
Stephen mencari-cari keberadaan Sophia dan Mateo, namun keduanya tak nampak lagi disana. Stephen bertanya kepada asistennya itu.
" Istri saya kemana?
" Sudah pergi Pak bersama Tuan Muda.!
Stephen berlari kecil mengejar Sophia dan Mateo. Berpikir dia masih bisa menemui mereka.
Saat Stephen sudah melangkahkan kakinya, wanita itu yaitu Virgina mencoba menghentikan langkahnya dengan memanggil namanya.
Stephen menoleh ke arah wanita itu menghentikan langkahnya sejenak. Tatapan mata wanita itu seakan melarangnya untuk pergi mengejar Sophia. Namun hati kecil Stephen tidak mau tergoda olehnya.
Stephen berbalik kembali dan memilih untuk mengejar Sophia dan Mateo.
Sedangkan Mateo dengan sikap gentleman menggenggam tangan sang ibu dengan penuh kehangatan dan kelembutan.
Sophia merasa tenang, kuat dan bahagia karena kehadiran Mateo. Baginya Mateo tidak hanya sebagai anak saja tetapi sebagai belahan jiwanya. Sophia sangat bersyukur Tuhan mengirimkan Mateo kepadanya.
Namun dalam benaknya masih ada sedikit keresahan yang mengganggu hatinya. Keresahan kali ini lebih menakutkan dibanding saat dulu dirinya harus menghadapi Maya ibu kandung Mateo. Atau berhadapan dengan Angela mantan kekasih Stephen.
Karena kali ini Sophia seakan dihadapkan pada sebuah ujian yang sangat besar dan berat. Entah kenapa godaan wanita itu nampak lebih kuat dan lebih menantang.
Aura pelakor sangat nampak jelas terang dalam sorotan mata wanita itu. Bahkan Stephen sepertinya mulai tergoyahkan.
Ketika Sophia dan Mateo sudah melewati pintu keluar perusahaan Stephen, terdengar suara suaminya itu memanggilnya dari kejauhan.
" Sayang, tunggu!
Sophia sebenarnya ingin berpura-pura tidak mendengar panggilan suaminya itu dan terus berjalan meninggalkannya namun hatinya yang lembut dan penyayang itu tidak tega untuk melakukannya.
Sophia pun berbalik dan hatinya sedikit terenyuh melihat suaminya itu sedikit kelelahan karena berlari-lari untuk mengejarnya.
" Ada apa sayang? Balas Sophia berusaha untuk tetap bersikap tenang dan lembut. Tak sedikitpun ditunjukkannya perasaan emosionalnya akibat kejadian yang cukup menyesakkan tadi.
Stephen langsung memeluk Sophia dengan perasaan bersalah. Genggaman tangan Mateo tak lepas dari Sophia.
" Sayang, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Tapi aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita itu. Dia hanya rekan kerja saja, dan tadi aku hanya berusaha untuk menolongnya saja karena dia tadi hampir terjatuh.! Stephen menjelaskannya dengan cukup panjang lebar. Berharap istrinya itu bisa mengerti dan tidak salah paham pada dirinya.
Sophia pun tersenyum manis. Dibelainya wajah suaminya itu dengan kasih sayang.
" Aku tidak marah kok sayang. Aku tahu kalau dia hanya rekan kerja kamu saja. Tidak perlu cemas.! Dengan hati yang lapang dan setia Sophia menenangkan hati suaminya itu.
__ADS_1
Mendengar perkataan Sophia ada kelegaan dalam hati Stephen. Betapa kagum dan bangganya dirinya melihat ketulusan dan kebaikan hati istrinya itu.
Lalu Mateo berkata kepada Ayahnya itu.
" Ayah, jangan pernah mengkhianati kepercayaan Mama kepada Ayah. Karena Mateo tidak akan memaafkan Ayah jika Ayah sampai menyakiti Mama.!
Stephen lalu berlutut dihadapan Mateo. Dipegangnya bahu putranya itu.
" Ayah tidak akan pernah menyakiti hati Mama. Tapi Mateo juga harus jadi anak yang baik dan kuat untuk menjaga Mama.! Ucapnya sambil menasehati Mateo.
" Mateo akan selalu menjaga Mama. Mateo tidak akan membiarkan siapapun menyakiti hati Mama. Sekalipun itu Ayah, Mateo tidak akan membiarkan itu terjadi.! Dengan sikap dewasanya Mateo membalas ucapan Ayahnya itu.
Stephen pun memeluk Mateo dengan erat.
" Ayah bangga punya anak Seperti Mateo. Ayah tidak perlu khawatir lagi dengan Mama karena putranya Ayah akan selalu ada untuk menjaga dan melindungi Mama. Iya kan sayang! Sambil ditepuk-tepuknya pundak anaknya itu dengan kehangatan seorang ayah pada anaknya yang seakan-akan sudah bertumbuh dewasa.
Sophia pun terharu melihat sikap kedua Ayah dan anak itu. Mateo benar-benar mewarisi sifat sang Ayah.
" Sudah acara pelukannya. Sudah sore nih, kita pulang ya! Sophia membuyarkan adegan mengharukan antara Ayah dan anak itu.
