
Laudesta Vigilia Sophia. Gadis manis berusia 25 tahun. Mata bulat coklat, rambut hitam panjang ikal, berkulit sawo matang bertubuh sedang. Terlihat lucu, imut dan manis dengan rambut poninya dan kaca mata minus. Sekilas terlihat culun dan gemes karena pipinya sedikit tembem. Namun bila semakin diperhatikan semakin cantik dan menarik. Tak bosan untuk dipandang mata.
Semenjak kemarin setelah peristiwa Mateo memanggilnya " mama " di Panti tempo hari kini Mateo Michael Wijaya si pria kecil mulai tinggal bersamanya. Ibu Maria kepala Panti sudah berusaha dengan berbagai cara supaya Mateo melepaskan Sophia. Namun anak malang itu tetap kekeuh ingin bersama Sophia. Entah mengapa dia menganggap Sophia sebagai ibunya. Mungkinkah dia melihat wajah Sophia mirip dengan wajah ibunya? Atau dia merasa nyaman dengan kelembutan dan kehangatan hati Sophia?
Sophia yang tidak tega melihat kesedihan dimata Mateo, dengan senang hati membawa Mateo untuk tinggal bersamanya. Sophia dan Ibu Maria sudah mendiskusikan bersama bagaimana selanjutnya cara menjaga dan merawat Mateo. Mengingat Sophia harus bekerja di tempat lain. Saat Sophia bekerja, Mateo akan tinggal di Panti dan sore harinya dijemput oleh Sophia untuk tidur bersamanya di rumahnya. Sophia yang juga seorang gadis yatim piatu sangat memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak di panti. Dengan rasa empati yang begitu dalam, Sophia tidak tega jika harus melihat anak-anak itu menderita dan bersedih karena kekurangan kasih sayang dari orang tua kandung mereka ataupun dari sanak keluarga mereka yang lain.
__ADS_1
Meski tidak banyak yang dapat diberikan ataupun dilakukan olehnya, hanyalah cinta dan kasih sayang serta perhatian yang tulus dan ikhlas dari hatinya yang lembut.
Hari ini, hari kedua Minggu ketiga di bulan ke dua. Seperti biasa Sophia sedang mencari buku disebuah toko buku langganannya. Mateo baru saja diantarnya ke Panti Asuhan. Saat berada di toko buku tanpa sengaja dia melihat seorang pria tampan yang juga sepertinya sedang mencari buku diantara rak-rak buku yang berjejer rapi. Sekilas pandang saja namun cukup menarik perhatian. Terbersit rasa suka dalam hatinya. Suka pada pandangan pertama.
__ADS_1
Namun ternyata tidak hanya perjumpaan sekali atau dua kali. Pada beberapa kesempatan pria itu selalu hadir di toko buku di waktu yang bersamaan dengan kehadiran Sophia di toko buku itu. Atau saat Sophia hanya lewat saja tanpa singgah ke dalam toko. Entah suatu kebetulan ataukah memang sudah rencana alam semesta.
Dalam diam Sophia menyimpan rasa kagum pada sosok tampan itu. Wajahnya begitu bersahaja meski terlihat seperti dingin dan cuek. Dalam tiap kesempatan Sophia berusaha mencuri-curi kesempatan untuk memandang wajah tampan itu. Memperhatikan gerak-geriknya dari kejauhan. Seperti ada kenikmatan tersendiri saat memandang wajahnya.
Ada sesuatu yang istimewa didalam hatinya, namun dia berusaha untuk menahannya dalam hati karena dia merasa sosok itu hanya pantas dikagumi olehnya bukan untuk dimilikinya. Karena baginya pria itu terlalu sempurna untuk gadis biasa seperti dirinya. Anggap saja dia hanyalah seorang pengagum rahasia. Namun siapa dapat mengira jalan cerita cinta yang akan dilalui olehnya. Tanpa disangka-sangka jika si pria tersebut juga memperhatikannya dari jauh. Meski dia tidak dapat melihat dengan jelas wajah Sophia dari kejauhan tapi dia dapat menangkap dengan jelas gerak-gerik Sophia yang sedikit mencurigakan.
__ADS_1
Si pria tampan ternyata merasa penasaran dengan sosok wanita yang selalu mencuri-curi pandang ke arahnya. Ada rasa tertarik dan ingin tahu siapakah gerangan gadis misterius tersebut? Kisah apa yang akan dipertunjukkan oleh kehidupan untuk mereka. Waktu yang berlalu tak mungkin kembali terulang begitu juga dengan kisah anak manusia takkan bisa diubah kembali bagaikan sebuah drama sandiwara yang dipentaskan diatas panggung. Siapakah yang tahu dari akhir dari cerita cinta ini?