Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Hari Yang Berbahagia.


__ADS_3

Harvey sangat sibuk sekali untuk mempersiapkan pesta pernikahan Stephen dan Sophia. Karena pernikahan ini begitu istimewa dan hanya terjadi sekali seumur hidup maka harus sesempurna mungkin. Dan anggap saja juga sebagai hadiah pernikahan darinya untuk kedua mempelai.


Sebagai penanggung jawab (PJ) umum acara pernikahan, Harvey mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Dia tidak ingin mengecewakan sepupu sekaligus sahabatnya itu. Apalagi bukanlah jalan yang mudah baginya untuk mendapatkan cinta seorang wanita seperti Sophia. Butuh banyak perjuangan. Jadi moment pernikahan ini harusnya menjadi moment yang akan dikenang seumur hidup oleh kedua mempelai.


Harvey sudah menghubungi beberapa agency WO yang layak dipercaya karena kualitas dan kinerja mereka yang tidak diragukan lagi. Harvey sudah merancang konsep weeding yang akan dipakai oleh Stephen dan Sophia. Tapi sebelumnya Harvey bertanya terlebih dahulu moment seperti apa yang disukai oleh kedua mempelai. Jika mereka masing-masing punya konsep yang berbeda maka tugasnya untuk menyatukan konsep yang berbeda itu menjadi satu konsep tetapi tidak menghilangkan konsep yang lainnya.


Setelah berupaya dengan kerja keras Harvey pun memutuskan konsep weeding yang cukup unik tapi menarik. Konsep weeding bertema outdoor, dengan pelaminan yang bernuansa floral dengan perpaduan warna pastel dan terbuat dari akrilik.


Terciptalah konsep weeding dengan pelaminan yang indah dan menarik seperti ini.



Harvey sangat tahu jika kedua mempelai adalah pribadi yang tidak terlalu menyukai hal-hal yang terkesan mewah dan wah. Jadi konsep ini cocok untuk keduanya. Sederhana tapi elegan dan masih terlihat mewah.


Harvey cukup puas dengan kerja kerasnya untuk mempersiapkan pesta pernikahan sepupunya itu. Doa dan harapannya semoga pernikahan ini dapat berjalan dengan lancar dan baik dan kedua mempelai berbahagia dalam membina rumah tangga yang sejahtera dan bahagia.

__ADS_1


H-3 hari pernikahan, Sophia mulai merasakan gugup dan gelisah. Cemas dan khawatir tentu saja menghantui pikirannya saat ini. Hari yang sangat berharga baginya yang hanya akan dilakukannya sekali seumur hidupnya. Takut dan cemas itu adalah hal yang lumrah. Ibu Maria yang berperan sebagai wali bagi Sophia pengganti kedua orang tua kandungnya yang sudah lama tiada, memberinya nasehat-nasehat, petuah-petuah bijak sebagai landasan bagi Sophia dalam mengarungi bahtera rumah tangganya yang baru bersama suaminya nanti.


" Menjadi seorang istri yang baik tidak hanya patuh dan menuruti apa yang diperintahkan oleh suamimu kelak. Istri juga harus mampu mendampingi dan membimbing suami agar selalu melangkah di jalan yang baik dan benar. Mencintai suami tidak hanya karena kelebihannya tetapi juga mencintai kekurangan dan kelemahannya agar suamimu tidak merasa sendirian dan kesepian.! Sophia mendengarkan Ibu Maria dengan penuh perhatian dan meresapkannya dalam hatinya yang terdalam.


" Istri yang baik berarti juga menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Ibu yang baik bukan berarti memanjakan anak-anaknya. Tetapi mampu mendidik dan merawat anak-anaknya dalam asuhan yang berlandaskan cinta dan kasih sayang dan mengajarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab, menghargai orang lain dan menyayangi orang tuanya tanpa alasan.! Sophia mendengarkan petuah-petuah bijak Ibu Maria dengan begitu tulus dan percaya.


" Seorang istri sekaligus seorang ibu harus bisa menjadikan rumahnya benar-benar sebagai rumah bagi keluarganya bukan hanya sekedar sebagai tempat tinggal. Di mana suami dan anak-anakmu tidak akan mencari tempat lain untuk dijadikan rumah lain karena merasa tidak nyaman di rumahnya sendiri. Tetaplah bersikap sabar dan jangan mudah marah ketika kamu dihadapkan pada sesuatu hal yang tidak kamu sukai atau mungkin menjengkelkan dan menyakiti hatimu! Ibu Maria tersenyum menyudahi nasehat dan petuahnya itu. Dan Sophia mengangguk patuh. Lalu Ibu Maria menambahkan sebuah kalimat petuah,


" Ingatlah satu hal nak, jangan pernah menyimpan masalah sekecil apapun dalam hatimu seorang diri. Ungkapkanlah perasaanmu dalam bentuk sekecil apapun. Terutama perasaan sayang harus kamu tunjukkan lewat kata atau tindakan. Saling terbuka dan percaya itulah kuncinya.!


Sophia tersenyum dan mengangguk mengiyakan setiap perkataan bijak wanita tua itu.


