Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Masa Lalu


__ADS_3

Setelah kunjungan Maya tempo hari, ada sedikit perubahan dalam diri Mateo. Dia lebih banyak berdiam diri. Tidak seperti biasanya ceria dan gembira. Sophia bisa melihat dengan jelas perubahan dalam diri Mateo.


Sophia pun mengajak Mateo untuk berbicara empat mata. Dia ingin bertanya langsung apa yang sedang dirasakan oleh bocah manis itu.


Saat mereka duduk berdua nampak sorot mata Mateo yang teduh namun terlihat mendung.


Ditatapnya Sophia dengan sendu.


" Sayang, Mama lihat belakangan ini adek sepertinya sedih. Kenapa sayang? Dengan suaranya yang lembut Sophia bertanya kepada bocah malang itu.


" Mama Sophia, apakah Mateo akan berpisah dari mama Sophia?


" Siapa yang bilang begitu sama adek? Tanya Sophia yang penasaran dengan pertanyaan Mateo barusan.


" Tidak ada yang bilang.! jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


" Lalu kenapa adek bertanya begitu? Sophia bertanya lagi.


" Karena Mama kandung Mateo sudah kembali. Mateo tahu jika mama kandung Mateo pasti datang untuk mengambil Mateo dari Mama Sophia! Mateo menjawab dengan sikap dewasanya. Meskipun tidak ada yang memberitahukan kepadanya tujuan kedatangan Maya ke Panti, namun dia sangat mengerti apa maksud kedatangan wanita itu.


" Dari mana adek tahu kalau mama kandungnya adek datang ingin menjemput adek dan akan membawa adek dari sini? Tanya Sophia lagi.


" Mateo bisa lihat sendiri. Mama kandungnya Mateo pasti ingin membawa Mateo dari sini. Dan mateo juga tahu kalau mama kandung Mateo pasti punya rencana yang tidak baik sehingga ingin mengambil Mateo kembali.! ujar Mateo dengan polosnya.


Dan memang benar jika Maya punya tujuan yang tidak baik karena itu dia bela-belain datang ke Panti untuk bertemu dengan Mateo.


Lalu Sophia mencoba menenangkan hati anak itu dengan meyakinkannya jika hal itu tidak akan terjadi.


" Mateo sayang, adek tidak perlu khawatir soal itu. Adek kan sudah besar, sudah bisa memilih apa yang adek mau. Kalau adek memang tidak mau adek boleh katakan jika adek tidak mau. Adek bisa memilih untuk menerima atau menolaknya. Tidak ada yang bisa memaksa kehendak Adek!


"Jadi Mateo tidak akan pergi meninggalkan Mama Sophia kan?? Tanya Mateo antusias.


" Siapa bilang adek akan tinggalkan Mama? Mama juga tidak akan mengijinkan adek pergi meninggalkan Mama sendirian.! ucap Sophia meneguhkan hati Mateo.


Mendengar perkataan dari Sophia membuat hati Mateo menjadi lebih tenang. Dia tidak perlu merasa khawatir atau was-was lagi karena dia percaya dengan semua yang diucapkan oleh Mamanya itu.


Saat mereka berdua sedang asyiknya bercerita, Stephen muncul dihadapan mereka. Wajah tampan itu membawa aura yang menyenangkan hati bagi penghuni rumah itu.


"Hay, sedang apa nih berdua saja disini? Stephen langsung duduk disamping Mateo. Mateo membalas dengan senyuman manisnya.


" Kok tiba-tiba sudah muncul aja? Dari tadi nguping Yah? canda Sophia.


" Yeah, saya merasa dilupakan dan saya jadi cemburu!


Mateo dan Sophia tertawa mendengar perkataan Stephen.

__ADS_1


" Hari ini aku mau ajak jalan-jalan ke suatu tempat yang seru. Mau ikut nggk? ajak Stephen.


Sophia dan Mateo saling melirik.


" Mauuuuuu! seru mereka berdua dengan kompaknya.


" Let's go kalau begitu! ajak Stephen dengan lebih bersemangat lagi.


" Goooooo! Sophia dan Mateo membalas kompak.


Taman Hiburan....


Ternyata Stephen membawa Mateo dan Sophia ke Taman Hiburan. Sudah lama mereka tidak berjalan bareng seperti sekarang ini.


Stephen memborong semua tiket wahana permainan yang ada di tempat itu. Mateo bermain sampai sepuas-puasnya. Semua permainan yang dikhususkan untuk anak-anak dijajal olehnya. Sedangkan Sophia dan Stephen mengawasinya dari dekat.


Sambil mengawasi Mateo, Sophia dan Stephen juga saling berbicara hal yang boleh dikata pembicaraan yang cukup serius. Mumpung ada kesempatan untuk berbicara berdua. Sophia menceritakan tentang kedatangan Mama kandung Mateo yang datang tiba-tiba dan meminta agar Mateo dikembalikan kepadanya.


Mendengar cerita Sophia, Stephen terpikir dengan wanita yang datang kepadanya dan mengaku sebagai wanita di masa lalunya. Ada persamaan dalam cerita tersebut. Mateo.


" Kamu punya photo mamanya Mateo? Tanya Stephen penasaran.


" Saya tidak menyimpan photonya sama sekali. Karena baru beberapa kali ini datang dan baru kita mengenalnya.!


" Phi, aku mau membicarakan sesuatu sama kamu. Ini sangat penting sekali karena ada kaitannya dengan hubungan kita berdua! ucap Stephen dengan mimik wajah sedikit tegang dan serius. Bahkan terlihat sangat serius sekali.


