
Mobil terus melaju menuju rumah Alexa. Tak terasa mereka pun telah sampai di pekarangan rumah Alexa.
Alexa turun begitupun Afkar, mereka berjalan beriringan. Alexa memegang bunga, tapi memegangnya bagian bawahnya, dan bunganya menghadap ke bawah.
Afkar kesal.
"Wanita ini sungguh sangat tak menghargai bunga yang aku beli, Apakah dia sadar ?, kalau itu bunga adalah, pernyataan cintaku yang sangat mahal ini Mengapa memegangnya seperti memegang kresek sampah, gadis ini sangat merendahkan aku, bagaimana aku bisa menyukaimu..!!"
Mengomel dan mengumpat dalam hati.
Mereka pun sampai di ruang tengah.
Momy dan Dady Andre, Kakek dan Nenek serta Aryan yang berkumpul di ruang tamu, langsung kepo dong, dengan apa yang di tangan Alexa.
Momy langsung terbang seperti kupu - kupu kegirangan melihat bunga mawar yang di bawa Alexa, dan memujinya setinggi langit.
"Waaaahhhh....!!!! Bunga mawarmya sangat cantik Alexa, Momy jadi baper deeh..Sayang..belikan aku juga bunga mawar yah, aku tak mau kalah dengan anakku..."
Mulai merengek manja, menambah aura licik Momynya di mata Alexa, yang menatap Momy nya jengah. Dia melihat Momynya, tiba - tiba berubah, memiliki dua tanduk merah, dan sedang tertawa dengan sangat licik menatapnya.
Alexa tiba - tiba membuang bunga itu, di atas meja. Semua pun tegang.
"Momy...aku sangat kesal kepada Afkar, dia terus menangis dan merengek agar aku, menerima cintanya..."
Wajah Afkar pun menjadi terbakar, dia merasa ada dua tanduknya yang akan keluar, dari kedua sisi kepalanya, dan ingin menyeruduk Alexa yang begitu merendahkannya, di depan keluarganya. Tapi penampakan dari luar, Afkar hanya tertunduk dengan wajah yang sangat menyedihkan, dia sungguh depresi, Alexa meremehkannya. Diapun mengingat kata - kata Ustadz yang berceramah, jika dia pergi shalat Jumat, atau ada acara keagamaan. Kalau seorang istri, harus menghormati Suaminya, berkata lemah lembut, menjaga aib Suaminya, menjadi istri yang penuh kasih sayang dan menuruti semua perkataan Suaminya.
"Ya Allah aku selalu berdoa kepadamu untuk mendapatkan istri Sholeha, kenapa engkau memberikan aku istri yang durhaka."
Afkar menangisi nasibnya dalam hati, membuat wajahnya semakin sendu dan pastinya menguatkan argument Alexa.
Terdengar lagi kata - kata Alexa, yang terdengar hinaan untuknya.
"Afkar tidak ingin Ibunya mendoakan dirinya meninggal, jika tidak menyatakan cintanya padaku, dia sudah janji pada Ibunya, tapi mengapa aku yang harus di korbankan,"
Mulai menangis lebay.
__ADS_1
Afkar makin kesal melihat wanita itu sangat pandai berbohong.
"Dia sungguh berhati penyihir yang jahat."
Afkar mengumpat dalam hati.
Ayuni pun langsung memeluk anaknya penuh kasih sayang, mulai tertipu daya dengan akting Alexa.
"Sayang...berilah kesempatan untuk Afkar, kamu khan belum ada juga kekasih, di coba dulu nak, di jalani, Afkar sangat baik lho, juga sangat tampan, bahkan banyak wanita yang akan iri kepada kamu nak. Aku yakin kamu akan menemukan kecocokan dengannya."
Rasanya Alexa mau muntah mendengar pujian Momy nya, yang selalu mendukung Afkar.
Penonton yang lain pun, terbawa suasana, dan menganggukkan kepala mereka dengan serempak.
Kedua Singa di hadapan mereka sedang melakukan negoisasi pasangan.
Afkar rasanya ingin secepatnya kabur, tak sanggup harga dirinya di injak - injak serendah itu.
Alexa melepas pelukannya, dan mulai membuat drama memuakkan lainnya di mata Afkar.
Bukan Momy Ayuni, jika tak pandai menyusun kata - kata, apalagi anaknya secerdas itu Karna kecerdasannya menurun pada anaknya.