Setelah mendengar semua nasehat dari ibu Maria, Sophia semakin memantapkan hatinya untuk menikah dan memilih Stephen sebagai pasangan hidupnya. Hal pertama yang dilakukannya adalah percaya kepada lelaki itu bahwa dia lah yang dipilih Tuhan untuk mendampinginya mengarungi bahtera rumah tangga yang baru.


Dan terlebih lagi, Sophia harus percaya pada dirinya sendiri jika dia kelak akan menjadi istri dan ibu yang baik. Setidaknya dia akan belajar dan berproses bersama pendamping hidupnya itu.

__ADS_1


Sedangkan Kevin, yang sebenarnya pernah menaruh hati untuk Sophia, harus bisa merelakan gadis itu untuk menikah dengan pria pilihannya. Sebagai bentuk dukungannya, Kevin membantu Sophia untuk mempersiapkan pesta pernikahan agar semuanya berjalan dengan baik.


Yang terpenting bagi Kevin adalah melihat Sophia bahagia dengan pilihannya. Jika Sophia bahagia maka dia juga akan merasa bahagia. Ibunya pernah mengajarkannya bahwa mencintai seseorang itu berarti memberi kebahagiaan bagi orang yang kita cintai. Jika kebahagiaan dari orang yang kita cintai itu berasal dari orang lain maka kita harus memberikan kebahagiaan itu dengan merelakannya bersama dengan orang lain itu. Bukan memaksanya untuk tetap bersama dengan kita. Karena cinta yang suci itu tidak egois tetapi berani berkorban. Dan cinta yang suci itu tidak selamanya harus bersatu.


Mengingat nasehat ibunya inilah membuat Kevin berbesar hati untuk merelakan Sophia bersama dengan cintanya yang akan memberinya kebahagiaan.


Sophia merasa sangat bahagia dan senang karena berada diantara orang-orang yang begitu menyayanginya dengan tulus. Dukungan dan kasih sayang yang diterimanya membuatnya berani dan percaya bahwa dia tidak sendirian.


Sophia dan Mateo, mereka berdua saling menatap. Tatapan seorang ibu dengan putranya. Tangan mereka berdua saling menggenggam, seakan saling menguatkan satu sama lain. Mereka hanya saling menatap tanpa berbicara. Seakan hati mereka sudah saling memahami satu sama lain. Sophia menangkup wajah lembut Mateo, mengelusnya dengan kasih sayang. Tidak lama lagi bocah manis itu akan menjadi putranya yang sah. Dia akan memberinya sebuah keluarga yang utuh. Keluarga yang akan melindungi dan menyayanginya dengan setulus hati.


Mateo bisa merasakan dalam hatinya betapa wanita dihadapannya ini dengan tulus mencintainya. Sekalipun dia bukanlah ibu kandungnya yang melahirkannya ke dunia ini. Tapi wanita ini telah memberinya arti kehidupan dan mengajarkannya cinta yang sesungguhnya. Yang membuat Mateo tetap ingin hidup dan berjanji dalam hatinya kelak akan menjadi pelindung bagi wanita itu. Dan akhirnya mereka berdua saling merangkul dengan kasih sayang. Saling menunjukkan perasaan mereka masing-masing bahwa mereka akan selalu bersama-sama dan takkan terpisahkan walau dengan alasan apapun. Hubungan diantara mereka memang bukan ikatan hubungan darah. Tetapi cinta dan kasih sayang yang ada dalam diri mereka mampu mengalahkan kekuatan ikatan karena hubungan darah.


Kini Stephen berhadapan dengan ibu Maria yang sudah menjadi seperti ibu bagi Sophia dan juga dirinya. Terhadap Stephen, Bu Maria tidak mengucapkan banyak kata ataupun nasehat. Baginya pria itu jauh lebih bijaksana dan pasti lebih mengerti dan memahami tugasnya sebagai seorang suami dan ayah yang baik. Sebagai kepala keluarga yang harus bisa mengayomi. Bu Maria hanya mengatakan satu hal saja kepada Stephen,


" Ibu hanya berharap, sebagai seorang suami yang mencintai dan menyayangi istrinya, jangan pernah sekali-kali engkau meragukan cinta dan kesetiaan istrimu. Kepercayaan adalah hal yang utama dalam membina rumah tangga. Hal yang lain bisa saja terabaikan tapi kepercayaanmu jangan sampai luntur atau bahkan sampai hilang dari dirimu. Jika rasa percaya sudah tidak ada lagi dalam sebuah keluarga maka keluarga itu tidak akan bertahan lama. Ingatlah itu! nasehat Ibu Maria.

__ADS_1


Stephen mengangguk mengiyakan nasehat wanita yang sudah seperti ibu baginya. Stephen berjanji pada dirinya sendiri akan selalu memegang teguh nasehat bertuah itu dan mengingatnya disepanjang perjalanan hidupnya dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama dengan Sophia wanita pilihan hatinya itu.


Stephen berjanji dalam hatinya, akan setia selamanya bersama Sophia sampai akhir hidupnya. Menghabiskan seluruh waktunya sampai maut memisahkan mereka. Itulah janji yang akan selalu dijaga dan disimpannya dalam hatinya.


__ADS_2