" Tentang apa? Sepertinya wajahmu menegangkan sekali! seloroh Sophia.


" Sebenarnya ini tentang masa lalu saya yang sedikit buruk! wajah Stephen terlihat seperti orang bersalah.


" Sangat burukkah? Tanya Sophia.


" Ya, mungkin seperti itu kira-kira! Stephen terlihat tidak ingin menutup-nutupi masa lalunya yang buruk itu. Memang hanya sekali itu saja dan itupun bukan karena keinginannya tetapi terjebak oleh kebodohannya sendiri saat itu.


" Baiklah aku siap mendengarkannya! ujar Sophia meyakinkan dirinya sendiri.


Meski sebenarnya ada sedikit rasa takut, kalau-kalau masa lalu Stephen sangat menyakitkan baginya.


Stephen pun memulai ceritanya.


"Beberapa hari yang lalu ada seorang wanita datang kepada saya dan meminta pertanggungjawaban dari saya akibat kesalahan yang saya lakukan di masa lalu.!


Stephen menceritakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu. Tanpa mengurangi satu bagian pun dari peristiwa tersebut. Stephen menceritakan sedetail-detailnya apa yang terjadi sesuai dengan apa yang ada dalam ingatannya.


Sophia mencoba untuk tetap tenang mendengarkan setiap bagian dari cerita Stephen. Hingga pada saat Stephen menceritakan kedatangan wanita itu dengan pengakuan yang cukup mengejutkan.

__ADS_1


" Wanita itu datang dan mengatakan kepadaku kalau aku punya seorang putra dan menginginkan aku untuk bertanggung jawab!


Sophia terdiam seribu bahasa. Antara terkejut, tidak percaya, ataukah sedang bermimpi. Perempuan mana yang tidak terkejut mendengarkan cerita jika lelaki yang dicintainya ternyata telah mempunyai seorang anak dari wanita lain.


Stephen kemudian melanjutkan perkataannya.


" Wanita itu bilang, anak kami seorang putra bernama Mateo!


Sophia lebih terkejut lagi. Mateo? Mateo manakah yang dimaksudkan?


Stephen membuka telvon genggamnya. Membuka galeri dan menunjukkan sebuah photo seorang wanita kepada Sophia.


" Ini photo wanita itu. Apa kamu mengenalnya?


Dan sungguh sangat mengejutkan. Karena photo wanita itu tidak lain tidak bukan adalah mama kandung dari Mateo sendiri.


Wajah Sophia yang menegangkan begitu terlihat jelas sekali.


Stephen bisa merasakan ketegangan yang begitu besar dalam diri Sophia. Stephen pun yakin jika Sophia benar-benar mengenal wanita yang ada di photo itu.


" Sayang, kamu mengenal wanita ini? Tanya Stephen dengan rasa ingin tahu yang begitu besar dalam dirinya.


" Dia itu.... Maya. Ibu... kandung... Mateo! jawab Sophia terbata-bata.


Dan jawaban Sophia lebih mengejutkan bagi Stephen. Meski dari awal dia sudah menduga-duga tetap saja hatinya tidak siap dan tidak ingin mempercayainya.


Mereka berdua terdiam untuk sesaat. Tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Sophia tidak tahu harus mengungkapkan perasaannya seperti apa saat ini. Ingin menangis tetapi air matanya bersembunyi entah dimana, tetapi yang pastinya hatinya merasakan kesedihan yang sangat luar biasa.


Kebisuan diantara mereka berdua diakhiri karena kedatangan Mateo.


"Mama, permainannya seru sekali. Mateo sangat senang sekali! Seru Mateo yang datang tiba-tiba setelah menyelesaikan permainannya.


Wajah Sophia yang tegang berubah tersenyum. Dia tidak ingin Mateo melihat kesedihan di wajahnya yang bisa membuat anak itu bertanya-tanya. Karena Mateo adalah anak yang cukup sensitive, dia mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dari pandangan matanya.


" Senangnya anak Mama! puji Sophia.


Stephen juga berusaha menunjukkan wajah gembiranya. Namun kali ini pandangan matanya terhadap Mateo ada perubahan.


Hati seorang ayah terhadap anaknya pasti akan terasa, apalagi ketika melihat wajah anaknya yang penuh cinta dan kebahagiaan.


Dengan gerakan refleks, Stephen langsung memeluk Mateo dengan hangat dan penuh cinta. Matanya yang berkaca-kaca mencoba ditahannya agar jangan sampai jatuh dan disaksikan oleh Mateo. Dia tidak ingin bertanya-tanya kenapa dia menangis karena dia belum siap untuk menjawabnya. Dan juga karena dia tidak tahu harus menjawab apa.


Melihat moment itu, Sophia tidak dapat menahan perasaannya sendiri. Air matanya tak tertahankan lagi. Sophia membalikkan badannya melangkah menjauh dari kedua pria itu dan melepaskan air mata yang tak terbendung lagi. Mateo yang melihat sikap kedua insan dewasa ini menjadi penuh tanya dalam benaknya. Apa gerangan yang sedang terjadi?


Entah bagaimana jadinya akhir dari kisah mereka kali ini. Apakah ini ujian bagi cinta mereka? Mungkinkah mereka akan menemukan jalan yang terbaik yang tidak akan memberikan luka yang baru lagi diantara mereka?

__ADS_1


__ADS_2