
Hari terus berganti, Minggu pun berganti bahkan bulan pun berganti, sangat susah bagi mereka menemukan pujaan hati mereka.
Mereka belum juga mau mengakui, bahwa hati mereka berdua sudah saling bertaut.
Bahkan Alexa pun sisa menghitung hari, akan tamat dari sekolahnya.
Ayuni dan Dea sudah mulai sibuk mempersiapkan, pernikahan anak mereka berdua.
Di malam hari Alexa di dalam mobil, dengan Afkar sedang berbicara serius.
Afkar memarkir mobilnya di pinggir jalan dekat pantai.
"Afkar bagaimana ini, pernikahan kita semakin dekat."
"Aku juga pusing, kita menikah saja dulu khan gampang kita bisa urus pisah juga."
"Tapi aku malas tidur satu ranjang denganmu, aku sadar saja berani kamu cium, apalagi kalau aku tidur."
"Tak usah khawatir, aku tak ada selera melihat tubuhmu yang rata, tak ada seksinya sama sekali."
Alexa menatap kesal.
"Tidak usah munafik kamu gorila jelek, kamu selalu mengincar bibirku."
"Aku mencium kamu, karna kamu itu sangat bising seperti mercon petasan. Dan hanya itu cara nya aku membuatmu diam."
Alexa mencengkram rambutnya sendiri.
"Mengapa kamu sangat menyebalkan Afkar ? tidak bisakah kamu mengalah sedikit dariku, kamu selalu membantahku."
Afkar pun menatap jengah dan mulai mengucek rambutnya kesal.
__ADS_1
"Sudahlah...!! Kita pikirkan saja bagaimana kita mendapat pasangan secepatnya. Mengapa sama sekali tak ada yang menarik ?di pandanganku...Aaaaaaahhhhh....!!!"
Alexa pun sedikit melunak.
"Apakah kita mencari saja pasangan yang tampa rasa cinta...?"
"Idemu konyol"
Kata Afkar kesal.
"Jadi kita harus bagaimana, ? Tapi kamu betul juga , bagaimana jika kita mau putus, terus dia tidak mau, terus dia mencabut nyawa kita seperti mencabut rumput."
"Aku sungguh pusing sekali memikirkan nya Alexa, biarlah kita menikah saja, kita akan lebih leluasa diskusi karna kita sudah satu atap, memikirkannya sungguh membuat kepalaku pusing "
Alexa hanya bisa terdiam dan mulai depresi, mencengkram kembali rambutnya.
Cukup lama mereka stres dengan keadaan yang harus mengatakan pasrah."
*****
Waktu terus bergulir, akhirnya Alexa sudah lulus sekolah. Persiapan keluarganya semakin lengkap dan komplit. Sisa pengantinnya yang mau di rias.
Sisa satu minggu lagi acara pernikahan Afkar dan Alisa, dan mereka benar - benar pasrah dengan nasib mereka.
Mereka berdua pun, sudah dilarang bertemu.
Tak terasa hari berganti hari. dan hari pesta pernikahan pun akhirnya tiba.
Saat ini Alexa dan Afkar sudah duduk di depan penghulu.
Mereka berdoa semoga ini hanya mimpi, dan dia segera bangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
Tapi pada kenyataannya, mereka benar - benar telah menikah.
Semua mata tertuju pada mereka, semua berdecak kagum, sedangkan yang menikah saja selalu membayangkan dirinya, hanyalah bermimpi tapi tak bangun - bangun juga.
Setelah proses Ijab kabul, maka resmilah mereka menjadi Suami Istri.
Ayuni dan Dea sangat bahagia, melihat kedua anaknya yang adem ayem, tampa drama lagi oleh kedua anak mereka, di pernikahan mereka.
"Ayuni aku sangat bahagia, syukurlah mereka tak membuat drama lagi, semoga mereka akan segera saling mencintai dan secepatnya memberikan kita cucu Dea."
"Iya Ayuni, aku tak sabar lagi mau menggendong cucuku."
Mereka pun jadi baper berdua, dan saling berpelukan.
Sedangkan Alexa dan Afkar saling berbisik pelan dengan suara yang menyedihkan.
"Mengapa bapak penghulu itu ? sangat sehat, padahal aku sudah mendoakan dia agar sakit perut atau kepala kah, sehingga dia tak datang. kemari."
"Akupun juga mendoakan dia, supaya banyak kendala, akhirnya tidak jadi kemari, sepertinya dia tahu kita mendoakannya, akhirnya dia pun berdoa, sebelum kita mendoakannya.."
Kata Afkar depresi juga.
"Bapak penghulu yang licik, dia ternyata memiliki ajian telepati, mendengarkan kata hati kita.Afkar."
Afkar tersenyum sedikit, kemudian banyak dan akhirnya terpingkal,
Alexa pun tak mampu menahan tawanya, akhirnya mereka pun terpingkal bersama.
Tapi Alexa tertawa, masih elegan menutup mulut mereka.
Bersambung
__ADS_1