
Harvey sedang menyetir mobilnya dan Angela duduk di sampingnya dengan ekspresi ketakutan. Wajah Harvey memang terlihat sedang tersenyum tetapi senyum yang menakutkan. Ibarat senyuman The Joker yang legendaris itu.
" Kamu mau bawa aku kemana sih Har? Tanya Angela dengan ketakutan.
"Terserah gue mau bawa loe kemana. Loe nggk usah protes. Duduk, diam, tenang. ! ancam Harvey.
Angela pun menunduk terdiam. Pasrah adalah jalan satu-satunya. Dia mulai menyadari jika akan terjadi hal yang tidak baik untuk dirinya.
Dan dia mulai berpikir jika ini pasti ada hubungannya dengan perbuatannya kepada Sophia tempo hari.
Rasa takutnya mulai bertambah. Walau bagaimanapun dia setidaknya mengenal sifat Stephen dan Harvey. Jika mereka sedang dalam keadaan tidak baik, atau tidak suka dengan seseorang, mereka tidak segan-segan akan bertindak kejam.
Dan saat ini dia bisa merasakan aura-aura kemarahan dalam diri Harvey. Dan pastinya juga Stephen tidak tinggal diam. Tanpa perintah dari Stephen, Harvey tidak akan berani bertindak seperti sekarang ini.
Angela tidak bisa menebak kemana Harvey akan membawanya. Dengan terpaksa dia hanya bisa menurut. 25 menit kemudian mereka sampai di sebuah gedung perkantoran.
Tapi bukankah gedung ini sepertinya mirip dengan gedung perkantoran milik Stephen.?
Ya, Harvey membawa Angela ke tempat perusahaan Stephen. Angela tidak habis pikir apa sebenarnya yang sedangkan direncanakan oleh Harvey dan Stephen untuknya.
Harvey segera turun dari mobil. Sedangkan Angela hanya duduk enggan untuk keluar.
__ADS_1
Harvey mengetuk kaca jendela mobil dan menyuruh Angela untuk segera keluar dari mobil.
Dalam hatinya Angela merasa dilema antara senang dan takut. Senang karena dia berpikir pasti akan bertemu dengan Stephen. Takut karena dia tidak tahu bahaya apa yang sudah menantinya di tempat itu.
Dengan sedikit terpaksa Angela pun keluar dari mobil dan mengikuti Harvey memasuki gedung itu.
Seperti anak ayam yang mengekor induknya dari belakang, Angela pun mengekor Harvey dari belakang.
Harvey masuk ke sebuah auditorium, disana terdapat beberapa orang sedang duduk dengan rapi lengkap dengan kamera, notes dan microphone di tangan masing-masing.
Angela semakin bingung. Ada acara apa ini? Kenapa begitu banyak wartawan dan reporter? Angela langsung mengenali profesi orang-orang yang ada diruangan tersebut.
Angela menghentikan langkahnya dan dia menjadi ragu untuk memasuki ruangan itu.
Harvey ikut duduk disebelah Angela. Diraihnya mic yang tergelatak di atas meja dan mulai berbicara.
" Teman-teman media selamat datang di press conference klarifikasi tentang video yang tersebar di media beberapa waktu belakangan ini yang menyebarkan berita hoax tentang pemimpin di perusahaan kami ini dengan tunangannya Nona Sophia!
Mendengar ucapan Harvey para pemburu berita itu saling berbisik satu sama lain, terkejut dengan kata-kata yang disampaikan oleh Harvey. Terutama kalimat "Tunangannya Nona Sophia".
Terlebih lagi Angela. Dia seperti sedang mendengarkan kabar buruk dalam hidupnya.
__ADS_1
" Sejak kapan Stephen bertunangan?
Harvey kemudian melanjutkan perkataannya.
" Wanita yang ada disamping saya sekarang ini, yang ada dihadapan teman-teman media, namanya Angela. Wanita yang kalian saksikan di video tersebut adalah wanita ini. Yang menyebarkan berita hoax dan fitnah tentang Tuan Stephen dan tunangannya Nona Sophia."
"Wanita yang dituduh sebagai pelakor di dalam video tersebut sebenarnya adalah tunangan Tuan Stephen yang asli. Sedangkan wanita ini hanyalah wanita yang menganggap dirinya sebagai tunangan Tuan Stephen."
Angela hanya mampu menundukkan kepalanya dengan perasaan malu karena ucapan-ucapan Harvey yang menyudutkan dirinya.
" Wanita dihadapan teman-teman ini hanyalah wanita yang tidak tahu malu, mengaku-ngaku sebagai kekasih Tuan Stephen dan dengan beraninya memfitnah dan menghina Nona Sophia. Lewat press conference hari ini kami berharap media dapat mempublikasikan berita yang sebenar-benarnya. Dan sebagai pembelajaran agar tidak menyebarkan berita hoax sebelum mengetahui kebenaran faktanya.
" Kami masih berkenan untuk memaafkan dan berbaik hati tidak melaporkan media yang sudah menyebarkan video tersebut dan menuntutnya di pengadilan dengan tuduhan pencemaran nama baik." Ucap Harvey dengan begitu tegas dan berwibawa.
Lalu beberapa wartawan mengajukan pertanyaan kepada Angela.
" Bagaimana dengan pendapat nona Angela sendiri? Apakah anda tidak mau menanggapinya atau membela diri anda? Apakah semua yang disampaikan oleh Tuan Harvey adalah benar? Apakah anda sedang tidak diancam oleh mereka?
Angela yang terdiam dan tertunduk malu tidak tahu harus berkata apa-apa. Karena rasa malu yang dirasakannya saat ini sungguh membuatnya dirinya ingin lenyap saja dari tempat itu. Rasanya tidak sanggup lagi melihat wajah orang-orang dihadapannya itu.
Hari ini adalah hari terburuk dalam hidup Angela. Dia tidak pernah menyangka Stephen akan mempermalukan dirinya seperti ini. Sakit hatinya sungguh begitu menyakitkan. Mungkin dia memang bersalah tetapi mendapat perlakuan seperti ini tentu saja tidak dapat diterimanya.
__ADS_1
Rasa malu, sakit hati, marah, benci dan amarah bercampur menjadi satu mengalahkan rasa bersalah yang seharusnya menjadi penyesalan.
Bukannya menyesali diri Angela bahkan menjadi dendam. Mungkin saat ini dia adalah seorang yang tertuduh dan dihakimi dengan Begitulah memalukan. Sehingga dia tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Tapi dalam hatinya Angela sudah merencakan suatu pembalasan. Hari ini adalah hari yang takkan pernah dilupakannya seumur hidupnya.