Cinta Yang Tertukar Part 2

Cinta Yang Tertukar Part 2
Bab 38. What !! Apa Kamu Sedang Membicarakan Aku ?!


__ADS_3

Afkar pun duduk di samping Alexa.


"Anak kecil saja tahu. kalau kamu sedang kasmaran denganku, dasar wanita mesum."


Alexa tersentak kaget, sangat hafal suara yang sedang mengejeknya.


Diapun menurunkan telapak tangannya, yang sedang menutupi wajahnya, menatap jengah pada Afkar.


"What...Apa kamu sedang membicarakan aku ? dan mengejekku hah !"


Afkar sengaja memutar pandangan matanya,, dan menatap kembali Alexa.


"Apa disini ada wanita lain yang tingkahnya seperti orang yang lagi jatuh cinta, tapi mencoba menolak kenyataan. Anak kecil saja tak bisa kamu bohongi, tingkahmu sangat konyol."


Alexa hanya bisa menganga dan menatap jengah.


"Pria ini kayaknya sudah mau sinting, enak saja menuduhku seperti itu, Kamu itu pria bermulut kasar dan menyebalkan. Wanita yang mau sama kamu, adalah wanita yang sial dan menyedihkan, juga sangat perlu di kasihani."


Afkar pun menjadi emosi, Alexa selalu berhasil menaikkan tensi darahnya.


"Apa kamu pikir seorang pria akan bahagia jika bersama dengan wanita bawel, judes, sombong dan menyebalkan seperti kamu itik jelek."


"Aku bukan itik jelek, kamu itu gorila jelek."


Alisa langsung menarik lengan Afkar, mengangkat naik lengan bajunya dan menggigitnya kuat.


Afkar pun berteriak.

__ADS_1


"Aaaaahhhh....!!!!"


Semua mata terpusat kepada mereka berdua.


Alexa menghentikan gigitannya, dan mengusap lengan Afkar yang sudah berlobang beberapa bekas gigi Alexa terhias di lengannya. Diapun tersenyum manja dan gemas.


Afkar menatap dengan kesal dengan wajah yang meringis kesakitan.


"Aaaaahhh....sakit sekali gigitan kamu vampir jelek."


Alexa tersenyum manis dan berkata dengan penuh kasih sayang tapi dengan nada mengejek.


"Aduuhh...sayaaang...sakit yah..kasian sekali kamu sayangku...Apa tanda cintanya mau aku tambah lagi sayang...!"


Afkar sangat kesal dan menjawab pelan.


"Aduuuhh...aku sangat takut mendengarnya sayangku..."


Masih mengusap lengan Afkar penuh sayang, bagi yang melihatnya, mereka lagi bermesraan dan melakukan hal yang romantis, yang membuat lawan jenis mereka terbakar cemburu buta, sangat iri hati, melihat Alexa yang tersenyum manis mengusap lengan Afkar mesra. Mereka tidak mengetahui kalau mereka lagi berdebat dengan nada pelan.


Afkar pun langsung merangkul pundak Alexa, mulai berkata bucin tapi dengan nada mengejek.


"Sayangku....Apakah kamu selalu merindukan ciumanku yah, makanya kamu suka mencari gara - gara denganku."


"Pria mesum seperti kamu, sangat suka mencium yah, tapi sayang..aku tak pernah menikmati nya, apalagi tersentuh. Mungkin aku harus mencari seorang pria yang baik yang bisa membuat dadaku berdebar kencang jika dia menciumku, Mari kita saling membantu mencari pasangan terbaik kita. agar perjodohan kita bisa di batalkan."


"Baiklah jika aku belum mendapatkan wanita yang bisa aku cintai, kita lebih baik menikah saja, dan mulai saling membuka hati, bagaimana Apa kamu setuju ideku...!"

__ADS_1


"Baiklah...kalau tak ada jalan lain, Apa boleh buat, mari kita buat keributan di rumahku dan rumah Mama mu, agar mereka kita buat stres dengan pertengkaran kita."


Kata Alexa dengan nada manja tapi berbau ejekan.


"Aku harap kita bisa kompak dan membuat hidup kedua Mama kita jadi berwarna dan bising."


Kata Afkar sambil tersenyum mengejek.


Alexa melepaskan tangan Afkar di pundaknya.


"Minggir kamu, aku mau pergi ke kelasku Gorila jelek."


Alexa pun berdiri dan berjalan melewati Afkar. tapi tersandung kaki Afkar, dan diapun jatuh duduk dipangkuan Afkar.


Afkar pun tersentak.


Alexa pun memandang wajah Afkar, yang semakin tampan di lihatnya dari dekat, dia sedikit termangu dan duduk diam, menatap Afkar.


Afkar pun yang juga sedang terpesona dengan wajah cantik Alexa, yang sangat dekat dengan wajahnya, segera membuyarkan angan halu nya.


"Sampai kapan kamu mau duduk di pangkuanku, itik jelek. Jangan - jangan kamu sedang berpikiran mesum kepadaku....!"


Alexa tersentak dan segera berdiri tampa mengucapkan sepatah kata pun, langsung pergi tampa memperdulikan alam sekitarnya.


Abangnya Aryan yang masih sibuk bermain, sesekali menatap jengah kepada dua manusia yang ingin di jodohkan itu, walau terlihat tidak akur, tapi terlihat romantis. Melihat adiknya sudah berjalan menjauh, Aryan tersenyum tipis.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2