
Alexa sangat kesal dengan Momy nya, tapi apa dayanya. Dia hanya bisa ke dapur dan memeluk Ayahnya dari belakang yang sedang sibuk memasak.
"Andre membiarkan saja anak kesayangannya memeluknya, dari belakang. Setiap berjalan pun Alexa tak melepaskan pelukannya, menempel seperti prangko pada Ayahnya.
Andre hanya bisa menepuk tangan anaknya yang melingkar full di pinggangnya.
"Apa benar aku anak mu Dady...?"
Andre mengernyitkan keningnya, dan tersenyum geli. Dia sudah tahu kalau Alexa memeluknya pasti sedang galau berat.
"Mengapa bertanya seperti itu sayang, ? Apakah wajah Momy mu yang mirip dengan mu sayang, ? bukan bukti yang jelas. "
Alexa makin mempererat pelukannya.
Kakek dan Nenek yang mendengar curhatan cucunya terpingkal. Mereka hanya bisa tertawa dengan memelankan suara mereka. Sedangkan Ayuni sedang tak ada di dapur. Dia sibuk memeriksa pembukuan di luar.
Alexa kembali berbicara.
"Tapi aku merasa Dady, aku adalah seorang bayi yang kalian pungut di tempat sampah."
Andre sudah tak bisa menahan tawanya.
"Hahaha...haha...kamu sangat lucu sayang..."
Kakek dan nenek pun mendekati cucunya sambil tertawa, yang masih asik memeluk Dady nya dari belakang.
Kakek membelai rambutnya dan nenek membelai punggung cucunya.
"Hahaha...haha....Kenapa cucuku jadi Halu begini...!"
Kata Kakek terpingkal.
Alexa tetap memeluk Ayahnya.
"Apakah kalian tidak kasian denganku, dan melepaskan aku dari keegoisan wanita itu."
"Jalani saja takdir kamu...!"
Tiba - tiba ada suara Ayuni di tengah mereka.
__ADS_1
Kakek dan nenek pun segera meninggalkan Alexa. Melawan Ayuni tak akan ada menangnya.
Andre pun hanya bisa diam, daripada tidak dapat jatah, diam adalah solusi terbaik untuknya.
Alexa pun merengek.
"Apa Dady tidak ingin membelaku sekarang...?"
Andre gagap.
"Iiiiiyaa sayang, Dady akan membelamu sayang..."
"Makasih Dady mempererat pelukannya, dan mencium punggung Papanya."
"Oooohhh...jadi kamu membela Alexa sayang...!"
Kata Ayuni sedikit nyaring.
"Bukan begitu maksud aku sayang...!!"
Ayuni menatap jengah dan Andre sibuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Dady menyebalkan...."
Kata Alexa kesal meninggalkan Dady nya.
Andre baru mau menyusulnya, batuk Ayuni menghentikan langkahnya
"Huk...hukk...!"
Andre berbalik dan mendekati istrinya, tapi Ayuni pun menatapnya marah dan meninggalkannya.
Andre hanya bisa menggaruk kepalanya lebih kencang dan depresi. Dan berkata lirih.
"Mereka berdua kesayanganku, aku benar - benar tidak bisa memilih salah satunya."
Chef-nya dan beberapa pegawainya hanya bisa terpingkal melihat bosnya, yang memiliki dua wanita cantik sedang bingung memilih.
Sedangkan Aryan dan Nirmala mulai bercakap akrab.
__ADS_1
"Nirmala...Apa aku bisa bertamu di rumah kamu.?
Apa pacar kamu tidak marah...?"
Kata Aryan was - was, dia sangat berharap Nirmala tidak memiliki pacar.
Nirmala tersenyum.
"Boleh...Aku belum punya pacar kok..!"
Hati Aryan serasa di siram air dingin, hatinya langsung sejuk, dan adem ayem. Sangat bahagia mendengar Nirmala belum punya kekasih.
"Syukurlah...jadi senang mendengarnya."
Nirmala tersenyum dan Aryan hanya bisa menggaruk kepalanya dan tersenyum.
"Apa boleh besok malam aku datang berkunjung di rumah kamu..?"
Nirmala cukup terkejut, namun akhirnya mengangguk.
Hati Andre sangat bahagia, rasanya hatinya di penuhi bunga - bunga yang bermekaran.
"Trima kasih Nirmala, tunggu aku yah...!"
Nirmala hanya bisa tersenyum geli.
Dia tidak bisa membohongi perasaannya, dia mulai merasakan ada rasa suka bercakap dengan Aryan, dan ingin sering bertemu dengannya.
"Apakah ini cinta..."
Apakah hanya rasa suka saja, yang tak lama akan hilang juga...? Atau aku memang sudah jatuh cinta kepadanya."
Nirmala hanya bisa merapikan rambutnya untuk menutupi kata hatinya. Saat inipun hatinya sedang berdenyut indah.
Mereka pun saling berpandangan sambil tersenyum tersipu malu.
Setengah jam berlalu, Nirmala mohon pamit pulang. Keluarga Aryan berkumpul lagi untuk menyapa Nirmala yang sudah mau pulang.
Setelah itu, Nirmala pun pulang dengan membawa kenangan indah bersama Aryan. Serta sangat senang bertemu keluarga Aryan yang sangat baik dan ramah.
__ADS_1
Bersambung