Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Malam Yang Panjang


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang dari Taman Hiburan, hanya kebisuan yang menyelimuti mereka. Tidak ada sepatah katapun keluar dari antara mereka.


Mateo yang bingung dengan sikap kedua orang dewasa yang ada dihadapannya sekarang ini membuatnya bertanya-tanya.


Diibaratkan gunung es yang menjulang tinggi membatasi di antara mereka sehingga mereka tidak saling berbicara satu sama lain.


Auranya begitu dingin dan sepi.


Mateo pun memikirkan sebuah cara untuk memecahkan keheningan diantara mereka.


" Mama! panggil Mateo.


"Hemm. Iya sayang! Sophia menoleh ke arah Mateo.


"Bolehkah Mateo meminta sesuatu? pintanya dengan tatapan penuh harapan.


"Mateo mau meminta apa?


Stephen yang sibuk mengemudikan mobil ikut juga mendengarkan.


" Mateo ingin malam ini tidur dengan Om Stephen!


Sophia dan Stephen sama-sama terkejut mendengar permintaan Mateo yang sangat tidak biasanya. Meski agak terkejut Stephen tetap fokus mengemudikan mobilnya.


" Kok tiba-tiba Mateo ingin tidur dengan Om Stephen? Sophia menanyakan alasan mengapa anak itu tiba-tiba punya keinginan seperti itu.


" Mateo rindu ingin merasakan bagaimana rasanya tidur bersama dengan seorang ayah! jawab Mateo yang sangat menghentakkan bagi Sophia terlebih bagi Stephen.


Perasaan bersalah langsung menghujam hatinya. Jangan tanya rasa sakitnya seperti apa, bagai tertusuk mata pisau tajam dalam dan berdarah atau bagaikan luka yang bernanah disiram dengan air garam dan cuka dimana rasa sakitnya menilisik sampai ke tulang sumsum.


Sophia tak tahu harus menjawab seperti apa. Pikirannya menjadi kosong dan hampa.


" Nggk boleh ya Ma? Tanya Mateo memastikan karena tidak ada jawaban dari Sophia yang mengijinkan atau menolak keinginannya tersebut.


" Boleh kok sayang. Om bersedia menemani Mateo tidur. Kapan saja Mateo ingin Om bersedia.! Stephen akhirnya menjawab keinginan Mateo.

__ADS_1


" Benar Om? Mateo memastikan apa yang didengarnya.


" Benar dong! Stephen meyakinkan Mateo.


" Mama, boleh kan? Mateo tetap bertanya kepada Sophia. Walau bagaimanapun Mateo tetap menghormati Sophia sebagai Mama nya. Tentunya harus mendapat ijin terlebih dahulu.


Sophia pun mengangguk mengiyakan. Mateo yang melihatnya tentu saja merasa senang. Mungkin permintaannya ini hanyalah hal yang sederhana tetapi baginya itu sangat istimewa. Karena setelah sekian lama Mateo merindukan moment ini.


Namun selama ini Mateo selalu memendam keinginan tersebut. Karena dia tahu keinginan tersebut tidak mungkin terwujud. Tapi kini dengan kehadiran Stephen yang sudah mulai memberinya kesempatan untuk merasakan kehadiran sosok seorang ayah membuatnya ingin mewujudkan harapan tersebut.


" Jadi malam ini Mateo tidur bareng Om Stephen ya Ma!


Nampak binar wajah yang begitu bahagia terpancar dari dalam hati Mateo. Sophia mengerti mengapa anak itu begitu bahagia dengan kesempatan seperti ini.


Sangat wajar jika seorang anak mengharapkan hal ini setelah sekian lama dia tidak pernah merasakan.


Sophia sangat memahami kesepian dan kerinduan yang amat sangat dialami oleh Mateo selama ini. Dimana selama ini dia hanya mampu memendam rasa dalam lubuk hatinya yang terdalam. Tidak tahu harus mencurahkan kepada siapa karena dirinya menganggap bahwa hidupnya tidak pernah diharapkan oleh kedua orang tuanya sehingga dia harus dibuang di Panti asuhan.


Sophia juga pernah mengalami hal yang sama. Rasa kesepian dan kerinduan akan kehadiran seseorang yang dikasihinya. Saat Sophia sendiri jauh dari orang-orang yang disayanginya. Sehingga di saat hatinya merindu dia hanya mampu memendam rasa rindu itu dalam hati saja.


Sophia sama sekali tidak ingin menolak permintaan Mateo, tetapi masih ada yang mengganjal dalam hatinya untuk saat ini. Jika malam ini Stephen akan tidur bersama Mateo artinya Stephen akan tinggal di rumahnya untuk malam ini.


