Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 21. Sekarang Kamu Balas Ciuman ku Yah.


__ADS_3

Afkar terus berjalan dan Alexa memeluknya erat, dia merasa sangat hangat, dan nyaman memeluk Afkar.


Badan Afkar terasa panas meriang, dan debaran di dadanya terasa mau merobek dadanya.


Akhirnya tiba juga dia di samping mobilnya, Afkar pun duduk dan Alexa melepaskan pelukannya. Diapun berdiri dengan tertatih, Afkar membantunya masuk kedalam mobil.


Afkar membantu Alexa duduk di kursi samping stir nya. Diapun mengambil minyak angin dan jongkok mengurut kaki Alexa yang masih menghadap samping, menghadap kepadanya.


Alexa merintih kesakitan karna di pijat Afkar.


"Aduuuh....sakit..."


"Iya tahan yah...jika di biarkan nanti bengkak, aku urut pelan - pelan yah."


Dengan nada lembut.


Alexa sedikit terbuai dan mulai bucin melebih - lebihkan sakitnya dan pura - pura menangis manja.


"Huhuhu....sakit.....Afkar...."


Afkar mendongak menatap Alexa dan Alexa pura - pura memanyungkan bibirnya, dan menatap Afkar manja penuh iba agar Afkar kasian dengannya.


"Sakit sekali yah....."


"Iyaaa....sakit sekali Afkar..."


Afkar sangat terhipnotis dengan wajah imut dan menggemaskan Alexa, rasanya ingin menciumnya lagi.


Afkar pun mengalihkan pandangannya secepatnya di kaki Alexa, dan mulai memijatnya lembut.


Alexa semakin lebay merengek dan sangat membuat hati Afkar ingin sekali menciumnya.


"Afkar ...sakiiit....sakiiiit....Afkar...."

__ADS_1


Afkar mendongak kembali dan dia sudah tidak tahan lagi melihat Alexa yang sangat menggemaskan dan imut baginya, diapun tak mau ambil pusing lagi, langsung menahan kepala Alexa di belakangnya, dan langsung menciumnya lagi.


Bibirnya langsung menghisap bibir atas dan bibir bawah Alexa bergantian, Alexa sangat kaget tapi tak ada juga usahanya mendorong Afkar.


Ciuman Afkar semakin dalam dan mulai menyusupkan lidahnya menari di dalam rongga mulut Alexa, dan kembali menghisap lembut bibir atas, dan bibir Alexa bergantian, Alexa hanya pasrah tidak mau membalasnya.


Tiba - tiba Alexa ingat pernikahan nya dengan Afkar dan dia tidak mau itu terjadi. Afkar baginya membingungkan kadang baik dan kadang sangat jahat jadi diapun langsung mendorong dada Afkar.


"Stop Afkar...!! Mengapa kamu suka sekali menciumku ? jika kamu mencintai aku. Kita harus memastikan hati kita dulu Afkar, jangan sampai kita menyesal nantinya."


Afkar memandang Alexa dan kata - kata Alexa benar. Diapun masih bingung. Apakah mencintai Alisa ? atau hanya kebiasaan saja menciumnya cuma suka bukan cinta.


"Entahlah bibir kamu itu selalu menghipnotis ku ingin menciumnya, sedangkan aku pun tidak tahu apakah ini rasa suka saja karna kebiasaan atau memang cinta."


"Makanya kita jangan gegabah, aku tidak mau jadi janda kamu di usia ku yang masih muda, apalagi jika sudah memiliki anak dari kamu. Itu akan sangat menyedihkan bagi anak kita kelak."


"Sepertinya kita harus mencari pasangan, tampa orang tua kita tahu. Dan kita bisa pura - pura baikan dan saling mencintai, padahal kita jalan bareng padahal kita sedang kencan dengan orang lain, Bagaimana ideku Afkar ? baguskan.!!"


Mencubit kedua pipi Alexa gemas.


"Alexa..setiap aku menciummu, kamu tak pernah membalasnya. Bisa kita coba sekarang untuk memastikan hati kita, apakah ini cinta ? atau cuma suka saja."


Alexa memandang wajah Afkar dari dekat, hatinya berdebar halus.


Afkar langsung mengecup bibir Alexa.


"Cup....,"


"Sekarang kamu balas ciuman ku yah."


Afkar mendekatkan wajahnya kembali.


"Hmmhhh"

__ADS_1


Bibirnya mulai menghisap lembut bibir bawah Alexa dan Alexa mencoba membalasnya. Afkar menghisap lembut bibir Alexa dan bibir Alexa pun membalasnya, dengan menghisap juga bibir Afkar.


Ada sensasi yang begitu nikmat yang menjalar hangat di hati Alexa. Ciuman mereka berdua terus mereka lakukan berulang - ulang. kedua bibir ini Saling bertukar rasa, bertukar nikmat dan saling mencecap rasa.


Afkar semakin terbakar hasrat dan ciumannya mulai memanas, dan mulai memasukkan lidahnya, menari di dalam rongga mulut Alexa dan Alexa mencoba membalas setiap belitan dan tarian lidah Afkar.


Kembali mereka saling bertukar rasa dengan menikmati sensasi setiap hisapan bibir yang saling menyambut, sampai mereka sesak dan kehabisan nafas dan segera saling melepaskan tautan bibir mereka, dan bernafas dengan teratur dengan nafas yang tersengal.


Kedua dahi mereka saling menempel, dan deru nafas mereka saling mendera wajah mereka masing - masing."


Mereka pun saling memandang.


"Bagaimana Alexa...? Apa yang kamu rasakan dengan ciumanku."


Alexa memandang Afkar.


"Aku bingung, aku akui aku suka tapi, aku tidak tahu apakah ini cinta. Sepertinya aku harus berciuman dulu dengan orang lain, baru bisa membedakannya."


Tiba - tiba Alexa berteriak kesakitan, Afkar menjitak dahinya sangat keras.


"Aduuuuhhhh....sakit...."


Mengusap dahinya berulang.


"Enak saja...bagaimana jika kita tidak bisa membatalkan pernikahan kita, kamu tahu ibu kita itu sangat licik, dan sudah seperti mama tiri bagi ku, Karna mereka sangat gigih jodohkan kita. Dan aku harus menikah dengan gadis bekas orang, enak saja kamu!!."


"Khan cuma bibir Afkar, !! apa salahnya sih ? dan kamu juga boleh kok cium cewek lain."


"Tidak...!! enak saja, jika pria wajar cium banyak cewek bahkan boleh istrinya banyak, tapi kalau wanita itu tidak boleh."


Alexa langsung menjewer kuping Afkar.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2