
Hari minggu sore ini, Sophia, Mateo dan Kevin sedang menikmati suasana Taman kota. Banyak orang juga nampak berlalu lalang dan ada juga yang duduk santai dengan teman-temannya, keluarga ataupun dengan pasangan mereka. Sedangkan Sophia, Mateo dan Kevin duduk bersantai di bawah pepohonan hijau dan rindang. Angin bertiup sepoi-sepoi memberi kesejukan.
Kebetulan sekali Angela pun ada ditempat itu. Dia bersama dengan anggota squadnya terlihat heboh dengan memakai pakaian sport. Mereka memang biasa nongkrong rame-rame di berbagai tempat yang mereka senangi. Dan sore ini mereka memilih Taman kota sebagai tempat nongki mereka.
Mata Angela yang jelalatan tanpa sengaja melihat wajah Sophia. Wajah yang terekam di otaknya siang itu waktu tempo hari. Melihat wajah Sophia hatinya tiba-tiba menjadi kesal sendiri. Dia pun meninggalkan teman-temannya dan berjalan ke arah tempat Sophia duduk bersantai. Sampai di depan Sophia dia langsung mendorong bahu Sophia dengan keras, dan Sophia yang merasa terkejut spontan terdorong dan terjatuh ke belakang.
" Ehhhh.... perempuan gatal, kamu pakai dukun apa untuk menggoda Stephen hah? cerocos Angela dengan muka sangar. Tanpa bertanya lebih dulu dengan baik-baik malah langsung menuduh Sophia dengan tuduhan yang tidak benar. Teman-temannya yang lain pun menyusul setelah melihat kejadian tersebut.
Sophia yang tidak tahu apa-apa malah terlihat bingung. Demikian juga Kevin dan Mateo yang lebih terkejut melihat Sophia mendapat perlakuan kasar dari orang yang tidak mereka kenal. Kevin pun langsung pasang badan melindungi Sophia dan Mateo.
" Hey, anda siapa tiba-tiba datang dan berbuat kasar kepada Sophia? tegurnya dengan sedikit emosi.
Teman-teman Angela pun memandang dengan muka sinis dan sangat garang. Mereka juga saling berbisik dan bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi dan siapa itu Sophia?
" Hey perempuan jelek dan gatal, kamu pikir kamu bisa mendapatkan Stephen dengan segampang itu. Kamu itu tidak pantas dan tidak layak mendapatkan cinta Stephen. Harusnya kamu tuh berkaca, pakai cermin supaya kamu bisa lihat dengan jelas wajah dan penampilan kamu yang jelek itu." makian demi makian dilontarkannya kepada Sophia padahal Sophia sendiri tidak tahu dan tidak kenal dengan Angela. Teman-temannya Angela yang mendengar ucapan makian tersebut langsung menyimpulkan sendiri dalam pikiran mereka masing-masing jika Sophia ini pastilah seorang pelakor. Lalu salah seorang dari mereka menimpali perkataan Angela.
" Ohh.. jadi ini perempuan pelakor yang mencoba merebut Stephen dari kamu yang Njel? yang lain pun menyambung,
" Ohhhhhh... ini pelakor itu?
__ADS_1
"Wahhhhh, kebangetan yaa, sudah muka pas-pasan, penampilannya juga buruk malah nekat mau merebut laki orang. Nggak nyadar yaa, benar-benar nggk tahu diri!
Mendengar fitnahan dan makian yang tak jelas asal-usulnya, Kevin pun langsung bersuara.
" Heeh.... jaga mulut kalian itu. Dasar wanita ular, nenek lampir. Mulut kalian itu tidak pernah diajar ya, tidak pernah disekolahkan sehingga tidak tahu berbicara dengan baik dan sopan.! Kevin dengan amarah membalas ucapan-ucapan teman-teman Angela itu.
Dan ternyata pada saat kejadian tersebut diam-diam ada beberapa orang yang merekamnya dan menyebarkannya ke media sosial.
Sehingga peristiwa tersebut menjadi viral di dunia maya. Dengan tagar #pelakor dilabrak pacar asli.
