Cinta Yang Takkan Berubah

Cinta Yang Takkan Berubah
Amarah Stephen.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Stephen sudah terlihat emosi. Amarahnya meluap-luap setelah Harvey memperlihatkannya sebuah video. Bagaimana tidak marah jika video yang dilihatnya itu adalah video tentang Sophia yang dilabrak habis-habisan oleh Angela cs. Dia begitu sangat marah karena Angela berani-beraninya memfitnah Sophia. Hatinya begitu terbakar amarah menyaksikan Sophia diperlakukan dengan buruk di saat dia tidak ada sehingga tidak bisa membantu Sophia. Apalagi kini nama dan wajah Sophia sudah tersebar di media sosial dan dikenal dengan sebutan "pelakor".


Stephen sudah tidak sabar ingin sekali menjumpai Angela dan menghajarnya dengan memakinya habis-habisan. Sophia pasti sangat tertekan saat ini. Dia yang tidak melakukan kesalahan apapun harus mendapat fitnahan sekejam itu. Tanpa menunggu lama dia langsung meminta Harvey untuk menghubungi Angela dan memintanya untuk segera datang ke kantornya. Apapun yang terjadi masalah ini harus diclearkan. Jangan sampai kehidupannya Sophia jadi bahan bullyan hanya karena fitnah yang tidak bertanggung jawab. Dan Angela harus mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.


Teman-teman satu kantor Sophia pun sudah menonton video tersebut. Mereka semua sama terkejutnya, tidak menyangka Sophia dituduh sebagai pelakor. Karena yang mereka tahu Sophia adalah gadis baik-baik.


Dalam benak mereka penuh pertanyaan apakah tuduhan wanita dalam video tersebut benar atau hanya berita hoax. Ditambah juga karena nama Tuan Stephen disebut-sebut dalam video tersebut. Mau tidak mau ada beberapa karyawan yang berpikiran buruk juga.


Menganggap jika tuduhan itu benar adanya.


Seperti biasanya Sophia masuk kantor. Dia sama sekali tidak berpikiran jika teman-teman sekantor sudah mengetahui kejadian yang menimpa waktu itu. Karena dia sama sekali tidak tahu jika kejadian tersebut berhasil direkam oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan menyebarkannya ke media sosial.


Sophia bersikap seperti biasanya. Saat akan memasuki ruang kerjanya pandangan mata teman-temannya tertuju kepadanya. Tatapan mereka penuh tanda tanya dan keinginan tahuan kebenaran dibalik peristiwa itu.


Namun Sophia masih dengan ekspresi yang tenang, memasuki ruangan kerjanya dan melakukan pekerjaannya.


Stephen belum juga muncul karena dia juga di rumahnya sedang menahan amarah dan emosinya. Harvey yang sudah muncul dirumahnya hanya bisa terdiam melihat Stephen yang masih emosi. Stephen mondar-mandir seperti setrikaan yang tidak panas-panas, membuat Harvey jadi pusing sendiri.


" Bro, kamu tidak bisa tenang kah.? Dari pada loe mondar-mandir gitu bikin saya pusing mending duduk tenang, pikiran tuh ditenangkan, jangan terlalu emosi. Aku sudah hubungi Angela dan dia pasti akan segera datang. Loe tahu kan kalau Angela paling senang kalau ketemuan sama kamu! ucap Harvey entah itu mengejek atau mengatakan yang sejujurnya.


"Rasanya gue nggk sabaran bro. Entah kenapa hatiku sangat marah sekali kali ini. Hatiku tidak bisa menerima perlakuan buruk mereka terhadap Sophia." ucapnya dengan penuh amarah.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Stephen, Harvey tidak terlalu terkejut karena sebelum-sebelumnya dia bisa merasakan jika sepupunya itu sepertinya memiliki suatu perasaan kepada Sophia. Hanya saja dia belum menyadarinya sama sekali.


Harvey pun memikirkan sesuatu cara untuk mengetahui isi hati Stephen yang sebenarnya.


" Tapi omong-omong, kamu kok senewen banget sih mengurusi assistenmu itu. Dia kan hanya assistenmu doang, dia pasti bisa mengurusinya sendiri, kamu tidak perlu ikut campur segitunya juga kan? ucap Harvey mencoba menjebak Stephen.


