Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 113. Cepat Berikan Kuncinya.


__ADS_3

Setelah Afkar merebahkan tubuhnya di samping Alexa.


Alexa pun memungut seluruh pakaiannya, dan masuk ke kamar mandi, dan menguncinya. Dia tak mau Afkar masuk, dan mengulangi kembali, karna Afkar selalu bisa bercinta dua kali dengannya.


Afkar hanya bisa memejamkan matanya, air matanya bergulir di kedua sisi matanya. Hatinya berkata dengan lirihnya.


"Seharusnya aku bahagia, telah menikmati kembali kebersamaan kami kembali, tapi hati ini begitu sedih karna harus kehilangannya."


Afkar pun terus menangis dan bangun dari tidurnya.


Duduk di pinggir kasur dan mengusap air matanya, berkata dalam hati.


"Aku tak boleh menangis, aku harus kuat. Alexa akan selamanya menjadi milik aku, tak akan aku biarkan seseorang mengambilnya dariku. Ayah ku benar dan Kakek. Alexa ku dalam bahaya, dan tekanan yang kuat seseorang. Aku bisa melihat cinta yang ada dimatanya masih milikku seutuhnya, dia hanya berpura - pura membenciku. "


Lima belas menit berlalu, Alexa telah keluar dari kamar mandi, berdiri di hadapan Suaminya.


"Berikan kuncinya aku mau pergi, dan jangan kamu bermimpi bisa mengulangi hal ini lagi."


Afkar tersenyum.


"Jika kamu butuh servis cinta lagi dariku, yang lebih dahsyat dari ini, hubungi aku yah, tak perlu kamar untuk kita berdua. Walau harus di belakang pintu..Aku bisa servis dengan baju masih utuh di badan. Kecuali ini akan langsung melayani kamu sayangku."


Mengusap asetnya yang sudah mulai menegang.


Alexa jadi panik akan ada pengulangan, Afkar adalah lawan tanggung untuk permainan cinta mereka.


"Cepat berikan kuncinya, dasar pria mesum."


Afkar pun berdiri.

__ADS_1


Alexa mundur.


"Afkar aku mohon, pakai pakaian kamu..!!!"


Membentak Suaminya tapi yang di bentak malah cengengesan.


"Kamu tahu tidak sayang...Kamu malah bertambah seksi, dan sangat cantik di pandangan ku, jika sedang marah."


"Afkar aku mohon, aku mau pulang tolong jangan ganggu aku...!!"


Afkar langsung memeluk Istrinya dan menghujami beberapa kali kecupan kuat di bibir Alexa.


Alexa berontak tapi Afkar memeluknya dengan sangat kuat.


"Sayang...ayo kita ulangi lagi di kamar mandi yah...!!"


"Lepaskaaaan...Afkaaaar...!! aku tak mau, kita sudah lama di kamar ini, aku tak mau keluarga ku mencurigai kita..!!"


Alexa berontak dengan kuat, tatapan Afkar dengan jarak sangat dekat kembali meluluhkan hatinya.


"Afkar aku mohon berikan kuncinya."


Afkar merengkuh kedua sisi wajah Alexa, memandangnya lekat.


"Sayang...mata mu ini tak bisa membohongi aku, kamu masih sangat mencintai ku sayang. Aku mohon bagilah kesedihan itu padaku, sudah cukup kamu tersiksa sendirian. Aku sangat mencintaimu sayangku..."


Alexa hampir menangis, sekuat tenaga melawan kesedihannya. Alexa langsung sengaja memenuhi semua pikirannya dengan hal.- hal buruk, yang akan terjadi pada keluarganya.


"Tidaaak...!!.Afkar..aku naik - baik saja. Aku mohon berikan kuncinya, dan pakai pakaian kamu."

__ADS_1


Afkar menangis mencium bibir Alexa kembali, menghisapnya berulang kali dengan lembut.


Alexa pasrah dan meresapi ciuman yang sungguh menyakiti hatinya.


Afkar mengecup berulang kali sambil menangis.


Afkar melepaskan ciumannya dan berkata lirih.


"Aku lebih baik mati daripada hidup tanpa kamu Alexa..aku sungguh tak bisa hidup tampa kamu...Apakah tak ada rasa kasian sedikitpun untukku..Alexa...?"


Alexa mencoba kuat dan berpikir hal terburuk agar kesedihannya menghilang, dan digantikan ketakutan yang luar biasa. Diapun mendorong kuat tubuh Suaminya. Mengambil celana Suaminya.


Mencari kunci dan mendapatkannya. Melemparkan pakaian Suaminya menutupi tubuh bawahnya. Dan berjalan keluar menutup pintu kamar langsung menguncinya dari luar.


Kemudian kunci Alexa sisipkan di celah pintu bawah kamar Suaminya, agar bisa Suaminya bisa membuka nya dari dalam


Karna dia tak bisa lagi membendung air matanya. Setidaknya keluarganya tidak mendatangi Suaminya yang masih tak berpakaian sehelai benang pun karna Alexa mau pergi tampa pamit Karna tak kuasa membendung air matanya yang sudah mulai tumpah di kedua sela kelopak matanya.


Suara Mamanya dan keluarganya yang memanggilnya tak Alexa hiraukan lagi, dia terus berjalan keluar dengan memakai kacamata hitamnya.


Dia sungguh telah menangis sangat sedih harus melepaskan orang yang begitu kita cintai agar dia bisa membenci kita. Itu sangatlah menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya.


Alexa pun masuk dalam mobilnya, menangis sepuasnya dan meratap sangat sedih, sambil mulai menyalakan mesin mobilnya, dan melaju dengan padatnya jalan kota yang ramai.


Alexa telah berderai air mata yang mengalir sangat deras di kedua sisi matanya..Alexa meratap sangat sedih di sela tangisannya yang menyayat hati.


"Hik...hik...hik...Maafkan aku Afkaaaar....Hik...hik...Maafkan akuuu...kamu harus membenci kuu...hik...hik...hik...Aku sungguh...mencintaimu...tapi cinta kita hanya akan membawa musibah besar pada keluargaku..Hik...hik..hik...juga membahayakan nyawa kamu Afkaaar...Hik..hik...hik...Fatih bukan orang biasa...dia bisa melakukan apa saja...Hik..hik...saat ini hanya Yang Maha Kuasa yang bisa menolongku.....jadi jika ada takdir kita bersama. Insya Allah akan ada jalannya. Amin 🤲"


Alexa terus menangis dan terus menangis.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2