
"Dasar maniak kamu...aku akan melaporkan kamu pada ibumu dan ibuku bahwa kamu telah melecehkan ku..."
"Dasar bocah bego....jika kamu melaporkan ku...bukankah itu kabar yang sangat membahagiakan mereka, tapi baguslah kita akan menikah dan kita akan putus sekolah, jadi aku bebas melecehkan tubuhmu, Karna kamu sudah aku halalkan, dasar bego...."
"Aaahhhhh ....kata - kata mu sangat kurang ajar, dasar psikopat, otak mesum....!!!!!"
Alexa mulai gas full meninggi. Afkar hanya tersenyum sinis.
"Berhenti berulah bocah gendeng...., "
Alexa ingin memukul, Afkar memanyungkan
bibirnya ke depan, memberi kode ke Alexa kalau dia akan menciumnya lagi. Alexa hanya bisa berteriak kesal dan menjambak rambutnya sendiri.
"Aaaaaaaahhhhhh.....Pria psikopat paraaah.!!!!"
"Seperti nya bibirmu memang harus selalu kuberikan pelajaran, lagipula aku tidak menyukaimu...tapi karna aku sudah terbiasa dengan bibirmu....yang akan aku anggap makanan saja, aku pasti akan mengunyah nya baik baik, jika kamu membuat masalah bocah gendeng...!."
"Alexa dengan rambut acak - acakan, menatap
Afkar penuh kebencian dan berteriak depresi.
"Afkaaaaaarrr....aku...sangat membencimu, dasar edan....gendeng...bego..
psikopat...mesum....Aaahhhhh.....!!!!!"
Afkar tersenyum penuh kemenangan, menatap Alexa dengan senyuman yang meremehkan.
Alexa sangat depresi, dia pun duduk sambil membanting - banting tubuhnya ke belakang dan mengangkat kedua kakinya silih berganti, seperti sedang berlari kencang. Dia sungguh sangat frustasi.
Afkar menatapnya dengan penuh senyum kemenangan.
"Menaklukkan singa betina seperti dia, memang harus menerkam dia baik - baik..."
__ADS_1
Wajah tampan itu pun tersenyum sedikit. kemudian banyak dan akhirnya terpingkal. Alexa menatap dengan jengah dan kembali berteriak histeris.
"Aaahhhhh....kenapa nasibku sangat buruk..Ooooh...Tuhanku..Aaaaahhhh !!!"
Afkar kembali melajukan mobilnya dan mulai melaju ke sebuah Apotik.
Tiba - tiba Ponsel Afkar berdering, dan dia mengangkatnya. Ternyata dari papanya mengabarkan kalau dia sudah mengantar Mamanya ke rumah, dan sudah memanggil dokter pribadi mereka, dan Mama Alexa juga sudah ada di rumah mereka. Dan menyuruh Afkar mengajak makan Alexa baru mengantarnya pulang. Mendengar kata - kata Papanya di seberang sana, Afkar memukul setirnya.
Alexa menoleh, dan mendengar keluhan Afkar.
"Ini pasti akal - akalan mereka lagi.
"Aku akan mengantarmu pulang, Mama ku sudah ada di rumahku dengan Mama kamu, dan mereka sudah memanggil dokter pribadi kami."
Alexa hanya diam, tapi matanya masih Memandang Afkar penuh kebencian, Alexa tampa sadar memperhatikan bibir Afkar, dan terpaku. Bibir Afkar sangat merah delima dengan bentuk yang tebal di bagian bawahnya, sangat cocok di wajahnya yang tampan.
"Mengapa Afkar begitu tampan di mataku."
Alexa langsung menggeleng kepala, ingin membuang semua pikiran di dalam benaknya, yang begitu tidak masuk akal baginya.
"Apa kamu mau terus memandangku...sampai ngiler begitu....jangan - jangan kamu sudah menyukaiku..."
Alexa tersentak, dia merasa ada di atas awan sedang memakai parasut terbang, dan dia sudah menjatuhkan dirinya dari pesawat, dan saat ini dia sudah melayang di atas udara dengan kencang tapi parasutnya rusak dan dia terjun bebas saat ini.
"Aaahhhhhhb.....tidaaaaaak mungkin....Amit...amit....Aaaahhhh....!!!!!"
Alexa berteriak sambil menutup telinganya. tidak mau mendengar kata - kata Afkar, yang begitu menjatuhkan harga dirinya.
Afkar tertawa sinis.
Mobil itu terus melaju membelah kota, dan sampailah di pekarangan rumah besar Alexa.
Alexa buru - buru berlari keluar.
__ADS_1
"Mimpikan ciumanku yah...jika kamu mau kita bisa sering mengulanginya...!!"
Alexa depresi dan menutup rapat kedua telinganya dan berteriak depresi kembali dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Dia seperti
bertelanjang bulat di depan Afkar saat ini, harga dirinya sungguh tak ada nilainya lagi saat ini, Afkar sungguh sangat mempermalukan nya dan menginjak - injak harga dirinya..
"Aaaaaaahhhhh.....Afkar....breng*ek...Gendeng...Aaaahhhh..!!!!"
Alexa cepat berlari masuk ke dalam rumahnya sedangkan Afkar tertawa terpingkal penuh kemenangan.
Afkar kembali masuk ke dalam mobilnya, diapun bersandar di kursi mobilnya. Dia pun menyadari bibirnya terasa sangat tebal dan sedikit perih Karna sempat di gigit Alexa, mengingat ciuman brutalnya, dadanya berdesir lembut.
"Perasaan apa ini, aku tidak boleh menyukai gadis gila itu,
Mengapa pikiranku jadi kacau begini, ?
Mengapa aku sangat menikmati bibir Alexa, ?
Mengapa bibirnya terasa manis dan lembut ?"
Afkar mencengkram rambutnya saat ini, dia mulai depresi dan berteriak dengan nada tertahan.
"Aaaahhhh....aku tak boleh menyukainya, dia bukan typeku. Dia gadis yang sangat buruk segala - galanya...Tidak...!! ini tidak boleh terjadi...semua yang ada padanya ....semuanya aku tidak suka. Aku suka gadis mandiri, tidak manja, lemah lembut, perhatian..Semua itu kebalikan dari sifat Alexa, aku harus menjauhi gadis bebek 🦆 jelek itu..."
Afkar mengucek rambutnya kasar dan mulai melajukan mobilnya, meninggalkan rumah Alexa.
Afkar sesekali berteriak dan menggeleng - gelengkan kepalanya jika wajah cantik Alexa terbayang, dan ciuman panasnya, yang sebenarnya dia sangat menikmatinya. Afkar pun berteriak.
"Aaaaaaahhhhh...ini tidak mungkin, aku tidak akan pernah menyukainya.
Afkar sesekali mengucek rambutnya kasar dan mengusap wajahnya kasar, wajah cantik Alexa selalu terbayang dan menari - nari di depan matanya.
Bersambung.
__ADS_1
.