Sophia yang memang tidak punya bakat untuk bertengkar, apalagi untuk beradu mulut memilih untuk pergi dari tempat itu. Dia mengerti jika dia kembali membalas maka yang ada pasti akan semakin kacau dan tidak terkendali. Maka dia memilih untuk menghindar dan tidak peduli sama sekali.
Meski bagi mereka itu mengartikannya berbeda. Sophia pergi yang artinya dia kabur atau melarikan diri. Karena merasa malu ketahuan sebagai seorang pelakor.
Dengan segera Sophia angkat kaki dari tempat itu mengajak serta Mateo dan Kevin. Sedangkan Angela dan konco-konconya malah meneriakinya dengan teriakan " pelakor, pelakor. "
Sampai di rumahnya, Sophia pun mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Mateo langsung disuruhya masuk ke kamar. Hanya dia dan Kevin yang masih duduk di ruang tamu.
Kevin pun berusaha mencari tahu dengan bertanya kepada Sophia.
__ADS_1
" Sebenarnya mereka itu siapa? Sehingga kamu difitnah dan di maki seperti itu!
Sophia menarik napas panjang dan berusaha menjawabnya dengan pikiran yang tenang.
" Aku tidak kenal siapa mereka itu dan aku juga tidak tahu apa maksud dari ucapan-ucapan mereka itu."
" Dasar wanita-wanita gila, rasanya aku ingin menggampar mulut mereka satu persatu! geram Kevin dengan emosinya.
Tapi dalam pikiran Sophia terlintas nama Stephen. Dia ingat perempuan yang pertama datang dan langsung mendorong bahunya itu menyebutkan nama Stephen beberapa kali.
Dan yang dia tahu hanya satu nama Stephen yang dia kenal yaitu bossnya di kantor. Apakah Stephen itu yang dia maksudkan? Sophia juga tidak tahu.
Sungguh peristiwa sore itu cukup memberikan kejutan bagi Sophia. Baru pertama kali dia dituduh sebagai seorang pelakor oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Padahal dia sendiri sama sekali tidak pernah berhubungan dengan pria manapun untuk saat ini. Seumur hidupnya dia belum pernah menjalin hubungan atau untuk berpacaran sekalipun tidak pernah sama sekali. Lalu bagaimana mungkin tiba-tiba dia menjadi tertuduh sebagai perempuan pelakor.
Setelah menenangkan Sophia dan yakin jika Sophia baik-baik saja Kevin pun kembali ke rumahnya. Meski dengan perasaan yang cukup berat untuk meninggalkan Sophia dan Mateo dalam kondisi seperti itu, namun dia juga tidak punya alasan yang kuat untuk tetap tinggal dan menemani mereka berdua disana. Lagipula Sophia pasti akan menolaknya jika dia meminta untuk menginap malam itu. Karena dia tahu Sophia selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain apapun alasannya.
Sophia pun mencoba untuk memejamkan mata malam ini. Melupakan peristiwa yang terjadi hari ini. Meski kejadiannya hanya singkat saja tetapi sangat meninggalkan trauma yang buruk.
Entah peristiwa buruk apa lagi yang akan sedang mengintainya. Karena Sophia seakan bisa merasakan jika peristiwa ini tidak hanya akan sampai disini saja.
__ADS_1
Dia seperti bisa merasakan kejadian-kejadian buruk lainnya sedang menantinya. Dengan mata terpejam, Sophia berdoa dan berharap dalam hatinya, apapun yang akan terjadi dalam hidupnya baik itu buruk ataupun jahat semoga Tuhan selalu memberinya kekuatan. Dan yang terpenting baginya adalah Tuhan menjauhkan Mateo dan orang-orang yang dikasihinya dari hal-hal yang buruk. Cukuplah hanya dirinya saja yang merasakan penderitaan itu.
Meski dia sadar jikalau dia hanyalah manusia lemah yang memiliki keterbatasan, tetapi iman dan keyakinannya selalu menguatkan hatinya untuk tetap setia dan bertahan walau dalam penderitaan sekalipun. Biarlah penderitaan di dunia ini datang menghampirinya. Karena Sang Penguasa Alam Semesta pasti tidak akan membiarkannya menderita diluar batas kemampuannya. Yakin dan percaya, semua akan indah pada waktunya.