Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 58. Cucuku Semoga Kamu Bisa Mencintai Suamimu.


__ADS_3

Afkar dan Alexa terduduk dengan wajah tertunduk kesal.


Alexa mengingat kembali apa yang di alaminya, diapun kembali menerkam Afkar.


Andre segera berdiri dan berlari memeluk anaknya, memisahkan nya dengan Afkar.yang sudah kewalahan menahan kedua tangan Alexa, yang ingin menjambak rambutnya.


"Dady lepaskan, biarkan aku menghajarnya, dia pria mesum Dady, Dia mengintip ku mandi"


Ayuni menutup mulutnya, karna ingin tertawa.


"Siapa juga sudi mengintip mu, kamu yang salah, tidak mengunci pintu kamar mandinya.


Apa kamu sengaja melakukannya ?"


Kata Afkar dengan nada mengejek.


Alexa tambah depresi, dan makin berontak untuk lepas dari pelukan Ayahnya.


"Aiiiisshhh....!!! Pria ini sangat menyebalkan, Dady lepaskan Dady, biarkan aku menghajarnya Dady..!!"


Andre tetap memeluknya.


Ayuni mendekati menantunya, mulai menyisir rambut menantunya, dengan jemarinya dan menata rambutnya dengan rapi.


Alexa sangat kesal melihat Momy nya yang lebih menyayangi anak orang lain, daripada dirinya.


"Momy aku anakmu bukan Monster itu.!!!"


"Diam kamu...!!! Kamu sangat cerewet dan bawel, kasian sekali kamu nak, dijambak begini. Tapi kamu masih sangat tampan sayang. "


Mencubit gemas kedua pipi Afkar.


Alexa bertambah cemburu buta.


"Dady apa anda tidak melihat Istri anda begitu mesra dengan Suami anaknya sendiri."


Ayuni menatap kesal, Andre tetap memeluk anaknya.


Nenek segera berdiri dan menghampiri Alexa, membawanya untuk duduk disampingnya, dan memeluknya dan membelai rambutnya penuh kasih sayang.


"Nenek...bantu aku untuk bercerai dengan pria mesum itu, dia sungguh tak ada etika. Dia mengintip ku dan berkata vulgar Nenek. Dia sungguh tak sopan Nenek."


Afkar pun gelisah, Afkar mengumpat dalam hati.

__ADS_1


"Enak saja, mau bercerai. Memangnya gampang aku melepaskan kamu, dasar itik jelek."


Kakek hanya bisa mengusap wajahnya, dan berkata lirih dalam hati.


"Beginilah kacaunya pernikahan dini, apalagi tak ada dasar cinta. Cucuku semoga kamu bisa mencintai Suami mu secepatnya."


Alexa terus meratap sedih.


"Nenek aku mau tidur dengan mu, aku tak mau tidur dengan monster mesum itu."


Nenek hanya bisa membelai terus rambut Cucunya.


Waktu terus beranjak menjadi malam, Alexa tak mau ke kamarnya. Dia pergi ke kamar Neneknya.


Afkar sangat gelisah dan selalu membolak balik tubuhnya sangat gelisah.


Dia merasa tak bisa tidur jika Alexa tidak ada di sampingnya. Dia sudah mulai mencintai dan tak bisa jauh dari istrinya.


Diapun langsung duduk dan berjalan keluar kamarnya dan duduk di ruang keluarga, disana ada TV yang sangat besar.


Kakek ada juga disana, sedang duduk menonton.


Melihat Afkar datang, Kakek mempersilahkan duduk di sampingnya.


Kakek mengelus pundak Afkar.


"Kakek mau bertanya kepadamu Cucu ?"


Afkar mengangguk dan berkata.


"Boleh Kakek, Apa yang Kakek mau tanyakan ?"


"Kakek hanya ingin bertanya. Apakah kamu mencintai Cucuku Alexa, kalau tidak belajarlah mencintainya, karna dia anak yang sungguh sangat manis, jika sudah mulai mencintaimu. Dia anak yang manja dan sangat lembut, belajarlah sabar menghadapinya, Karna dia sungguh sangat bawel dan cerewet serta egois."


