Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 57. Apakah Anak Itu Berpikir, Dia Adalah Tarzan Di Rumah ini ?


__ADS_3

Setelah mencuci muka Afkar pun kembali ke sofa, untuk duduk menonton siaran TV.


Alexa i pun masuk ke kamar mandi, mencuci wajahnya. Diapun langsung membuka seluruh pakaiannya, karna ingin mandi lagi, Karna tubuhnya begitu gerah.


Alexa lupa mengunci pintu kamar mandi sedangkan Afkar pun ingin mengambil sesuatu di kamar mandi.


Alexa yang sudah membuka seluruh pakaiannya, namun belum masuk ke kamar mandi. Masih di depan Westafeel, Sangat terkejut melihat Afkar tiba - tiba masuk dan berdiri di belakangnya. .


Dia berbalik dan sangat shock melihat Afkar sudah ada di depannya..


Afkar tertegun dan sangat shock melihat tubuh Alexa yang polos, tampa penutup sehelai benang pun, tapi tetap berusaha tetap tenang, walau detak jantungnya terasa mau jebol di dadanya.


Pandangan mata Afkar pun menjelajah, di seluruh lekuk tubuh Alexa yang polos tampa penutup lagi.


Alexa berteriak sangat kencang, sambil berusaha menutupi kedua bagian sensitifnya.


"Aaaaaaahhhhhh....!!!!! Pria mesuuuum !!!"


Alexa langsung berlari membalik tubuh Afkar, mendorongnya keluar kamar mandi. Dan menguncinya.


Alexa pun duduk melantai, dan meremas rambutnya dan berteriak histeris.


"Aaaaaahhhhh...!!!!...Aaaaaaahhhh....


Diapun meratap depresi, dengan suara ratapan memilukan. Memukul kepalanya dan tubuhnya, serta menjambak rambutnya. Menyalahkan dirinya tidak mengunci pintu kamar mandi.


Afkar pun mencoba menenangkan dirinya, bayangan tubuh polos Istrinya, begitu penuh menari di memori otaknya.


Dia pun terduduk dan akhirnya tersenyum manis.


"Hanya soal waktu saja, aku sudah melihat ragamu dengan utuh, sisa hati mu, yang tak lama lagi aku miliki Alexa. Tubuhmu sangat indah sayang."


Afkar tersenyum manis sedangkan Alexa sudah Antara hidup dan mati, dia bahkan sudah mencekik lehernya sendiri. Rasanya dia mau mati saja. Sungguh rasa depresi yang luar biasa. Rasa ingin mandi dan rasa gerah di tubuhnya langsung raib entah kemana, Menyisakan penyesalan yang tak berujung.

__ADS_1


Alexa terus berteriak depresi.


Mama Alexa Ayuni, sangat kesal dan menutup kupingnya. Teriakan Alexa benar - benar sangat bising.


"Apakah anak itu, berpikir, dia adalah Tarzan di rumah ini ? dan rumah ini adalah hutan baginya.


Anakmu itu sangat menyebalkan, Aaaahhhh....!!! Sepertinya kita harus memindahkan anakmu itu di halaman belakang, dan di buatkan rumah di atas pohon."


Menutup telinganya dengan wajah yang sangat kesal. Andre hanya terdiam saja, dan menghela nafas panjang.


Kakek dan Nenek yang baru datang, hanya bisa menarik nafas panjang.


Nenek berkata.


"Sepertinya kita harus mulai mendaftar besok di dokter telinga, Alexa sungguh sangat hobby berteriak..Entah apa yang dia lakukan Afkar kepadanya."


Kata Nenek Alexa mulai depresi.


"Apalagi Mama...yang mereka lakukan kalau tidak saling menjambak, Cucumu itu bukan kucing manis, tapi Singa betina ketemu Singa jantan, jadi begitulah rumah kita mereka jadikan kebun binatang."


"Berati kita juga termasuk binatangnya dong."


Andre dan Kakek terpingkal, sedangkan Nenek dan Ayuni hanya menatap jengah.


Alexa masih depresi di dalam kamar mandi dengan tubuh polosnya.


Afkar kasian juga dan segera berjalan ke depan kamar mandi, diapun berkata.


"Cepatlah berpakaian nanti kamu kedinginan, jangan khawatir aku sama sekali tak tertarik dengan tubuhmu."


Alexa mencengkram kedua sisi wajahnya dan sudah bersimbah air mata.


"Dasar pria kepar*t, dia benar - benar melihat tubuh ku dengan sangat jelas."

__ADS_1


Alexa pun berteriak depresi lagi.


"Aaaaaaaahhhh..!!! Aaaaaahhhh!!!"


Afkar semakin kesal.


"Baiklah aku akan dobrak pintu kamar mandi ini, dan memasangkan pakaian dalam kamu, serta seluruh pakaian kamu."


Mulai mendobrak pintu.


Alexa panik dan makin kesal, dia segera bangun dan memakai pakaiannya secara terburu - buru, sambil berteriak kesal.


"Aku akan membun*hmu Afkar, pria gila, kamu sangat menyebalkan. Aaaaaahhhh !!!"


Alexa memakai pakaiannya, dengan terburu - buru dan segera berjalan keluar kamar mandi, dan langsung menerkam Afkar.


Afkar terdorong ke belakang dan jatuh baring di lantai tehel. Alexa naik ke atas tubuhnya dan duduk di atas perut Afkar, dan langsung menjambak rambut Suaminya.


Afkar pun tak mau kalah, dia juga terpaksa menjambak rambut Alexa. Mereka saling menjambak rambut dan bersamaan berteriak.


"Aaaaaaaahhhh.....!!! Aaaaaahhh..!!!"


Setelah mereka merasakan rasa sakit di kepala mereka masing - masing , Afkar dan Alexa saling melepaskan.


Dengan rambut yang sudah mekar seperti Singa, Alexa berjalan keluar kamarnya, dan duduk di dekat keluarganya yang sedang melongo melihatnya.


Belum berhenti rasa terkejutnya melihat penderitaan anaknya, keluarlah Afkar juga yang keadaannya, hanya sebelas dan dua belas dengan Alexa. Rambut mekar seperti Singa. Mereka duduk berdampingan sedang mengatur nafas yang kelelahan.


Nenek berbisik kepada Kakek.


"Sungguh pertarungan yang melelahkan."


Kakek hanya bisa menggaruk kepalanya yang sudah mulai gatal, bingung mau membela siapa diantara mereka berdua. Begitupun Andre yang selalu mengatur nafas dan mengusap rambutnya depresi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2