Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 24. Seharusnya Kamu Adalah Milikku Bukan Afkar


__ADS_3

Alexa dan Afkar hanya bisa stres dan depresi.


Mereka menjadi semakin malu untuk bertemu.


Di tempat lain Ariel begitu terpukul, bahkan minta ijin pura - pura sakit, untuk pulang lebih awal.


Di dalam mobil dia terus menangis, dia sangat terpukul melihat video Alexa yang sangat di cintainya dengan Afkar.


Dia tidak menyangka jika para orang tua Afkar dan Alexa sudah menjodohkan mereka, dan memastikan akan menikahkan mereka setamat sekolah.


""Mengapa aku harus mengalami sakit hati dan patah hati Karna mu Alexa..Aaaahhhh.....!


"Apakah kamu tidak tahu...aku begitu mencintai kamu, dan tidak bisa hidup tampa kamu Alexa....Aaahhhhh...


Seharusnya kamu adalah milikku bukan


Afkar "


Ariel terus memukul stir mobilnya, dan meremas rambutnya kasar, dengan salah satu telapak tangannya.


Ariel singgah di sebuah pantai, dia menangis sepuasnya.


"Huhuhu...huhu...Mengapa aku harus sesakit ini....!! ?


Bagaimana. aku harus berpura - pura bahagia di depan mereka ?


Apa yang harus aku lakukan sekarang.?


huhuhu...huhu..


ini sangat menyakitkan bagiku..."

__ADS_1


Ariel pun keluar dari mobilnya, dan berjalan ke pinggir pantai dan berteriak melepaskan kesedihannya.


"Aaaaaaaaahhhhhh.......Aaaaaaaahhhhh !!!!"


Ariel terus berteriak dan menangis, cukup lama dia larut dalam kesedihannya, dia hanya bisa duduk bersimpuh menangis meratapi cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Satu jam berlalu, dua jam berlalu. Ariel pun meninggalkan pantai dengan berjalan lesu..Dia mencoba kuat tapi air matanya tetap mengalir. Dia sungguh mencintai Alexa.


Ariel pun kembali ke rumahnya.


Di sekolah Aryan, Attar dan Afkar mencari Ariel, dan menelponnya.


"Aryan coba telpon Ariel. Tumben anak itu pulang duluan, Apakah dia sakit..?"


Kata Attar.


Ariel memang hanya sendiri di kelas yang lain. Sedangkan Attar juga di kelas lain hanya Aryan dan Afkar yang sekelas.


Aryan mulai menelpon dan menanyakan kabar Ariel, dan betul saja Ariel menjawab pulang duluan, karna sakit perut.


"Kamu sangat hebat Afkar...Diam - diam telah menikung kami...dasar curang..."


Kata Attar kesal.


"Siapa yang curang..ini hanya salah faham saja."


"Salah faham apa..? Momy Alexa dan Mama mu sudah mengumumkan sudah menjodohkan kalian, bahkan mau mengadakan pertunangan secepatnya."


"Itu hanya rencana orang tua saja, kalau kami


tidak mau memikirkan itu."

__ADS_1


"Kamu sudah menciumnya, dasar munafik kamu..."


Kata Attar sengit.


Aryan mendekati Afkar, dan menarik kerah bajunya.


"Jangan coba - coba mempermainkan adikku, Ingat... aku Abangnya akan mencari mu, biar di lobang semut pun, aku akan cari kamu dan menghajar kamu habis - habisan."


Afkar menatap tajam ke Aryan tapi di pikirannya, sangat galau dan bingung, mengingat rencana Alexa yang ingin mencoba hubungan cinta, dengan pasangan lain, untuk memastikan hati mereka.


"Abang egois dan Adik gendeng, memang pasangan yang cocok dan serasi."


Afkar hanya bisa mengomel dalam hati.


"Jangankan Aryan, aku pun pasti mencari kamu dan menghajar kamu, jika mempermainkan Alexa."


Kata Attar yang di bakar api cemburu.


"Ini lagi...si ikan ******...buat tensi darah saja mendidih..."


Afkar mengumpat dalam hati.


Tampak Alexa dari kejauhan berjalan gontai, melihat Afkar dengan Abangnya. Diapun memasang wajah masam.


Alexa mendekati Abangnya, dan tak biasanya, hanya diam mematung.


Aryan merangkul pundak Adik kesayangannya , dan mencium pipinya.


"Hmmmpphh....Tumben bisu sayang..."


"Abang...yuk pulang....."

__ADS_1


Alexa menarik Abangnya, untuk segera pulang dan mengikuti langkah kakinya.


Bersambung


__ADS_2