" Dia memang cuman assisten gue tapi dia itu juga tanggung jawab gue. Dan gue sudah menganggap dia tidak hanya sekedar karyawan saja. " balas Stephen.


" Kenapa harus begitu. Nanti kalau pegawaimu yang lain dapat masalah juga apa kamu akan membantu mereka juga? tanya Harvey mulai memancing.


" Kamu bukan siapa-siapanya Sophia kan, pacar bukan saudara bukan. Kamu itu hanya bossnya saja." lanjut Harvey lagi.


" Iya sih itu terserah loe sama pegawai loe sendiri. Tapi kan terlalu ikut campur juga tidak baik nanti malah ada yang salah paham atau berprasangka buruk kepada kalian berdua. Siapa tahu juga Sophia sudah punya pacar yang bisa membantunya! " pancing Harvey semakin dalam.


" Sophia itu belum punya pacar, dia masih single. Kamu nggk usah sok tahu deh! bantah Stephen dengan percaya diri.


" Tahu dari mana si Sophia itu masih single.? Nggak lihat tuh di video ada seorang cowok yang membela Sophia dari amukan Angela cs! ucap Harvey memanas-manasi Stephen.


" Gue tahu siapa tuh cowok. Dia itu hanya seorang teman dan sudah dianggap saudara oleh Sophia.! jawabnya lagi.


" Ohhhhhh.... ternyata loe perhatian juga ya sama assistenmu itu. Nggk nyangka kamu seperhatian itu dengan pegawaimu. Menakjubkan brother! ucap Harvey sambil menepuk-nepuk tangannya, tidak tahu apakah itu suatu pujian atau sindiran.

__ADS_1


Stephen tahu jika sepupunya itu mencoba untuk menguji dirinya. Tapi dia bersikap cuek saja tidak mau peduli.


" Brother, kalau loe memang punya hati katakan terus terang, jangan sampai diembat orang lain duluan truss kamu nyesal seumur hidup. Karena kalau diperhatikan cowok yang divideo itu sepertinya memang menyukai Sophia. Coba aja kamu perhatikan dari sikap dan tatapannya kepada Sophia. " ucapan Harvey mulai mengusik hati Stephen.


Stephen pun kembali mengingat peristiwa malam disaat dia melihat Sophia dengan pria itu berjalan berdua. Dia membayangkan bagaimana sikap pria itu terhadap Sophia. Mulai dari tatapannya, perhatiannya, perlakuannya dan caranya menjaga Sophia dengan penuh kehangatan. Meski Sophia belum punya perasaan tapi lama kelamaan bisa saja Sophia jatuh cinta karena perhatian-perhatiannya yang dapat meluluhkan hati wanita manapun.


Stephen mengangguk-anggukkan kepalanya. Harvey hanya bisa menyaksikan tingkah sepupunya itu dengan pasrah.


Tak lama kemudian.


ting... tong.... ting..... tong....


Suara bunyi bel rumah Stephen. Sepertinya Angela sudah datang. Stephen dengan tidak sabar langsung turun bergegas. Wajahnya yang baru saja tenang seketika berubah emosi dan penuh amarah.


Stephen langsung membuka pintu dan tanpa menunggu dia langsung melabrak sosok yang muncul dari balik pintu rumahnya itu.


" Hei, dasar wanita sombong, perempuan iblis apa kamu sudah bosan untuk hidup sehingga berani-beraninya kamu bertindak bodoh dan menyakiti Sophia dengan fitnahmu itu hahhh!? cerocos Stephen seperti jalan tol mulus meluncur bebas hambatan.


Dan orang yang muncul di balik pintu itu hanya ternganga mendengar ocehan Stephen. Wajahnya terlihat terkejut dan shock karena tiba-tiba mendapat serangan tanpa mengetahui apa salah dan dosa yang sudah diperbuatnya.


Stephen baru tersadar setelah melihat dengan jelas siapa sosok yang muncul dari balik pintu itu. Ternyata bukan Angela. Ya, sosok itu bukanlah Angela melainkan orang lain. Dan orang lain tersebut adalah Kevin. Kevin putra Ibu Maria. Stephen malah berbalik terkejut melihat kedatangan pria yang baru saja mereka perbincangkan itu.

__ADS_1


__ADS_2