
Semua menjadi tegang, tapi melihat Momy Ayuni malah tersenyum manis, membuat para penonton semakin bingung dan penasaran, akhir drama sepertinya tak ada tanda pergantian peran.
"Makan dulu yah nak, habiskan makanan nanti kita bicarakan hal lain, yang terpenting itu adalah perut kamu dulu sayang, agar kenyang dan anakku ini semakin tumbuh cantik dan manis."
Alexa melongo, di ikuti yang lain, yang juga bersamaan bibirnya kompak berbentuk O besar.
Ayuni tak peduli tetap sopan menawarkan makan.
"Yang lain juga makan dong, jangan diam saja."
Membuat semuanya melanjutkan aktivitas makan lagi.
Alexa pun sudah makan dan segera meninggalkan meja makan, depresi dengan kelakuan Momy nya yang selalu ngotot mengatur hidupnya yang sangat indah itu.
Momy Ayuni pun berteriak dengan nada yang lembut.
"Dandan yang cantik yah sayang, Afkar tak lama lagi datang lho."
Alexa berbalik dan berteriak kesal, dan lari di tempat jingkrak, dan menjambak rambutnya sendiri.
Yang lain hanya bisa menelan ludah, dan takut membela. Karna di rumah mereka ada dua singa betina, jadi bingung memilih siapa. Jadi lebih baik jadi penonton saja.
Melihat Singa betina muda, sudah berjalan kembali ke kamarnya, mereka yang jadi penonton pun bernafas lega.
Hanya melihat Ayuni kembali, yang wajahnya selalu tersenyum ceria. Bahkan mencubit pipi mereka satu persatu, sambil membereskan piring kotor, di bantu pelayan mereka.
__ADS_1
Semua pun bubar, mencari kesibukan masing - masing.
Tak lama Alexa ke kamarnya, diapun memutuskan memakai celana jeans berwarna biru yang model sobek di pahanya dan lututnya. dipadukan kaos ketat berwarna pink , bahkan memakai topi berwarna pink. Tapi namanya orang yang dasarnya memang cantik, tampil apa saja tetap cantik dan modis.
Diapun memakai sepatu cats warna pink, dan tas kecil warna hitam, yang dia selempang di pinggangnya.
Tak lama mobil Afkar, masuk kedalam pekarangan Alexa.
Afkar pun tampak keluar dari mobilnya, diapun kelihatan santai. Memakai celana jeans biru juga, dan kaos ketat berwarna hitam.
Baju masuk kedalam celana dengan ikat pinggang berwarna hitam. Kulitnya bertambah putih bersinar, dengan memakai kacamata hitam. Dia sungguh sangat tampan.
Alexa pun keluar dari kamarnya.
Afkar pun mencium kening Momy Ayuni, seperti yang biasa dia lakukan dengan Mamanya. Dan Ayuni pun dari dulu selalu mendapatkan ciuman dari Afkar.
Ayuni mulai lebay, membuat kuping Afkar mulai gatal.
"Menantuku sayang, tunggu Alexa."
Ayuni berbalik dan melihat anaknya berpakaian santai, Ayuni mulai kesal dan mulai mengomel dalam hati.
"Anak ini, kenapa berpakaian seperti itu, Apa dia sengaja berpenampilan biasa begitu, agar Afkar tak mau dengannya. ? Anak ini sungguh buat aku kesal."
Ayuni menatap jengah dan Alexa cuek bebek.
__ADS_1
Tapi mereka tetap saling rangkul, sedangkan hati mereka saat ini lagi perang batin.
"Bodo amat Momy, memangnya Momy yang mau menikah dengan Afkar, seenaknya saja mengatur hidup ku yang sudah sangat bahagia ini."
Afkar pun berjalan keluar rumah di ikuti Alexa.
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil.
Tak ada pembicaraan semua sibuk dengan tatapan fokus ke depan, tapi hati menari - menari tak tentu arah.
Cukup lama mobil melaju, sampailah di cafe yang mereka ingin tuju.
Mobil Afkar pun mulai masuk kedalam pekarangan Cafe.
Setelah di arahkan juru parkir, mobil pun mendapatkan posisi parkir yang bagus.
Setelah memberi uang tip parkir, Afkar pun masuk ke dalam di susul Alexa.
Petugas parkir sangat senang, karna pecahan seratus ribu yang dia dapatkan, pemiliknya yang tampan itu, memberikannya tampa minta uang kembalian.
"Semoga berjodoh sampai di pelaminan yah dek, kalian pasangan serasi."
Afkar dan Alexa saling bertatapan, dan masing - masing bergidik ngeri. Mereka pun dengan jalan terburu - buru segera masuk kedalam cafe.
Bersambung.
__ADS_1