" Kalau gitu kita pulang bersama ya. Ayah sebentar lagi juga mau pulang. Tunggu disini Ayah ambilkan mobil dulu.! Ucap Stephen.
" Tapi pekerjaan kamu belum beres kan sayang? Dan tas kamu juga masih tinggal di kantor! Sophia mengingatkan suaminya itu.
" Mateo setuju kalau begitu. Yuk, kita pulang! Mateo meraih tangan Ayah dan ibunya itu dan menariknya berjalan ke arah parkiran.
Stephen dan Sophia tersenyum manis melihat tingkah Mateo yang menggemaskan itu.
Sedangkan Virginia, dengan hati yang sebenarnya sangat dongkol dan kesal karena Stephen mengabaikannya, mencoba kelihatan tenang dan berwibawa di hadapan para karyawan Stephen.
Tentu saja dia harus bersikap tenang dan santai agar tidak menjadi gunjingan dan bahan gosip para pemburu gosip yang ada di tempat itu.
Dengan langkah percaya diri, dia meninggalkan kantor Stephen. Tak peduli dengan kakinya yang tadi berpura-pura sakit hanya untuk menarik perhatian Stephen.
Sambil melangkah, Virginia berkata dalam benaknya,
" Kali ini aku memang gagal, tapi lain kali tidak akan ada kata gagal lagi! Senyum licik kemenangan tersungging dari bibir sexynya itu.
Sedangkan para karyawan Stephen hanya menyaksikan saja wanita itu berjalan bak foto model international yang sedang beraksi di atas catwalk. Karena paras dan body wanita itu tidak kalah dari bintang model kelas dunia.
Jelas saja pria manapun akan tergoda akan kecantikannya. Pria normal mana yang akan menolak daya pikat seorang wanita seperti Virginia. Sexy, cantik, menggoda dan pastinya menggairahkan.
__ADS_1
Bahkan pria setia seperti Stephen hampir saja mulai tergoyahkan. Syukurlah, hati kecilnya masih menyadarkan dirinya untuk tidak melakukan kesalahan.
Dengan tampang pongahnya yang ditutupi oleh kecantikannya, Virginia meninggalkan kantor Stephen. Hatinya yang masih mendongkol kesal dan marah karena Stephen yang mengabaikannya.
Tapi bukan Virginia namanya jika dia harus menyerah. Tidak ada kata menyerah dalam kamus hidup Virginia.
Rencana apa lagi yang akan dilakukan olehnya demi meraih hati Stephen?
Malam itu di kediaman Stephen.
Sophia dan Stephen sedang berbaring di tempat tidur dengan saling merangkul mesra.
Sedangkan Mateo sudah masuk ke kamarnya sejak tadi. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.
Mateo seperti biasanya selalu tidur tepat waktu.
Malam ini Stephen terlihat begitu mesra dan romantis kepada Sophia. Tubuh mungil Sophia tidak hanya dipeluknya dengan erat dan hangat. Wajah Sophia tak lepas dari serbuan kecupan manis dari bibirnya. Sampai-sampai Sophia merasa geli sendiri.
" Kenapa sayang. Malam ini kamu tidak seperti biasanya? Tanya Sophia.
" Emangnya biasanya aku seperti apa sih sayang? Stephen balik bertanya.
Sophia menatap kedua mata Stephen dengan tatapan lembut. Kemudian dibelainya wajah tampan itu dengan mesra.
" Sayang tidak biasanya bersikap mesra dan romantis seperti ini.! Ungkapnya polos.
Stephen pun tersenyum mendengar ungkapan jujur istrinya itu.
"Baiklah mulai sekarang aku akan selalu bersikap mesra dan romantis untuk istriku tercinta. Aku minta maaf ya jika akhir-akhir ini mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan dan mengabaikan kalian berdua.! Ucapnya dengan tulus.
" Yang akupun harapkan, sesibuk apapun pekerjaanmu, dihati kamu selalu ada aku dan Mateo. Disaat kamu merasa lelah atau lemah Jangan pernah mencari kepuasan diluar sana yang mungkin menawarkan banyak kesenangan. Tapi aku berharap kamu selalu hadir bersama kami. Berbagi suka dan duka, apapun yang sedang kamu alami kamu harus membaginya dengan kami.! pinta Sophia kepada suaminya itu.
Hati Stephen begitu terenyuh mendengar ungkapan istrinya itu. Istrinya itu berkata benar. Sebagai satu keluarga mereka harus saling berbagi, saling mendukung satu sama lain. Dalam segala situasi ataupun persoalan yang mereka alami haruslah bersama-sama menghadapinya. Dan yang terpenting adalah saling terbuka dan percaya.
Jangan pernah menyembunyikan masalah apapun yang sedang dihadapi dan menutupinya dari pasangan masing-masing.
" Aku berjanji sayang, apapun yang kualami dalam pekerjaan atau masalah apapun yang sedang kuhadapi, pasti aku akan menceritakannya dan berbagai denganmu.! ungkap Stephen meneguhkan istrinya itu.
Sophia yang begitu bahagia mendengar perkataan suaminya itu kembali memeluk suaminya itu dengan erat dan hangat.
Malam ini sepertinya langit dipenuhi bintang kebahagiaan sehingga gelapnya malam nampak lebih indah dan bercahaya.
__ADS_1
Tuhan sayang!