
Dan kini tiba-tiba saja wanita itu datang kembali masih dengan kecantikannya yang dahulu. Bahkan kini tampil lebih berani sexy dan menggoda. Tapi tidak bagi Stephen. Masa lalu adalah masa lalu. Dia sudah mengubur kenangannya yang pahit dan mencoba melupakan bahwa ia pernah jatuh cinta dengan seorang Angela. Tepatnya cinta monyet. Meskipun demikian yang namanya cinta pertama pasti meninggalkan sesuatu yang sulit untuk dilupakan. Yang secara tidak sadar tersembunyi dalam memori kecil kita.
Suasana malam pertemuan yang seharusnya menyenangkan malah terlihat canggung dan dingin. Setidaknya mereka adalah satu alumni harusnya tidak sulit bagi mereka untuk melepas rindu dan berbagi kenangan di masa lalu. Hanya saja kenangan yang ditinggalkan tidak begitu baik. Sehingga membuat keduanya menjadi seperti kikuk dan tidak tahu mulai bercerita dari mana.
Harvey yang melihat tingkah laku kedua mahluk Tuhan yang sempurna itu hanya bisa geleng-gelang kepala.
" Hey.... kalian berdua itu seperti orang asing yang baru saja berkenalan." ucap Harvey memecah keheningan diantara keduanya.
Kemudian Harvey berkata lagi,
" Aku maklum kalau kalian berdua pasti merasa canggung karena sekian lama tidak pernah saling berkabar. Iya kan?! Tapi setidaknya kalian pasti punya cerita untuk dibicarakan kan? Kalian bukan anak kecil yang harus diajar bagaimana cara untuk berbicara dengan orang lain.!
Stephen sepertinya tidak terpengaruh sama sekali setelah mendengarkan kata-kata Harvey. Sedangkan Angela yang merasa percaya diri memberanikan dirinya untuk memulai mengajak Stephen untuk berbicara.
" Aku dengar-dengar kamu sudah jadi seorang Presidir di perusahaan besar ya Steph. Ternyata kamu sudah jadi orang hebat ya sekarang! pujinya.
" Terima kasih! jawab Stephen dengan singkat. Tanpa memandang ke arah Angela.
Kemudian dia hening lagi. Angela berusaha untuk menarik perhatian Stephen lagi. Lalu dia bertanya lagi,
" Kamu tidak mau bertanya tentang aku ya?
Stephen menghela napasnya pelan,
" Maaf, tapi sepertinya tidak terlalu penting bagi saya untuk bertanya tentang kamu! jawaban yang dingin dan terkesan sinis. Dan tentu saja kata-kata itu sangat menyakitkan bagi seorang wanita seperti Angela. Yang selama hidupnya selalu dipuja dan dipuji banyak orang. Menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disekitarnya. Banyak pria yang mencoba mencari-cari perhatian agar dilirik olehnya. Tapi ternyata tidak lagi bagi seorang Stephen Michael Wijaya. Cukup untuk satu kali itu saja dia merasa diabaikan.
Harvey sendiripun merasa terkejut mendengar Stephen berbicara seperti itu.
" Hey bro, what you talking about it?? ucap Harvey tidak percaya jika sepupunya itu tega berkata seperti itu. Kata-kata itu sangat pantang untuk didengarkan oleh wanita manapun, apalagi oleh seorang bernama Angela.
__ADS_1
Baru kali pertama ini dia diabaikan oleh seseorang. Dianggap tidak penting. Diacuhkan dan tidaklah diperhatikan. Bahkan dilirik pun tidak.
Angela pun terdiam seribu bahasa. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Dari pada harus menanggung rasa malu karena diperlakukan seperti itu dia pun segera berdiri dan meninggalkan tempat itu. Tapi masih ada terbersit dalam pikirannya berharap Stephen akan mencegahnya untuk pergi dan meminta maaf akan sikapnya yang kurang baik itu.
Tapi Stephen tidak bereaksi apa-apa. Dia tidak menghiraukan Angela sama sekali. Harvey yang malah terusik. Melihat Angela yang akan angkat kaki dari sana ia mencoba menahannya.
" Angela, kamu mau kemana? Jangan pergi begitu saja! ucapnya untuk menghentikan Angela agar tidak pergi. Tapi Angela menjawabnya,
" Sepertinya kehadiranku tidak diharapkan disini. Meski aku datang ke tempat ini atas permintaan seseorang bukan karena keinginanku. Namun Kalian sungguh sangat mengecewakan. Mengundang Aku kemari hanya untuk dipermalukan. Dan aku tidak bisa menerimanya. " ucapnya dengan mimik wajah kecewa bercampur emosi. Setelah berkata demikian dia pun langsung pergi dari sana.
