
Alexa pun menjadi panik.
"Afkar....!!! Buka pintunya, Kamu jangan harap aku mau kembali lagi padamu...!!"
Alexa mulai marah, tapi Afkar tersenyum, dan mendekatinya, langsung memeluk tubuh Alexa dengan sangat kuat.
Alexa langsung berontak, tapi pelukan Afkar semakin kuat di tubuhnya.
"Afkar lepaskan aku...!!"
"Aku tak akan melepaskan kamu..Apa kamu tak merindukan sentuhan ku sayang, kamu selalu hebat bermain cinta dengan ku, Aku masih Suami mu. aku hanya ingin kamu melaksanakan kewajiban kamu sama aku."
Alexa menjadi panik, walau juga sangat menginginkannya, Berdekatan dengan jarak sangat dekat dengan orang yang sangat di cintainya. Sungguh membuatnya sangat ingin bermain cinta kembali dengan Afkar, tapi jika mengingat ancaman Fatih. Sungguh Alexa tak bisa menyepelekan nya. Fatih sangatlah berbahaya untuk keluarganya.
"Aku mohon Afkar...Apa kamu tak jijik pada tubuh ku, yang sudah ternoda oleh banyak pria, pakai logika mu Afkar, aku mohon tolong bencilah aku Afkar. Cinta itu juga sudah menghilang Afkar, aku sungguh sudah sangat mencintai Suamiku yang sekarang."
Afkar pun sangat kesal.
"Dia bukan Suamimu...Akulah Suami mu, dan aku belum menceraikan kamu. Status mu dengan dia hanya berselingkuh dariku. Yang berhak atas tubuhmu, Jiwa dan raga kamu. Itu adalah aku...!!"
Alexa kehabisan kata - kata.
Afkar langsung membekap bibir Alexa, menciumnya dengan sangat agresif.
Alexa berontak, tapi sangat merindukan juga ciuman itu. Tubuhnya lelah berontak, Afkar terus memeluknya dengan kuat.
Alexa pun terlena, mencoba sekuat tenaga tak membalas ciuman itu, padahal sangat menginginkannya.
Alexa hanya bisa pasrah.
Tangan Afkar mulai nakal, meremas kedua bukit kembar Alexa. Tapi masih terus menciumnya dengan agresif.
Alexa sungguh tak bisa bertahan lagi, jemari Afkar sudah membuka tali pengait bra nya, jemarinya sudah mulai nakal, bermain di sana. Kedua pucuk sudah di mainkan Afkar bergantian, membuat Alexa tak kuasa melawan rasa nikmat untuk bercinta kembali dengan Suaminya, seperti dulu sewaktu mereka bersama.
Alexa tersadar dengan posisinya, Alexa mendorong Afkar dengan kuat, tapi Afkar sudah di puncak gairah. Dia tak mungkin begitu mudah melepaskan Alexa dalam kungkungannya.
Afkar pun mengendong Istrinya, yang terus berontak darinya, Afkar membuang Istrinya di kasur dan langsung menindihnya di kasur.
Alexa memukul Afkar tapi Afkar langsung menangkap kedua tangan Alexa, membawanya ke atas kepalanya. Menekannya kuat dengan posisi badan menindih Alexa.
__ADS_1
"Afkar lepaskan aku, ?
Apa kamu tak merasa jijik dengan tubuhku. ?
Afkar aku mohon aku bukan Alexa mu yang dulu, aku sudah milik orang lain.
Afkar tersenyum sinis, bukannya berhenti malah menarik pakaian Alexa, membukanya paksa, Alexa berusaha menahannya, Tapi kekuatan Afkar lebih kuat, bahkan bra yang sudah lepas lepas pengaitnya pun, sudah berhasil Afkar loloskan dari tubuh Alexa.
Afkar terlena dan sangat merindukan kedua bukit kembar milik Istrinya, yang selalu membuat nya candu, sewaktu Alexa masih bersamanya. Belum ada yang berubah malah semakin menarik di pandangannya, Afkar pun langsung menyusu bergantian di kedua bukit kembar Alexa, dan tidak lagi memegang kedua tangan Istrinya yang terus memberontak mendorong tubuhnya.
Afkar makin menghisap dengan kuat, mempermainkan lidahnya dengan agresif.
Alexa tak bisa lagi bertahan, setiap hisapan yang kuat dari Afkar, seperti bayi yang sangat kehausan, membuatnya terlena.
Alexa pun berkata dengan nada berat, tapi tatapan mata seolah membenci Afkar.
