
"Afkar...!!! Lepaskan aku....!!"
Alexa terus berontak dan Afkar menyeretnya masuk ke dalam Toilet Umum Yang tak jauh dari tempat mereka, Afkar menguncinya.
"AFkar melepaskan pelukannya, mereka saat ini sudah berhadapan dengan tatapan yang sama - sama kesal.
"Mengapa kamu mengikuti ku ? hahh...!!!"
Kata Alexa dengan nada mengejek.
"Jangan GR kamu, Aku memang kebetulan di Bioskop mau nonton."
"Aaaahhh.....Alasan kamu basi....Jangan - jangan kamu menyukai aku hah...Amit...amiiit...!!"
Afkar menunjuk kening Alexa.
"Hai...itik jelek...jangan kepedean..kamu, Apa kamu pikir aku tak bisa cari wanita yang cantik ? Segudang antri mau jadi pacarku.."
"Tidak usah banyak bicara kamu...Buktikan..!!"
Lihatlah sekarang dirimu, menyamar segitunya, hanya untuk menguntik ku."
Afkar langsung memeluk erat tubuh Alexa, dan membungkam bibirnya, dengan bibirnya, menghisapnya kuat bibir Alexa.
"Hmmmppphhh...."
Alexa berontak memukul bahu Afkar, dia tak menyangka Afkar menciumnya lagi dengan brutal.
Afkar melepaskan ciumannya.
"Aku pernah berkata pada kamu, jangan terlalu cerewet, atau bibir kamu itu aku beri pelajaran."
Alexa menatap jengah, mengusap bibirnya yang basah karna hisapan Afkar, yang menguyah bibirnya seperti permen karet.
"Alasan saja kamu...Seorang Pria tidak semudah itu mencium bibir seorang wanita jika tidak mencintainya, jangan coba - coba mencintai aku, karna aku tidak menyukai kamu."
Afkar sangat kesal mendengar perkataan Alexa.
Afkar kembali memeluk Alexa, dan berkata dengan nada pelan namun sangat tegas.
"Tidak usah banyak bicara itik jelek, setiap aku mencium mu, kamu selalu menikmatinya!! Kamu lebih mesum daripada aku.."
Alexa menatap jengah.
__ADS_1
"Sudahlah...berbicara dengan muka tembok seperti kamu, masalah tak akan pernah selesai. Menjauh lah dariku, Ariel pasti sangat merindukan aku saat ini di sampingnya, daripada kamu yang hanya tahu menghina aku.!!"
Afkar terdiam, ada sedikit rasa bersalah di hatinya.
Dia hanya bisa terdiam membiarkan Alexa keluar dari kamar mandi itu.
Diapun mengunci kembali kamar mandi itu, dan duduk di kloset yang tertutup, kemudian termenung.
"Apakah aku benar - benar telah jatuh cinta padanya...?
Mengapa aku sangat menyukai menciumnya, ? bahkan selalu ingin menciumnya.
Apakah aku sangat kasar padanya..?
Mengapa aku begitu tidak rela dia bersama Ariel, ? dan takut mereka jadian.
Tapi dia sangat menyebalkan dan sangat cerewet, dia sama sekali bukan tipeku.
"Aaaaaahhhhh....!!! "
Meremas rambutnya kasar, begitu pula dengan wajah tampannya, di usapnya kasar.
Di tempat lain pun, Alexa sangat resah. Diapun mengusap bibirnya.
"Mengapa jika Afkar menciumku, aku merasa nyaman dan mulai rindu ciuman itu terus terulang...Aaaahhhh...ini tak boleh terjadi..Mulutnya sangat kasar, kata - katanya sangat tidak sopan. Aku tak boleh mencintai dia...Hidup ku setiap hari akan selalu perang dan bising."
Melihat Alexa sudah datang menghampiri dia, Ariel tersenyum bahagia.
Ariel langsung merangkul lengan Alexa.
"Kita jalan - jalan dulu yah cari makan."
Mood Alexa langsung hilang dia pun berkata.
"Maaf Ariel aku merasa tak enak badan, kepalaku pusing. Kita pulang saja yah. Masih banyak hari lain kita keluar makan."
Ariel tak bisa berkata apa - apa, tapi dia sungguh sangat kecewa. Dia masih ingin lama bersama dengan Alexa.
Ariel pun hanya bisa merangkul tangan Alexa ke tempat Parkir mobilnya.
Ariel membukakan pintu mobil Alexa dan Alexa segera masuk ke dalam mobil.
Ariel pun menutup pintu dan berjalan menuju pintu mobil nya, di sebelah Alexa.
__ADS_1
Ariel pun masuk duduk dan mulai menutup pintu mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya.
Mobil itupun bergerak maju meninggalkan parkiran Bioskop.
Ariel banyak berbicara, tapi Alexa hanya memejamkan matanya, Ariel pun menyapa Alexa.
"Apa kepala mu, sangat sakit Alexa.? Aku bantu pijitin yah."
Membawa jemarinya ke kening Alexa dan memijatnya.
Alexa membiarkan saja Ariel mengurut keningnya.
Cukup lama Ariel memijatnya lembut penuh sayang, Alexa pun menegurnya.
"Ariel sudah yah..pijatnya...sudah agak baikan kok. Fokus di jalan yah."
Ariel sangat nyaman menyentuh Alexa, tapi Alexa menyuruhnya jangan memijatnya lagi, diapun fokus di setirnya kembali.
"Iya....tidur saja Alexa, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai yah."
"Iya makasih Ariel."
Alexa tidak tidur, wajah Afkar selalu membayangi nya, ciuman Afkar semakin membuat hatinya bergetar lembut.
"Mengapa ciumannya begitu sangat nyaman, dan aku mulai menyukainya...?
Mengapa aku harus jatuh cinta pada orang bodoh itu.?
Kepalanya mulai berdenyut sakit lagi, Alexa pun memijatnya, dan terlihat Ariel.
Ariel pun membantu lagi memijat dahinya.
Alexa hanya bisa pasrah saja. Untuk sesaat mereka sudah sampai di rumah Alexa.
Ariel mendekatkan wajahnya dan mencium kening Alexa.
Alexa tersentak kaget, membuka matanya. Takut Ariel berbuat jauh. Diapun segera membuka pintu mobil Ariel.
"Ariel sudah sampai, aku duluan yah mau tidur aku sangat pusing."
Ariel salah tingkah dan hanya pasrah memandangi punggung Alexa, yang sudah pergi meninggalkannya yang sedang termangu.
"Apa Alexa marah yah...aku sungguh salah terlalu terburu - buru menyentuhnya. Aku sungguh bodoh..!!"
__ADS_1
Ariel pun merutuk dirinya sendiri. Dia pun mulai menyalakan mesinnya kembali dan pulang kerumahnya.
Bersambung.