mateo sehingga untuk sesaat dapat melupakan rindunya kepada Stephen. Karena dengan bersama Mateo, Sophia selalu merasakan bahagia.

__ADS_1


Cinta tidak akan pernah salah memasuki ruang hati seseorang. Karena cinta yang sejati bisa merasakan dan mengenal hati yang sebenarnya untuk dia singgahi dan tempati.


__ADS_2