Harvey berusaha untuk mengejar Angela dan menghentikannya. Sedangkan Stephen tidak berkutik sama sekali. Dibiarkannya Angela pergi dari sana. Dan sepertinya usaha Harvey sia-sia belaka. Angela tetap memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Kecuali Stephen sendiri yang memintanya sendiri untuk tidak pergi. Tapi Stephen tetaplah Stephen. Sekali berkata tidak maka tidak ada negosiasi. Dia tidak peduli wanita itu pergi atau tidak.
Harvey kembali ke tempat Stephen yang masih duduk dengan santainya.
" Kamu itu kenapa sih bro? Omonganmu kok pedas banget sih sama Angela. Dia kan tidak salah apa-apa. Dia itu seorang wanita yang harusnya kamu perlakukan dengan baik. Bukan bersikap kasar seperti itu. Kamu itu laki-laki atau bukan sih! ucap Harvey dengan kesalnya.
" Aku tuh sudah bersusah payah loh mencari tahu tentang Angela, mencari tahu informasi untuk dapat menghubungi dia dan memaksa dia untuk bisa datang malam ini bertemu dengan kita disini." gerutunya lagi karena sangat kecewa atas sikap Stephen.
" Emangnya siapa yang suruh loe untuk melakukan itu. Siapa yang meminta loe untuk menghubunginya dan menyuruhnya datang kemari? Itukan idemu sendiri, jadi kenapa loe marahin gue?
Mendengar jawaban Stephen, Harvey bertambah kesal lalu berkata lagi,
" Itu kan demi kamu juga. Aku hanya ingin membantu kamu mendapatkan cinta pertama kamu, supaya kamu tidak jomblo lagi. Jomblo seumur hidup."
Stephen malah tersenyum geli.
" Siapa bilang kalau aku masih suka sama dia? Kamu tahu apa tentang isi hatiku sekarang ini? Kamu aja baru kembali dari luar negeri setelah sekian lama, malah sok ingin membantu aku cari jodoh. Dasar loe! ejek Stephen.
Lalu Harvey berkata lagi,
__ADS_1
" Aku tahu Angela itu kan cinta pertama kamu dan sangat berbekas di hati kamu. Karena dulu kamu begitu terobsesi dengannya. Apalagi setelah aku balik ke Indo dan lihat kamu masih sendiri tidak punya pacar sama sekali, jadi ya aku kira kalau kamu masih menyimpan rasa untuk dia. Makanya aku bantu kamu supaya bisa bertemu dengannya. "
Stephen lalu tersenyum dan merangkul Harvey.
" Aku tahu kamu itu selalu perhatian sama aku. Tapi tidak semua hal tentang aku harus kamu urus. Aku juga punya privacy sendiri yang tidak menjadi urusan orang lain sekalipun kamu itu saudara aku, Har. "
Harvey terdiam mendengar kata-kata Stephen.
Tapi kemudian Harvey berkata lagi.
" Tapi buktinya kan sampai sekarang aja kamu masih jomblo, satupun gadis tidak ada yang mendekati kamu. Kalau aku tidak berusaha membantu kamu yang ada kamu tidak akan pernah punya kekasih. Jomblo seumur hidup. Mau loe?
" Dengar ya bro, bukan gadis-gadis itu yang tidak mau sama gue, tetapi gue yang menolak mereka. Camkan itu baik-baik. " ucapnya dengan sedikitpun sombong.
" Ya elaaahh... masih saja sok jual mahal dan harga diri tinggi. Dasar perjaka tua loe! ucap Harvey mengejek Stephen sambil menjauh dari Stephen.
Stephen pun jadi usil, diambilnya kotak tissue yang ada di atas meja dan dilemparkannya ke pada Harvey. Dengan sigap Harvey langsung menangkapnya.
" Santai bro, jangan emosi gitu dong.!
Stephen pun langsung berdiri dari lalu berkata kepada Harvey,
" Mulai sekarang kamu jangan pernah urus tentang siapa yang akan jadi pacar atau istri gue. Itu hak gue. Ngerti loe? ancam Stephen.
" Okey bro, Okey. Nggak bakalan lagi deh! senyumnya kepada Stephen.
Stephen pun segera pergi dari sana.
" Hey kamu mau kemana ini. Makanannya kan belum dimakan dan juga belum dibayar.! teriak Harvey.
__ADS_1
Stephen hanya melambaikan tangannya dan pergi begitu saja.
" Yeah.... aku lagi deh yang harus bayar.! Wajahnya pun ditekuk lemas dan cemberut. Diambilnya sepotong makanan lalu dimasukkannya ke dalam mulutnya.