Hari ini aku melayani kamu, tapi ingat Afkar ini untuk terakhir kalinya. Aku akan menjaga jarak dengan mu. Dan jangan coba - coba ganggu aku lagi, dan urus segera perceraian kita.
Hati Afkar begitu sedih, tapi saat ini dia sungguh merindukan tubuh Istrinya.
Afkar hanya diam, dan terus menyusu bergantian di kedua pucuk buah kembar Istrinya.
Alexa mulai melunak, memejamkan matanya menikmati setiap rasa sensasi nikmat yang mulai mendera tubuhnya.
Alexa mengelus rambut Afkar.
Afkar pun semakin bersemangat bermain di sana.
Afkar bangun, dan melepaskan seluruh pakaiannya.
Alexa hanya bisa tersenyum dalam hati, melihat aset Suaminya, yang sudah menegang sempurna seperti biasanya.sewaktu mereka bersama.
Afkar pun melepaskan seluruh pembungkus yang ada di tubuh Istrinya.
Afkar pun menghujani seluruh tubuh Istrinya dengan ciuman.
Sesaat mereka pun berciuman, kali ini Alexa melayani dengan agresif setiap tangkapan bibir Afkar yang agresif, permainan lidah pun mulai bertaut dengan nafas memburu.
Mereka pun melepaskan ciuman, dan bernafas dengan lega.
__ADS_1
Afkar sengaja mengulur waktu, kali ini dia begitu menikmati setiap lekuk tubuh Istrinya.
Afkar pun terus mencium ke bawah, singgah cukup lama menyusu dengan lembutnya, kebanyakan memakai lidahnya. di kedua bukit kembar Istrinya secara bergantian.
Alexa hanya bisa pasrah.
Alexa tak tahan, diapun seperti biasa menguasai permainan.
Alexa memutar tubuhnya, dan giliran dia yang menindih Suaminya.
Alexa mencium Suaminya dengan penuh kerinduan, menumpahkan segala rindu yang membuncah dadanya. Menghisap bibir Suaminya dengan lembut, di sambut Afkar dengan lembutnya.
Jemari Afkar sudah mulai nakal mengusap Area sensitif Alexa, mulai memasukkan satu jemarinya ke dalam area lembab itu, terus bermain di sana.
Alexa tak tahan lagi, melepaskan jemari Suaminya, Alexa langsung mengarahkan senjata Suaminya di area lembab nya, melakukan penyatuan, dan mulai menggoyang tubuhnya.
Menari lembut, meliuk lembut duduk di atas tubuh Suaminya.
Afkar sungguh sangat menikmatinya, membantu tubuh itu terus bergoyang.
Tak memakan waktu yang lama, Alexa pun mendapatkan penuntasan yang indah.
Tubuhnya bergetar, menikmati tiap detik rasa nikmat penyatuan yang bahagia. Gerakannya lebih melambat, sampai rasa bahagia itu. mereda.
Alexa pun berhenti, dan berbaring di samping Afkar.
Kini Afkar yang melanjutkan perangnya.
Setelah cukup lama terus mencium setiap lekuk tubuh Istrinya.
Afkar pun mulai mengarahkan senjatanya, memasuki ruang lembab Istrinya.
Mulai bergerak lamban, dan semakin aktif, deru nafasnya semakin memburu, Tampa henti nya mengulum bibir Istrinya, memainkan tarian lidahnya yang di sambut Alexa juga dengan agresif.
Afkar tak bisa menahan terlalu lama rasa penuntasan telah menghujam tubuhnya dengan indahnya, Afkar hanya bisa menyumbat bibir Istrinya Karna rasa cinta yang selalu di rindukannya setiap malam hanya bisa mengelus asetnya jika.merindukan Alexa, kini penyatuan indah itu telah dia rasakan kembali.
Alexa membiarkan saja Suaminya menikmati setiap moment bahagia nya, dan membiarkan Afkar menumpahkan laharnya di dalam rahimnya. Karna dia tak lupa minum pil untuk menunda kehamilan nya..
Karna Alexa takut jika dirinya hamil, dan melahirkan. Fatih pasti tes DNA, Alexa tak mau kalau anaknya akan berakhir tragis. Alexa sudah tahu akan ada kemungkinan Afkar akan menikmati tubuhnya.
__ADS_1
Tapi Alexa mulai saat ini akan menjaga jarak pada Afkar, agar tak terulang lagi hal seperti yang mereka lakukan saat ini. Walau dia pun tak bisa memastikan hal itu, Karna Alexa pun sangat menikmati dan merindukan akan terus terulang hal seperti ini, sebelum pergi jauh meninggalkan Suaminya dan tak akan ada lagi jalan untuk nya dan Afkar bersatu.
Bersambung