Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 106. Selamatkan Aku Yaa Allah.


__ADS_3

Sedangkan di dalam rumah Alexa, Semua berkumpul di sekitar Afkar.


Ayuni langsung duduk memeluk Afkar yang sudah bersimpuh menangis pilu. Aryan pun duduk di sampingnya menepuk bahu sahabatnya.


Ayuni berkata.


"Sabar menantuku sayang....aku tahu hatimu sangat bersedih, kita tahu Alexa jika sudah mengambil keputusan tak akan ada yang bisa mengubahnya, tapi aku ini mamanya, aku tahu siratan mata anakku, aku mengenalnya . Sepertinya dia juga tertekan, dan dia juga masih sangat mencintai kamu. Yakin sama Mama..dia pergi itu, Karna dia tak tahan lagi mau menangis. Pasti dia sekarang sedang menangis di dalam mobil itu, makanya buru - buru pergi. Alexa ku masih mencintai kamu nak, hanya kita perlu bersabar.


Harus kita tahu dulu siapa Suaminya ?


Hal sulit apa yang di laluinya selama satu tahun ini,?


Mengapa anak ku bisa berubah seratus persen. ?


Apakah ada sesuatu hal besar yang dia sembunyikan, saat ini ?


Kita harus banyak sabar, pelajari situasi dengan baik, mengikuti Alexa seperti detektif, kalau perlu kita sewa detektif untuk menyelidikinya.


Papa kamu banyak koneksi sayang..! jika hanya masalah menyelidiki, Ayahmu bukan orang sembarangan nak. Saat ini kita tak boleh ikut arus permainan Alexa, kita harus lebih selangkah lebih maju daripada dia, untuk menyelamatkan dia nak. Sabar yah sayang..."


Ayuni terus berbicara, Andre bangga pada istrinya yang bucin, dan polos itu,


Mengapa saat ini begitu cerdas. ?


Afkar pun menjadi tenang, pikiran waras nya kembali, dia tersadar jika memang Alexa menyembunyikan sesuatu hal yang sangat besar.


Kesedihannya pun sirna, apa yang dikatakan Mama mertuanya masuk logikanya.


"Mama benar..Alexa ku sangat baik, seseorang pasti mengendalikan nya, ada hal besar yang mengancamnya, makanya dia berubah seratus persen. Baiklah Mama...kita ikuti alur skenario orang di belakang Alexa."


Andre pun berkata


"Alexa kita sudah kembali, saat ini kita harus hati - hati sekali, karna jika orang itu merasa terancam, kita akan kehilangan Alexa untuk selama - lamanya. Ini tak boleh terjadi. Alexa milik kita, dan dia harus kembali ke keluarga nya kembali. Aku tak akan membiarkan seseorang membuat anakku menderita."


Aryan pun berkata.

__ADS_1


"Iya Dady...saat ini kita harus hati - hati, lihatlah penampilan Alexa saat ini. Orang di belakang dia, bukan orang sembarangan, orang ini sangat berkuasa."


Afkar pun berdiri dan berkata.


"Iya kalian benar, aku mau pulang dulu mau bicarakan ini dengan Ayah dan Kakek."


Ayuni dan semua keluarga mengangguk.


Afkar pun keluar, dan masuk kedalam mobilnya.


*****


Sedangkan di tempat lain di sebuah pantai, yang biasa Alexa dan Afkar di sana.


Tampak Alexa menangis pilu dalam mobil itu, hatinya sangat hancur.


Dia ternyata melajukan mobilnya ke arah pantai menangis pilu di sana, menumpahkan semua kesedihan, dan kepedihan hatinya.


Waktu terus merangkak naik, menjadi siang yang terang benderang.


Saat ini Fatih tahu, tak ada yang boleh mengetahui jika dia adalah Suami Alexa. Pertemuan dia dengan Alexa pun, harus hati - hati.


Saat ini dia sesekali saja bertemu Istrinya.


Telponnya pun berdering.


Tertera nama Suami di layar ponselnya.


Alexa pun mengangkat ponselnya.


FATIH


"Sayang...kamu dimana...?"


ALEXA

__ADS_1


"Iya...aku lagi perjalanan mau ke hotel."


FATIH


"Sayang...kamu suruh Afkar kembali pada orang tuanya, jika kamu ingin tinggal di rumah mu sayang."


ALEXA


"Iya..."


FATIH


"Ingat sayang...jika satu bulan ke depan kamu tak dapat surat cerai itu, kamu harus pulang denganku. Terserah kamu mau mati atau tidak, yang penting aku pastikan kamu tak akan melihat keluarga kamu lagi.


ALEXA


"Iya...aku juga akan lebih senang jika mati. karna aku sudah senang bisa berkumpul lagi keluargaku walau sesaat, aku akan menikmati setiap moment bersama mereka dengan bahagia, jadi mati pun aku tak akan takut lagi.


jadi tak usah mengancam ku !!"


FATIH


"Jika kamu mati sayang...keluargamu juga akan mati semua bersamamu.."


Langsung menutup telpon.


Alexa sangat marah, dan berteriak.


"Aaaahhh....Aaaaaahhhh....Aaaahhh..


Kamu bajingan Fatih..bangsat...kamu iblis..selamanya kamu tak akan pernah memiliki aku seutuhnya...!! aku sangat membencimu Fatih....Hik..hik..hik...Ya Allah aku mohon Yaa Allah...Selamatkan aku, dari bajingan itu..Hik..hik...hik...Selamatkan aku Ya Allah..."


Alexa kembali menangis pilu, dan sesekali berteriak depresi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2