Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 91. Dimana Kalian Bawa Istriku.


__ADS_3

Keesokan harinya setelah mandi dan berpakaian rapi kembali, tampak kedua pengantin baru itu, menikmati makan bersama di sebuah cafe di dalam hotel mewah itu, mereka tampak berbincang akrab.


Sedangkan di tempat lain Fatih sudah berada di hotel mewah lainnya, sedang menelpon seseorang.


Fatih.


"Halo usahakan hari ini pekerjaan kalian selesai, dan ikuti alur rencana yang sudah aku beritahu kalian."


Pengawal Fatih.


"Baik Tuan Muda."


Fatih pun menutup percakapan di ponselnya, dan tersenyum penuh misteri.


Ditempat lain di cafe hotel yang di tempati dua pasangan Aryan dan Afkar, selesai Makan dan berbincang. Mereka pun melanjutkan acara jalan - jalan mereka lagi, mengunjungi tempat - tempat menarik di kota Paris yang indah itu.


Afkar memeluk mesra Istri tercintanya, begitupun Aryan. Sambil berjalan di trotoar jalan besar kota Indah itu, mereka ingin menikmati suasana jalanan kota yang cukup ramai pejalan kaki juga. Mereka terus berjalan menyusuri jalan di pinggir jalan poros utama.


Tiba - tiba ditempat yang tak begitu ramai, Ada sebuah mobil sedan hitam singgah, dan keluarlah tiga pria kekar berjaket hitam, memakai kacamata hitam, dan masker hitam.


Turun dari mobil, dan tak ada yang curiga dengan keadaan itu.


Semua berpikir hanyalah beberapa orang yang ingin menikmati jalan trotoar itu juga.

__ADS_1


Sungguh di luar dugaan, ketiga pria kekar itu langsung mengepung jalan Afkar dan Aryan beserta pasangannya.


Salah satu pria, menarik paksa Alexa, dan ketiga pria itu menodongkan senjata api.


Afkar dan Aryan sangat shock, Nirmala dan Alexa berteriak.


Pria kekar yang menarik Alexa, langsung menutup mulutnya, dan menodongkan pistolnya di kepala Alexa.


"Berani mendekat, wanita ini mampus aku tembak."


Kata pria yang telah memeluk Alexa, dan menodongkan pistol di kening Alexa, yang sudah banjir air mata, sangat ketakutan.


Afkar dan Aryan langsung berlutut dan memohon, sedangkan beberapa pejalan kaki yang juga melihatnya terlihat shock juga, mereka hanya bisa mundur, dan menutup mulut mereka, tapi ada juga yang menelpon, mungkin menelpon keamanan.


"Aku mohon... lepaskan Istriku...., berapa pun uang kalian minta akan aku berikan..."


Kata Afkar terbata - bata ketakutan, sangat shock dengan kejadian yang tak pernah mereka sangka, seperti ini, Afkar mulai menitikkan air mata, kedua tangannya melipat memohon maaf, dia sungguh sangat mencintai Alexa, dia tak mau istrinya ditembak pria yang tak di kenalnya.


Aryan pun menangis adik kesayangannya, menghadapi situasi buruk itu.


"Aku mohon lepaskan aku, beritahu kami berapa uang yang kalian butuhkan."


Tapi sayang ketiga pria itu, langsung berlalu menyeret Alexa pergi.

__ADS_1


Aryan dan Afkar mengejar, dan melakukan gerakan menendang.


Kedua pria kekar berjaket hitam itu, yang ahli menembak langsung menembak Kaki Aryan dan Afkar, Untunglah mereka berdua bisa menghindarinya. Karna mereka juga jago bela diri.


Semuanya sangat cepat berlalu, mereka yang sedang berguling di tanah, memberi kesempatan ketiga pria penculik itu, segera membawa kabur Alexa, memasukkannya ke dalam mobil, dengan supir sudah siap di kemudi stir nya, dan langsung tancap gas, Karna pelakunya ada empat orang dengan supirnya.


Afkar terus berlari dengan Aryan mengejar mobil itu, Tapi apa daya mereka, yang hanya memakai kaki berlari.


Mereka menyetop mobil dan mengejar, tapi pelaku penculikan sudah mengenal sangat baik jalanan kota, mereka langsung memasuki lorong, dan masuk ke sebuah pintu gerbang seperti gudang besar, dan jejak mereka langsung menghilang tampa bekas.


Sementara di tempat lain, di sebuah mobil yang sudah dikendalikan Afkar setirnya, hanya bisa berteriak depresi, begitupula Aryan. Pikiran mereka sungguh sangat kalut


"Aaaaaaaahhhhh....!!! .kepaaaraaat,...!!!! Dimana kalian bawa Istriku...Aaaaaahhh..!!!"


Afkar berteriak depresi, air matanya telah tumpah ruah di pipinya, dia sungguh sangat menyesal telah keluar hari ini, tapi apa daya nya, Nasi sudah menjadi bubur.


"Aaaaaaaahhhhhh....Siaaaalaaan...!!! Kemana kalian membawa Adikku...Aaaahhhh...!!!! Jika kalian berani melukai adikku, sedikit saja kulitnya, aku akan membun*h kalian, meng*liti kulit kalian, Aaaaaaahhhh...!!!"


Aryan dan Afkar semakin menggila, mereka seperti kesurupan mencari mobil itu. tapi sudah kehilangan jejak, mereka terus berusaha mencari, memutari setiap sudut jalan, dengan teriakan depresi.


Pemilik mobil yang mereka pakai, hanya bisa menarik nafas panjang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2