Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 119. Kamu Milikku.


__ADS_3

Maaf yah 🙏 🙏 My Readers 🥰 Author mu ini sangat sibuk, jadi baru bisa membuat lanjutan karyanya 🙏🙏


Baiklah My Readers ku yang cantik, manis, imut serta tampan dan rupawan kita lanjut yah ceritanya 🥰 🥰


Okey lanjuuuut


Bab 119. Kamu Milikku.


Mobil yang di kendarai Afkar telah tiba di depan hotel yang di tempati Alexa.


Setelah memarkirkan mobilnya, dia pun jalan dengan tergesa - gesa masuk ke dalam hotel Alexa, yang dia sudah ketahui nomer kamarnya, dari detektif swasta yang di sewa Ayah nya, untuk mengamati gerak gerik Alexa.


Afkar terus melangkah masuk menyusuri lorong kamar hotel, setelah menaiki lift di hotel yang di tempati Alexa.


Setelah sampai di depan kamar hotel Alexa, Afkar mengetuk pintu.


Afkar tak menyadari gerak - geriknya di perhatikan oleh seseorang. Di ruangan CCTV.


Diapun segera menelpon atasannya, dan bosnya pun mengabarkan pada Fatih.


Fatih sangat marah dan menyuruh pengawalnya mendatangi kamar itu, jika dalam 15 menit Afkar tak keluar dari kamar Istrinya.


Alexa tak menyangka kalau yang mengetuk pintunya adalah Afkar.


Dia sangat kaget waktu membuka pintu, Alexa segera menutup pintu, tapi Afkar jauh lebih kuat mendorong pintu dan langsung masuk, memeluk tubuh Alexa dengan sangat erat.


Alexa berontak Afkar pun melepaskannya, dan segera berbalik mengunci pintu kamar itu.


Alexa berjalan mundur.


"Afkar keluar dari kamarku, jangan lakukan hal itu, nanti suamiku marah, pengawalnya banyak dia tugaskan untuk menjaga ku."


Afkar sangat kesal dan berkata dengan nada berat menahan amarah yang besar.


"Baguslah jika dia marah, dia hanya penculik bukan Suamimu, aku adalah Suami sah kamu, dan aku berhak atas jiwa dan ragamu.!!"

__ADS_1


Alexa terus berjalan mundur, Afkar mengejarnya, dan langsung memeluknya erat.


Afkar langsung mengangkat Alexa, seperti sebuah karung di pundaknya.


Alexa terus berontak, memukul punggung Afkar.


"Lepaskan Afkaaar...!!"


Afkar tak peduli langsung membawa Alexa ke pinggir ranjang, menurunkan badannya, dan menjatuhkan badan Alexa di kasur, dan langsung menindih tubuh Istrinya.


Afkar tak peduli Alexa terus berontak, Afkar langsung memegang kedua pergelangan tangannya, menyimpannya di atas kepala Alexa.


Afkar langsung mencium bibir Alexa dengan rakus.


Alexa terus berusaha melepaskan ciuman Afkar.


"Hmmmmph...hmmmph..Aaaakh....lepaaskan Afkar !"


Afkar tak peduli, sampai ada ketukan keras di pintu.


"Tok..tok..tok..tok..dan suara bunyi kunci dari luar, tapi tak bisa masuk kunci dari luar Karna kunci masih berada di lubang kunci pintu dari dalam."


"Afkar...! Aku mohon Afkar, mereka akan dobrak pintunya Afkar !!"


"Aku tak peduli Alexa, kamu milik ku !!"


"Afkar...kita tak bisa seperti dulu lagi, aku mohon aku sudah tak mencintai kamu lagi, tolong terima kenyataan ini Afkar, hik..hik..hik..hik..!!"


Alexa menangis tersedu - sedu.


"Kamu sangat pandai berbohong sayangku. Lihatlah air mata ini sayang, lihatlah mata ini, memendam luka pengorbanan yang sangat besar, bahkan anak kecil pun tahu, jika kamu hanyalah bersandiwara sayang."


Afkar mencium air mata Alexa, yang semakin membanjiri kedua pipinya yang mulus itu.


Alexa pun mendorong keras tubuh Afkar, dan Afkar pun terhempas ke samping.

__ADS_1


Alexa berlari keluar, dan segera membuka kunci pintu kamarnya.


Empat pengawal yang bertubuh tegap, tinggi dan kekar, langsung masuk ke dalam kamar, dan menyeret paksa Afkar keluar dari kamar itu.


Afkar berontak dan berteriak, kedua lengannya telah di pegang sangat kuat. Oleh kedua pria kekar itu, yang terus menyeretnya keluar kamar.


"Alexa aku tak akan menyerah...!!! Kamu istriku !! Aku akan berjuang walau nyawa taruhannya...!! Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan kamu kembali, kamu selamanya milikku Alexa...!


Suara teriakan itu semakin melemah, Karna Afkar sudah di seret keluar kamar Alexa, terus di seret keluar, dan menjadi tontonan pengunjung dan pegawai hotel.


Mereka sangat prihatin dengan nasib pemuda yang sangat tampan itu, walau mereka tak tahu cerita sebenarnya, tapi melihat pemandangan itu, sungguh seperti cerita Romeo dan Juliet, yang di pisahkan secara paksa oleh keluarga wanitanya.


Melihat pakaian rapi ke empat pria ber jas hitam itu, yang seperti pria penjaga bodyguard, yang di bayar untuk menjaga tuan putri dari keluarga yang kaya raya, dan pastinya sangat tajir dan melintir. Agar pria tampan itu tidak menganggu gadis yang sangat di cintainya.


Afkar terus berteriak memanggil Alexa, sedangkan Alexa sudah mengunci pintu kamarnya, dan menangis sejadi - jadinya.


Hatinya sungguh sangat sakit, perih, dan hancur berkeping.


Alexa terus menangis sejadi jadinya, bersimpuh di lantai, menepuk dadanya, hatinya sungguh sangat sakit, dan sangat tersiksa.


Sedangkan Afkar sudah ada di luar hotel.


Kedua pengawal pribadi Alexa, langsung mendorong Afkar ke depan.


Afkar pun sangat marah, langsung berbalik dan mendatangi pengawal itu langsung meninju dan menendang, tapi mereka adalah lawan yang sangat tangguh baginya, dan akhirnya Afkar, selalu berakhir sukses terkapar di lantai parkiran.


Detektif yang di sewa Ayah Afkar, ada tiga orang, segera berlari dan memeluk Afkar, agar tak melanjutkan aksinya, yang bisa membahayakan hidupnya.


Ketiga orang itupun langsung merangkul kedua lengan Afkar, membawanya ke mobilnya. Mereka mencoba menasehati Afkar, setelah ke empat penjaga Alexa masuk kembali ke dalam hotel.


Afkar pun hanya bisa menangis, dia sungguh tak ikhlas Alexa di miliki orang lain.


Detektif itupun, hanya bisa mengusap punggung Afkar.


Meminta kunci mobil Afkar, dan salah satunya ikut ke dalam mobil Afkar, untuk menjadi supir pengganti sementara untuk Afkar.

__ADS_1


Mereka takut membiarkan Afkar dalam keadaan sangat terpukul batinnya, menyetir mobilnya sendiri takutnya, terjadi hal yang tak di inginkan.


Bersambung.


__ADS_2