Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Kisah Hidup


__ADS_3

Mendengarkan kisah hidup pelik yang dialami oleh Mateo membuat Stephen merasakan sesuatu yang sangat menyedihkan dalam hatinya. Tak dapat dibayangkannya begitu teganya orang tuanya meninggalkan anak mereka di panti asuhan hanya karena demi menikahi orang lain yang tidak mau menerima kehadiran seorang anak yang bukan darah dagingnya sendiri. Orang tua mana yang tidak punya hati yang lebih memilih harta dari pada anak yang dilahirkannya.


Stephen tidak habis pikir masih ada manusia-manusia yang tidak punya hati nurani seperti mereka itu. Mengingat selama ini Stephen hidup bersama dengan orang tuanya tanpa kekurangan sesuatu apapun. Baik itu cinta dan kasih sayang. Semuanya ia dapatkan dari kedua orang tuanya dan sanak keluarganya.


Segala kebutuhannya terpenuhi. Tetapi semua itu tidak menjadikannya sebagai pribadi yang sombong. Sikapnya memang terlihat dingin dan cuek, tapi bagi mereka yang sudah mengenal dan dekat dengannya pasti merasakan jika Stephen adalah pribadi yang hangat dan lembut.


Dan ketika dia melihat Mateo dan mendengarkan kisah hidupnya ada rasa pedih yang menusuk di hatinya.


Syukurlah ada insan yang masih punya hati nurani seperti Sophia yang mau mencurahkan kasih sayangnya kepada Mateo sekalipun dia tidak memiliki ikatan darah atau hubungan kekeluargaan. Dan hal itu pula yang membuat Stephen menaruh hati kepada Sophia. Mungkin saat ini diawali karena rasa kagum, tapi siapa yang tahu jika suatu saat nanti akan tumbuh rasa yang lain.


Diam-diam saat mereka sedang bersama tadi Stephen dapat melihat jika Sophia mencoba mencuri-curi pandang ke arahnya. Ternyata Sophia mencari kesempatan untuk dapat memandang wajah tampan itu lebih dekat lagi. Karena meski merekan berada dalam kantor yang sama bahkan dalam satu ruangan yang sama tetap saja Sophia tidak bisa memandangi wajah tampan itu dengan leluasa. Dan Stephen merasa senang ketika dia melihat tingkah Sophia yang curi-curi pandang. Gadis yang lucu dan juga manis.

__ADS_1


Dalam kondisi apapun wajah Stephen memang selalu tampak sempurna. Tidak hanya wajah yang tampan tetapi juga hati yang baik dan tulus. Sungguh mahluk Tuhan yang sempurna.


Dia cocok diberi predikat sebagai, "Pria Macho yang Humanis".


Stephen pun akhirnya beranjak pamit pulang. Seperti seorang kekasih yang akan kembali pulang setelah berkencan dengan pacarnya.


Tak mengenal waktu dan merasa waktu berlalu begitu singkat. Ingin sebenarnya lebih lama lagi tapi apa daya bukanlah menuruti kehendak hati saja.


Dan tanpa terasa malam semakin larut dan gelapnya angkasa melukiskan kegundahan hati seorang Stephen. Perjumpaannya dengan Mateo dan Sophia memberinya sebuah pelajaran hidup. Cinta dan kasih sayang tidak sekedar diukur dari ikatan darah atau hubungan kekeluargaan. Karena cinta yang sejati mencintai dengan tanpa syarat atau tanpa sebuah alasan. Kini dia belajar untuk mencintai bukan berdasarkan fisik ataupun status. Tetapi mencintai dengan ketulusan hati.


Ketika hendak menutup matanya, melepaskan lelah sepanjang hari ini, tiba-tiba bayangan wajah Mateo dan Sophia bergantian datang dalam pikirannya. Sungguh kedua insan Tuhan itu mampu merasuki hati dan pikirannya. Saat membayangkan kedua wajah itu entah mengapa hanya rasa bahagia yang dirasakannya. Dan tanpa terasa matanya pun terlelap jauh masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


Pagi harinya Sophia sudah berangkat ke kantor setelah mengantarkan Mateo ke Panti Asuhan. Karena kondisinya sudah sangat membaik dan Sophia sudah merasa tenang untuk meninggalkannya dan Ibu Maria juga sudah meyakinkannya agar tidak perlu cemas.


Sebagai seorang asisten dia harus tiba di kantor lebih dulu dan mempersiapkan segala tugas dan pekerjaan yang akan diserahkan kepada bossnya itu. Dan beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan tidak boleh terlewatkan sama sekali. Menyiapkan secangkir kopi hitam di atas meja sebelum boss masuk ke ruangannya. Setiap harinya rutinitas demikian harus dikerjakannya. Semuanya itu dilakukan dengan senang hati bukan hanya sebatas pekerjaaan saja tapi dilakukan dengan sepenuh cinta. Setelah semuanya beres, berkas-berkas pekerjaan sudah disiapkan, Sophia pun melakukan tugasnya yang lain. Tak lama kemudian Stephen muncul. Penampilannya memang selalu mampu menarik perhatian para kaum Hawa bahkan juga oleh kaum Adam. Dengan gaya santainya tapi masih berwibawa dia melangkah ke ruang kerjanya. Sophia yang melihat kehadiran sang boss langsung menyapanya.


" Selamat pagi Pak! sapanya dengan sedikit gugup karena teringat kejadian kemarin saat bosnya itu berkunjung ke rumahnya.


" Selamat pagi Sophia! balas Stephen dengan hangat dan senyum yang manis.


Sepertinya ada sesuatu yang berbeda, tapi hanya hati yang dapat merasakannya. Sekilas nampak biasa saja tapi makna yang tersirat di dalamnya sangat berbeda.


Stephen langsung duduk di kursi kekuasaannya. Melihat kopi hitam favoritnya dia langsung menyeruputnya. Kopi dengan resep yang sama tapi ada rasa yang berbeda.

__ADS_1


Kopi pagi ini terasa lebih nikmat. Lebih nikmat dari biasanya. Karena saat meminumnya kali ini dengan rasa yang berbeda pula.


Stephen melirik ke arah Sophia yang fokus dengan tugasnya, lalu dia tersenyum bahagia. Sophia yang merasa jika ada sedang yang melihatnya menoleh ke arah Stephen, dan Stephen refleks membuang tatapannya ke tempat lain malu jika ketahuan sedang melihat Sophia. Mereka berdua seperti dua insan yang sedang mencoba untuk menarik perhatian orang yang mereka sukai.


__ADS_2