Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 45 .Kok Aku Sih


__ADS_3

Alexa dan Afkar pun masuk ke dalam cafe, dan langsung memesan salah satu menu cafe tersebut.


Mereka duduk berhadapan, Afkar memulai percakapan.


"Baiklah aku akan bercerita tentang apa yang aku alami kemarin dengan ibuku, tapi ingat jangan menyela ceritaku, nanti selesai ceritaku, baru kita pikirkan solusi."


Afkar mulai bercerita, Alexa begitu depresi mendengarnya, sepertinya masalah perjodohan mereka semakin tak ada jalan keluar melepaskan diri. Alexa sesekali menarik nafas panjang.


"Pantas saja Momy ku, begitu baik padaku, mendengar mu setuju, dia pikir mudah menekan ku."


Kata Alexa sangat kesal pada Momynya.


"Jadi apa yang harus kita lakukan."


"Aku tak tahu, Afkar. Ini semua karna kamu..!!"


Afkar pun kesal dan menjawab.


"Kok aku sih, Apa kamu pikir ? Aku dan Ayahku mau membiarkan Ibuku, mendoakan dirinya meninggal kepada sang pencipta."


"Kamu tuh yang bego, Ibu mu itu memang berdoa, tapi dalam hatinya dia berkata. "Ya Allah aku hanya bercanda, agar anakku mau menurutinya. Jangan kabulkan doaku Ya Allah, aku hanya menakuti anakku, Apa kamu tidak tahu, ? kalau kedua sahabat itu, sangat licik dan ambisi menikahkan kita, kamu saja tidak peka."


Afkar tak bisa berkata apa - apa lagi, yang dikatakan Alexa memang ada benarnya.


"Kalau aku, Momy ku, mengancam ku, aku pasti mengatakan hal yang tadi aku ucapkan itu, pasti Momy ku mati kutu deeh."


Afkar menggaruk kepalanya, mulai berteriak kesal.


"Aku makin pusing, Aaaaahhhh....kamu pikirkan jalan keluarnya."


Alexa menatap jengah.


"Jalan keluarnya, carilah wanita yang kamu cintai itu, begitupun aku, hanya itu jalan keluar."


Kata Alexa sengit.


"Apa mencari wanita, semudah mencari gorengan di pinggir jalan Nona."


Kata Afkar tak kalah sengit.


"Mau gorengan kek, mau penjualnya kek, mau gerobaknya kek, itu masalahmu, dan selesaikan secepatnya.


Akupun akan mencari Pria itu, makanya kita akali orang tua kita, kalau kita seolah pacaran, supaya kita selalu keluar jalan bareng.


Padahal kita hanya sedang mencari pasangan terbaik kita. Orang tua kita licik dan kita harus lebih licik lagi, buat mereka percaya kalau kita memang sudah berpacaran, dan nanti kita cari masalah, supaya kita bertengkar, dan mereka sendiri yang akan membatalkannya.


Karna kasian dengan kita yang selalu bertengkar. Aku akan banyak akting menangis sering di sakiti kamu, begitupun kamu sebaliknya. Kalau perlu kita saling jambak di depan mereka, agar mereka stres melihat kita selalu bertengkar dan saling menyakiti."


Afkar hanya bisa melongo, dengan bibir terbuka, mendengar Alexa, yang begitu cerdas dan jenius dengan idenya.


Alexa sudah selesai menjelaskan, Afkar masih melongo.


Alexa mencolek naik, dagu Afkar agar mulutnya yang terbuka tertutup. Afkar pun kaget dan sadar akan ketakjubannya mendengar ide Alexa yang briliiant.

__ADS_1


"Eeeehhh....!!! Ide bagus, baiklah kalau begitu."


"Kapan kita mulai akting pacaran ?"


"Tahun depan..!! Yaah sekarang bego...!!!"


Jawab Alexa kesal, Afkar pun kesal dikatakan bego.


"Baiklah, apa kira - kira kado yang harus aku belikan untuk kamu, agar mereka percaya kalau kita sudah jadian."


Alexa pun berkata.


"Bunga mawar saja, beberapa tangkai, kenapa sih, kamu begitu Oon sih Afkar ?"


Afkar pun kesal.


"Sudah cukup kamu selalu menghinaku.!!"


Alexa menatap jengah.


Pelayan sudah datang, membawa pesanan mereka.


Mereka pun sibuk makan, dan mulai berbincang kembali.


"Habiskan makananmu, kita cari bunga mawar nya."


"Kamu memang tolol Afkar, jika kita cepat pulang, mereka bisa curiga."