"Sayang, jika tak mencobanya bagaimana kita mau tahu kedepannya, di coba dulu yah sayang, Momy yakin kamu akan mengetahui kalau Afkar memang jodoh terbaik mu. Momy akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu nak."
Alexa mengumpat dalam hati.
"Jelaslah Momy, kita akan selalu mendoakan perjodohan ini, karna Momy dan Mama Dea sudah sangat licik menjebak kami."
"Terserahlah Momy, aku berikan dia kesempatan, tapi tak menjamin apakah kami langgeng atau tidak."
Langsung balik arah dan pergi meninggalkan ruangan itu, membuat Afkar sungguh sangat ingin menyeruduk nya membabi buta.
"Wanita itu...Aaaaaahhhh...menyebalkan dia sangat sombong dan angkuh!!"
Terus mengumpat dalam hati.
__ADS_1
Semua penonton bernafas lega dan tersenyum lebar, mengelus dada, akhirnya Singa betina muda mau mengalah juga, sungguh sangatlah penting negoisasi di muka bumi ini.
Kata mereka dalam hati.
Ayuni mendekati Afkar, membelai rambut Afkar lembut.
"Sayangku, kamu belum mengenal Alexa dengan baik, dia anak yang sangat romantis. baik dan bucin jika sudah bisa kamu menjinakkannya.
Kamu harus sabar sayang, doa kami berdua dan seluruh keluarga akan selalu menyertai kalian, Yang Maha Kuasa pasti akan mengabulkan doa kami sayang. Kamu harus mencoba membuka hati mu, pada Alexa. Momy yakin benih cinta akan segera tumbuh di dalam hati kamu sayang.
Ayuni berpikir Afkar, tersentuh mendengar ceramahnya yang sangat bijak menurutnya, tapi bagi Afkar, saat ini wajah Alexa di pandangannya sudah berubah jadi monster dan penyihir, yang harus dia singkirkan dalam hidupnya bagaimanapun caranya.
Afkar pun mohon pamit, dan di mobil diapun menangis depresi, Apakah sanggup melihat ? Alexa akan selalu merendahkan harga dirinya setiap hari.
"Ya Allah, berikanlah aku jalan keluar dan bebaskan aku dari iblis itu ya Allah, aku mohon Ya Allah, Aku pria baik - baik, bukankah pria yang baik, pasti mendapatkan wanita yang baik pula, bukankah para ulama selalu mengatakan itu Ya Allah. Aku mohon kasihanilah hambamu yang teraniaya ini Ya Allah, Bukankah engkau sangat tak menyukai orang yang sombong dan congkak Yaa Allah"
Afkar terus melakukan negoisasi dengan Sang Pencipta. Merayunya agar Alexa menjauh dari hidupnya.
Mobilnya terus melaju menuju rumahnya.
Sedangkan saat ini Ayuni dan Dea sudah tertawa cekikikan, walau hanya melalui sambungan kedua ponsel mereka. Bahkan akan bertemu di luar untuk melanjutkan gosip seru mereka.
Alexa hanya bisa terus berusaha memejamkan matanya.
"Aku bingung, siapa pria yang aku cari dalam waktu dekat ini, Apakah dia nanti ? bukannya lebih buruk sifatnya dari Afkar. Aaaaahhhh...aku pusing...biarlah waktu dan usaha yang menjawabnya."
Alexa pun akhirnya tertidur, dengan perjuangan panjang, berapa kali berteriak depresi.
Tak jauh beda dengan Afkar yang juga sudah ada di kamarnya, Diapun memikirkan wanita mana, yang bisa membuatnya bisa jatuh cinta, sedangkan dia sungguh belum mendapatkan sampai sekarang wanita idaman nya itu.
Diapun berteriak depresi, membayangkan dirinya, akan terhina setiap harinya, sungguh sangat ironis dan menyedihkannya hidupnya, yang harus dia lalui bersama Alexa.
"Ya Allah jika dia memang jodohku Ya Allah, rubahlah dia menjadi wanita yang Sholeha untukku Ya Allah, dan menjadi Istri yang aku sangat cintai begitupun dirinya."
Di akhir keputusasaannya dia terpaksa berdoa yang baik tentang Alexa.
__ADS_1
Bersambung.