
Tiger pun terus memejamkan mata, tapi getaran halus di dadanya tak juga mereda.
Tiger pun, bangun dari kursi malas itu dan keluar dari ruangan itu, tampa menoleh pada gadis yang sedang memandangnya juga, dengan detak debaran aneh juga di dadanya.
Sudah dua hari gadis itu bersamanya, tapi debaran aneh itu, selalu menghias kedua jantung itu. Jika mereka sedang saling menatap, dan bercakap walau percakapan yang singkat.
Kita beralih lagi ke cerita Lion.
Tim kepolisian yang mengejar mereka, sungguh sangat depresi selalu gagal menangkap mereka.
Begitu juga dengan Tim Kepolisian yang mengejar Tiger dan Jimmy, makin bekerja keras mencari dalang penculikan gadis cantik, anak pengusaha Tajir di kota mereka.
Semua saksi dan bukti, mereka kumpulkan, dengan sangat hati - hati.
Terlihat kedua polisi bagian kriminal itu bercakap.
"Hendrik...Pasti ini ada kaitannya lagi dengan pembun*h berdarah dingin itu."
"Benar Patrick..Mereka sangat ahli, bahkan mungkin saja kasus bun*h diri, juga rekayasa mereka."
"Aku sangat stres dengan tekanan, Pak Komandan kita, yang selalu menekan kita agar cepat menyelesaikan masalah ini."
"Itu benar kawan aku sungguh sangat depresi dengan hal ini, kita harus lebih bekerja keras lagi menangkap brengs*k itu."
"Kamu benar kawan, ayo kita pergi makan dulu."
__ADS_1
Kedua temannya yang lain pun, hanya bisa mengangguk, yang dari tadi hanya mendengarkan keluhan kedua senior mereka.
Sedangkan di tempat lain pun, di negara lain. Tampak Aryan dan Afkar berbincang.
"Afkar, Apakah kamu sudah menyuruh seseorang memperhatikan dan mengintai Alexa ?"
"Iya Afkar ada tiga orang yang di tugaskan Ayahku menyelidikinya, siapa yang berhubungan dengan Istriku. Tapi saat ini mereka mengatakan kalau Alexa, tak menemui siapapun. Aku juga sangat bingung, pria itu sungguh membuatku penasaran.
Siapakah dia, ? yang bisa membuat Alexa senekat itu mau berpisah denganku"
"Kamu yang sabar yah, setidaknya Alexa kita sudah kembali, sisa mempertahankan dia agar menjadi milik kita lagi, Karna adikku akan selamanya ada di antara kita yang sangat mencintai, dan menyayanginya."
"Benar Aryan, aku sungguh tak ingin Alexa ku, menjadi milik orang lain. Rasanya aku mau mati saja jika membayangkan.kehilangan.nya lagi."
Kedua pria tampan itu pun, menarik nafas panjang.
Diapun masuk ke hotel itu, memakai seragam hotel, juga memakai topi serta memakai mobil taxi ke hotel yang di tempati Alexa, yang termasuk dia juga pemilik saham terbesar, di hotel itu, jadi orang yang di suruh menjaga gerak gerik Alexa tidak mencurigainya.
Fatih terus masuk ke dalam ruangan dalam hotel itu, tak lama diapun berjalan ke arah kamar Alexa, sambil menelpon dengan suara nada sangat rendah.
Dia menyuruh pengawalnya yang sudah ada di ruangan pengontrol CCTV, untuk mematikan sementara CCTV, Karna Fatih tak mau terlihat masuk ke kamar Alexa.
Setelah mengetuk pintu, Alexa membuka pintu.
Fatih langsung masuk dan menutup pintu, dan menguncinya.
__ADS_1
Alexa hanya bisa menatap kesal padanya.
Fatih menelpon kembali untuk aktifkan kembali CCTV. Karna jika ada pelaporan pasti polisi memiliki akses untuk menyelidiki CCTV, walau itu hotelnya sendiri. Sedangkan pegawai CCTV yang biasanya kontrol, dilarang dulu jaga, seolah ada perbaikan.
Fatih sangat berhati - hati melakukan setiap gerakan yang membahayakan dirinya.
Sungguh cinta itu buta.
Alexa berjalan masuk ke ruangan yang luas itu, ada kursi ruang tamu, bahkan dapur kecilnya.
Alexa baru mau duduk, Fatih sudah memeluknya dengan sangat erat, mencium tengkuknya.
Alexa berontak, Fatih membalik tubuhnya, dan langsung mencium bibir Alexa dengan rakus
Alexa berontak mendorong tubuh Fatih, tapi apa dayanya.
Fatih terus mencium dengan sangat agresif, bahkan sudah menarik baju Alexa ke atas dengan terburu - buru dan membuka pengait bra Alexa, melemparnya ke sofa.
Fatih tak pernah bosan menikmati tubuh wanita yang tak pernah mencintainya.
Terasa begitu sangat cepat Fatih membuka satu persatu pakaiannya, sampai tak tersisa lagi, dan Alexa hanya bisa pasrah seperti biasanya .
Dua tubuh sudah polos tampa penghalang lagi.
Fatih membawa tubuh Alexa ke pembaringan, dan langsung menindihnya.
__ADS_1
Bersambung