Sebenarnya bukan masalah besar karena dia hanya akan tidur bersama dengan Mateo hanya saja, Sophia pasti akan merasa canggung berada satu atap dengan seorang pria yang bukan suaminya. Bagaimanapun dia adalah seorang wanita single, belum menikah.


Karena ada batasan-batasan dalam norma hukum atau tradisi budaya yang kurang merestui. Memang mereka tidak melakukan apapun tetapi pandangan masyarakat sekitar tidak selamanya menerima.


Tapi untuk saat ini baginya adalah kebahagiaan Mateo. Biarlah masyarakat menilai menurut pandangan mereka sendiri. Baik atau buruk, benar atau salah manusia bisa mengukurnya tetapi tidak selamanya penilaian manusia selalu benar.


Sampai di dalam rumah, Sophia segera menyiapkan tempat tidur untuk Stephen dan Mateo. Setidaknya Stephen bisa merasa nyaman dan dapat tidur dengan baik.


Dan lihatlah betapa bahagianya Mateo. Sejak tadi wajahnya tidak berhenti tersenyum. Mungkin ini adalah salah satu peristiwa yang membahagiakan dalam hidupnya hingga saat ini.


Malam ini dia akan mengalami bagaimana rasanya tidur bersama dengan seorang ayah. Baginya meski bukan seorang Ayah kandung tetapi moment ini adalah moment yang dinanti-nantikan olehnya. Tidak sabar rasanya untuk bisa segera tidur bersama dengan "Ayah" malam ini.


Tapi hal yang tidak diketahui olehnya adalah jika sesungguhnya orang yang akan menghabiskan malam ini bersamanya adalah benar-benar ayah kandungnya.

__ADS_1


Siapa bisa menyangka jika mereka harus dipertemukan dengan cara seperti ini.


Stephen tidak lupa membersihkan tubuhnya sebelum pergi tidur. Dia juga membantu Mateo mempersiapkan dirinya sebelum tidur.


Stephen membantu Mateo mengenakan pakaian tidurnya, menggosok giginya, lalu menyiapkan segelas susu sebelum tidur.


Bagaimana seorang ayah yang memperhatikan anaknya, begitu juga halnya Stephen melakukannya untuknya Mateo. Meskipun yang dilakukannya masih sebagian kecil. Mengingat telah banyak waktu yang terbuang. Dimana selama ini Mateo tidak pernah mendapatkannya. Mungkin ini adalah salah satu permintaan maaf Stephen kepada Mateo.


Mateo yang tidak pernah berpikir sama sekali jika ayah kandungnya adalah Stephen, yang selalu berharap jika suatu saat dirinya akan


bertemu kembali dengan Ayahnya.


Namun yang menjadi pertanyaannya untuk saat ini adalah bagaimana reaksi Mateo jika suatu saat nanti dia mengetahui kebenarannya? Apakah dia akan sebahagia ini atau dia malah akan kecewa?


Stephen berbaring disamping Mateo yang sudah berbaring lebih dulu.


Dibawanya anak itu kedalam pelukannya. Pelukan hangat seorang ayah kepada putranya.


Sambil membelai rambut Mateo, Stephen mulai bercerita. Menceritakan kisah dongeng yang pernah didengarkannya ketika dia kecil dulu.


Mateo mendengarkan dengan penuh antusias. Beginilah rasanya tidur bersama dengan ayah.


Dari balik pintu Sophia memperhatikan kedua pria kesayangannya itu. Rasa haru merasuk dihatinya. Matanya berkaca-kaca menahan keharuan yang mengharu biru itu.


Dan tanpa terasa air mata tak terbendung lagi. Pertahanannya jebol. Pipi mulus itu akhirnya basah dialiri oleh tetesan air mata. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.


Untuk saat ini, inilah kebahagiaan mereka. Untuk hari esok Tuhan pasti sudah menyiapkan peristiwa apa yang akan mereka hadapi bersama.


Sophia menyeka air mata di pipinya. Senyumnya mengambang bahagia. Ditutupnya pintu kamar Mateo dan beranjak dari sana. Membiarkan kedua insan itu menikmati saat-saat mereka berdua. Hanya mereka berdua tanpa siapa-siapa yang akan mengganggunya.


Sophia menghempaskan tubuhnya diatas sofa, menikmati sejenak kesendiriannya. Ditutupnya kedua matanya dan dirasakannya tiupan angin malam yang berhembus lewat jendela.


Betapa dingin hembusannya tetapi menyegarkan raganya. Dan rasa syukur terucap dalam hatinya untuk Sang Pemberi kehidupan yang masih menyertainya hingga saat ini. Kehidupan dan kebahagiaan yang mungkin tidak bisa dirasakan atau dinikmati oleh orang lain.


Tuhan sayang.

__ADS_1


__ADS_2