Afkar mulai kesal.


kamu sudah mengatakan aku, bego, oon dan sekarang tolol. Tidak bisakah anda berbicara yang lebih enak di dengar, kenapa kamu seorang wanita, ? tapi kata - katamu mengalahkan kasarnya, bentakan kuli kasar di pelabuhan hahh !!!!"


"Aaaahhhh...bodo amat, kamu memang bego,, tolol dan oon kok..!!!"


Jawab Alexa sengit.


Afkar hanya bisa mengucek rambutnya sangat kesal.


Cukup lama mereka saling diam, dan tak saling menyapa dan sibuk main ponsel masing - masing. Setelah puas lebih satu jam disana, merekapun kembali ke mobil dan mencari toko bunga, untuk membeli satu buket bunga mawar, untuk membuat akting mereka nyata.


Afkar pun mulai bertanya, setelah sudah membeli bunganya, dan mereka pun mau pulang ke rumah Alexa.


Sebelum menyalakan mesin mobilnya, Afkar bertanya kembali.


"Apa alasanmu kamu menerimaku ? Agar kita punya jawaban yang sama."


Alexa pun menatap kesal.


"Bagaimana aku tidak mengatakan kamu itu Oon, bego dan tolol."


Afkar pun mengacak rambutnya kasar, tapi hanya menatap kesal, tampa berkata apa - apa.


"Apa susahnya sih, kamu dan aku cukup bilang, kalau kamu menangis memohon kepadaku, agar menerima cintamu, Karna kamu tak mau ibu mu tercinta itu meninggal.

__ADS_1


begitu saja repot.!!"


Afkar melotot, kelopak matanya melebar sempurna, tak percaya kalau Alexa akan merendahkannya seperti itu.


"Whattt !!!!! "


Menunjuk barang hidungnya sendiri, dengan luapan emosi yang besar.


"Aku merendahkan diriku, serendah itu, Apa kamu gila hahhh !!!!"


Kelopak matanya semakin melebar, Afkar sungguh sangat kesal dan marah.


Alexa mencibir, dan menatap jengah.


"Coba kamu pikirkan jawaban apa yang bisa kamu buat untuk meyakinkan mereka, tidak mungkin khan kamu bilang. Tante kami sadar sudah saling mencintai...haaiii....cepat bangun dari pikiran bodoh mu itu...!!


Mereka itu tahu, aku Alexa tak akan mudah menerimamu, mereka pasti curiga kalau kita membohonginya. Coba kamu pikirkan ide yang tepat kalau kamu bisa menemukannya."


Menatap kesal pada Afkar, dan menggaruk rambutnya kesal.


Berapa kali Afkar berpikir, dan selalu berujung teriakan depresi, dan buang nafas sangat kencang, sungguh tak ada alasan yang lebih kuat dari alasan Alexa walau begitu menjatuhkan harga dirinya yang begitu mahal. Dan Berakhir dengan teriakan.


"Aaaaaahhhh...terserah kamu saja...!!!!"


Alexa hanya bisa menatap jengah.


Setelah sedikit tenang, Afkar pun berkata dan sesekali berteriak depresi.


"Mengapa kamu harus terlahir sebagai perempuan, ? Jika kamu pria. Perjodohan ini tidak akan terjadi. Aaaaaaahhhhh...!!!!"


"Tidak usah salahkan jenis ku, salahkan saja dirimu, kenapa tidak terlahir sebagai perempuan."


Afkar makin berteriak kesal.


"Wanita ini, sungguh sangat menyebalkan.!!"


Alexa pun kesal dan langsung menjambak rambut Afkar.


Afkar berteriak dan menjambak ulang rambut Alexa. Sampai rambut mereka acak acakan.


Untungnya kaca mobil mereka gelap, jadi tak ada yang melihat.


Mereka pun menghentikan acara menjambak, dan sibuk menata rapi rambut mereka kembali.


Alexa menarik keras rambut Afkar, Sedangkan Afkar hanya meremas saja rambut Alexa, membuatnya tidak rapi saja, tapi karna rambut mereka sangat bagus dan licin dan sangat lembut, jadi cepat rapi kembali, seolah tak pernah ada apa - apa yang terjadi.


Semua kembali normal, dan Afkar mulai menyalakan mesin mobilnya.


Mereka pun hanya bisa diam, tampa berkata apa - apa lagi.


Afkar pun mulai menyalakan mesin mobilnya,


Mobil mulai melaju, membelah jalan kota yang ramai, menuju rumah Alexa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2