Kakek tertawa, begitupun Afkar


"Iya Kakek, Alexa ku sungguh sangat bawel dan cerewet, jangan khawatir Kakek, Aku sungguh mencintainya. Hanya aku tak ingin membuatnya makin menolak ku, aku ingin dia juga belajar mencintai aku juga dengan perlahan Kakek, Karna jika dia tahu aku mencintainya, dan dia belum mencintai aku Kakek, aku takut dia semakin menolak ku, dan semakin ingin secepatnya bercerai denganku."


Kakek Alexa bernafas lega.


"Syukurlah aku sangat senang mendengarnya."


"Bisa Kakek merahasiakannya."

__ADS_1


Tiba - tiba ada suara yang ikut nimbrung.


"Kakek tak bisa berbohong pada Nenek, percayalah kami akan jaga rahasia ini, biar sama Ayuni, Andre dan Aryan. Semoga Alexa segera mencintaimu Cucu, dan rumah ini akan segera terdengar suara tangisan bayi kalian, aku sungguh sangat mendambakan seorang cicit dari kalian."


Afkar menatap nenek dengan senyum manisnya. Nenek pun duduk di sebelah kiri Afkar, sedangkan Kakek di sebelah kanan Afkar.


Nenek membelai rambut Afkar penuh kasih sayang.


"Nenek yakin Alexa juga akan segera mencintai kamu, dan kalian akan segera hidup bahagia.


"Makasih Nenek, Apa istriku sudah tertidur."


"Iya dia sudah tertidur, kamu bisa ke kamar Nenek untuk menggendongnya ke kamar kalian, kamu tahu khan kalau Alexa tidur, dia itu sangat nyenyak. Kamu khan sering juga menggendong dia jika tertidur dipangkuan Aryan."


"Iya Nenek, aku juga tak bisa tidur, jika Istriku tak ada di sampingku."


Kakek dan Nenek Alexa terpingkal.


Mereka sungguh bahagia, Karna ternyata Afkar sudah mencintai Cucunya. Sisa sedikit lagi bersabar Alexa pasti juga akan mencintai Suaminya, dan segera memberikan mereka cicit yang akan membuat ramai rumah mereka.


Afkar minta pamit untuk ke kamar Nenek Alexa, untuk mengendong Istrinya ke kamar mereka.


Kakek dan Nenek mengangguk dengan senyum merekah.


Afkar pun berjalan ke arah kamar Nenek yang tertutup. Diapun membuka pintu kamar.


Afkar melihat Istrinya begitu cantik, dan anggun jika sedang tertidur.


Dia menatap lama istrinya, mengagumi kecantikan Istrinya.


"Sayang..kamu sangat cantik dan anggun sayang, semoga kamu pun segera mencintai ku sayang."


Afkar mengecup kening Istrinya, dan mulai menggendong Istrinya yang begitu lelap tidurnya.


Kini Alexa sudah berada dalam gendongan Suaminya. Afkar mengecup bibir Istrinya dengan sangat lembut. dan mencium keningnya penuh kasih sayang. Afkar pun melangkah ke kamarnya, dia selalu menatap wajah Istrinya penuh dengan cinta.


Sesampai di kamarnya dia membaringkan Istrinya dengan sangat pelan. Menyelimuti tubuh Istrinya.


Afkar pun berbaring di sampingnya. Alexa pun berbalik dan memeluk Afkar, yang dipikir bantal gulingnya. Afkar pun menyelipkan lengannya untuk menjadi bantal Alexa, dan merapatkan tubuh Istrinya ke tubuhnya. Alexa memeluk erat Afkar dia merasa nyaman dengan guling barunya.


Keningnya sudah merapat dengan bibir Suaminya. Afkar pun berulang kali mengecupnya penuh kasih sayang. Akhirnya Afkar pun tertidur dengan lelapnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2